Cerdas Kelola Keuangan di Masa Pandemi

- Advertisement - Pfrasa_F
Kamerawan (Foto/Dok. Pribadi) 

Penulis: Rafifa Luqyana Kesuma

Pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara di belahan dunia ini tidak hanya merenggut jutaan jiwa. Namun, juga membuat guncangan yang cukup serius bagi kondisi perkonomian. Berdasarkan hasil survei Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Lembaga Demografi Universitas Indonesia, 13,9% perusahaan mengurangi jumlah karyawan, 49,6% perusahaan memutuskan untuk merumahkan sebagian pekerja tanpa di-PHK, dan 36,5% perusahaan tidak menambah maupun mengurangi jumlah tenaga kerja.

Kondisi tersebut memaksa kita untuk dapat lebih matang dalam mengelola keuangan. Karena jika tidak, maka kita akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan. Apalagi di masa pandemi seperti ini, kita harus memiliki cara tersendiri untuk mengelola keuangan pribadi kita. 

Demikian halnya seperti yang dikutip dari laman Kompas.com, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sondang Martha Samosir juga turut mengajak masyarakat untuk mengelola keuangan dengan membagikan beberapa tips kelola keuangan agar tidak boros di tengah pandemi.

Secara garis besar, tips yang dilakukan ialah menyusun anggaran keuangan bulanan secara ketat dan baik dengan membaginya menjadi tiga kategori yakni, kebutuhan hidup (living), tabungan (saving), keinginan (playing). Dari pembagian tiga kategori tersebut, kita dapat merincinya kembali agar keuangan kita terkelola dengan baik sebagai berikut:

1. Kebutuhan hidup

Untuk dapat mengelola keuangan dengan baik, kita harus jeli dalam membuat rincian apa saja yang benar-benar dibutuhkan. Porsi keuangan yang dialokasikan ke pos kebutuhan hidup harus sudah ditentukan dari awal misal, 40% uang dari pendapatan untuk kebutuhan hidup, sisa 60% dari pendapatan jangan lagi masuk ke kebutuhan hidup.

2. Tabungan

Dalam mengelola keuangan, porsi tabungan menjadi hal yang penting. Sebab, ini menjadi pegangan di masa depan. Dari pendapatan yang dimiliki, jangan sampai tidak ada porsi untuk menabung. Tentukan berapa persen pendapatan untuk menabung. Perlu diingat, menabung harus disisihkan di awal ketika kita mendapat uang, bukan di akhir sisa uang.

3. Keinginan

Anggaran untuk keinginan ini harus memiliki porsi yang paling kecil. Sebab, keinginan kita tidak ada batasnya. Untuk itu, kita yang harus membatasi sendiri dengan menentukan berapa persen besaran pendapatan yang ingin dikeluarkan untuk keinginan kita. Biasa anggaran ini berkaitan dengan gaya hidup seperti tongkrongan di kafe atau belanja barang yang sifatnya tidak benar-benar dibutuhkan. Maka, catatan penting untuk membuat patokan anggaran yang harus dikeluarkan terutama di masa pandemi seperti ini.

Bijaklah dalam membelanjakan uang yang kita punya. Sebab, tidak hanya asal-usulnya yang akan dipertanyakan di akhirat kelak, tetapi juga untuk apa uang tersebut digunakan. Untuk kebermanfaatan, atau kesia-siaan?

- Advertisement -

Share article

Latest articles