Haruskah Protokol Kesehatan Longgar?

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Dok. Pribadi)

Penulis: Nurul Liza Nasution

Setahun berjalan, Covid-19 seperti tak ada ujungnya. Kapan tuntasnya? Apakah Indonesia bahkan dunia akan terus begini? Semoga tidak. Paling mengejutkan adalah sekolah sudah hampir satu tahun juga dilaksanakan secara daring. Apakah ini pantas dikatakan pembodohan secara massal secara tidak langsung? Tidak ada yang bisa disalahkan di sini.

Bagai memakan buah simalakama istilahnya. Sekolah dilakukan secara luring tidak ada jaminan terhindar dari Covid-19. Sekolah dilakukan secara daring, tidak semua kalangan usia dapat menerima secara baik, terparahnya siswa di PAUD atau siswa kelas satu.

Covid-19 ini mengakibatkan perubahan hidup secara drastis. Rasa ingin hidup seperti semula sangat besar. Namun, apakah kita sadar? Makin ke sini, perilaku yang sering kita lakukan di masa awal pandemi ini sudah mulai pudar. Protokol kesahatan sudah mulai longgar.

Rasa penat  mungkin sedang kita rasakan karena pandemi ini. Mungkin saat ini kita sedang di fase semua yang diimbau pemerintah sudah dilakukan, tetapi mengapa pandemi ini masih belum berakhir. Bisa saja rasa bosan ini yang membuat kita sudah mulai sepele dengan Covid-19. Tapi perlu diingat, kita rasanya tidak pantas untuk meresa seperti itu. Besar kemungkinan orang-orang yang merasakan ini adalah orang yang tidak berjuang melawan Covid-19 a.k.a bukan penderita atau tenaga medis.

Seharusnya kita berpikir, mungkin selama ini saya menerapkan protokol kesehatan adalah salah satu cara yang saya lakukan sehingga terhindar dari Covid-19. Walaupun pandemi ini belum tahu di mana ujungnya, kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sadar atau tidak, banyak protokol kesehatan yang tidak sedisiplin lalu. Dahulu, kita akan merasa takut jikalau ke luar rumah tidak memakai masker. Meskipun alasan takut ini bukan untuk menjaga diri dari Covid-19, melainkan ketakutan dikarenakan dirazia oleh petugas. Walaupun alasan ini cukup lucu, tetapi secara tidak langsung ini sudah sangat menolong. Lantas apa kabar sekarang? Sekarang ini, sangat banyak masyarakat yang ke luar rumah tanpa masker. Apakah kamu salah satunya?

Mencuci tangan juga sudah tidak seperti dulu. Iya, kita masih melihat tempat untuk mencuci tangan di depan toko, masjid, atau tempat lainnya. Digarisbawahi, tempat untuk mencuci tangan ini sekarang sekadar pajangan. Tidak terpakai, mungkin sekarang ini, hanya segelintir orang yang melakukannya.

Pemerintah pun kabarnya akqn mengeluarkan vaksin, gratis pula. Semoga vaksin yang menjadi kabar bahagia di sekitar kita sekarang ini benar-benar diberlakukan secara adil. Semoga adanya vaksin ini nantinya, membuat kehidupan sebelum pandemi ini terjalani kembali. Tetapi tidak ada salahnya, sebelum vaksin ini terwujud kita tetap melakukan protokol kesehatan seperti semula. Lindungi diri sendiri dengan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak).

- Advertisement -

Share article

Latest articles