Kritik Bernada Komedi Dilarang, Bintang Emon Kebanjiran Hujatan Buzzer

- Advertisement - Pfrasa_F
Kiri: Bintang Emon. (Foto/Instagram) Kanan: Unggahan Buzzer. (Foto/Twiter)

Penulis: M. Rio Fani

Belakangan ini nama komedian Bintang Emon menjadi sorotan setelah video bernada lucu miliknya yang mengomentari tuntutan dua terdakwa penyerang penyidik Novel Baswedan hanya satu tahun penjara. Dalam video yang diunggah Bintang Emon di akun media sosialnya, tampak ia mengatakan bahwa tuntutan ‘nggak sengaja’ itu dinilai tidak normal.

“Katanya ‘gak sengaja’ kok bisa sih kena muka, kan kita tinggal di bumi. Gravitasi pasti ke bawah. Nyiram badan gak mungkin meleset ke muka,” celetuk Bintang dalam cuplikan videonya, menyadur dari Instagramnya, Senin (15/6).

https://www.instagram.com/p/CBVLwMhl6Gg/

Video itu kemudian memancing buzzer yang dinilai ‘berpihak’ ke ‘sisi sebelah’ yang justru membela dua terdakwa tersebut. Bahkan, Bintang Emon diserang fitnah bahwa dirinya menjadi pencandu narkoba. Unggahan buzzer di Twitter terkait dirinya itu ramai dengan caption atau keterangan foto yang sama.

Sayangnya, fitnah tersebut terbukti salah setelah Bintang Emon mengunggah foto surat keterangan negatif narkoba pada Senin (15/6) malam lewat Instagramnya. Meski begitu, Bintang Emon tetap membuat unggahan itu bernada lucu dengan menyelipkan keterangan foto ‘positif kentang mustofa’.

Kritik bernada komedi milik Bintang Emon pun menuai tanggapan positif dari para artis, pengamat politik, komika, hingga ustaz. Banyak dukungan yang membela Bintang Emon bahwa kritik yang disampaikannya mewakili seluruh rakyat Indonesia yang dinilai telah dibohongi dengan kasus tuntutan dua terdakwa penyerang Novel.

Beberapa publik figur juga mendukung dan berani ‘pasang badan’ jika Bintang Emon dituntut atas kritik yang bernada komedi tersebut.

“Halo, Tang. Sama sekali enggak terbebani. Berkabar kalau butuh apa pun,” tulis Fiersa Besari di Twitter yang membalas pesan Bintang Emon terkait banyaknya oknum yang mengancam keluarga Bintang Emon, Senin (15/6).

Tak hanya itu saja, komika serta publik figur lainnya juga memberikan dukungan dan siap pasang badan untuk tetap membela Bintang Emon. Salah satunya, komika Pandji Pragiwaksono.

“Sekarang Indonesia tahu Bintang Emon melakukan hal yang benar karena fitnah oleh organisator akun-akun (buzzer) ini mengungkap bahwa mereka ada di posisi yang salah,” kata Pandji lewat akun Twitternya mengaitkan fitnah terhadap Bintang Emon.

Setelah menyelisik lebih lama, penulis menyadari bahwa saat ini negara ketakutan karena ‘sentilan’ dari kritikan Bintang Emon. Komedi menjadi salah satu hal yang sulit diterima bagi beberapa pihak yang merasa tidak diuntungkan, padahal hal tersebut diketahui bersama adalah sesuatu yang tidak adil.

Tagar untuk membela Bintang Emon juga berada di nomor satu Twitter Indonesia #BINTANGEMONBESTBOY. Ancaman terhadap Bintang Emon menjadi fakta bahwa saat ini Indonesia masih gampang untuk mendiskriminasi seseorang. Entah itu diskriminasi terhadap ras, kulit ataupun agama. Namun, jika pembaca memahami maksudnya, maka mari kita membela apa yang benar dan siap pasang badan untuk meraih keadilan di negeri ini.

Di akhir tulisan, penulis menitipkan pesan bahwa saat ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja. “Jika mengungkap kejahatan diperlakukan layaknya pelaku kejahatan, berarti Anda sedang berada di negeri yang dikuasai para penjahat,” kata Edward Joseph Snowden, mantan subkontrator CIA asal Amerika Serikat.

Editor : Miftahul Zannah

- Advertisement -

Share article

Latest articles