Mana Lebih Penting Menabung atau Sedekah?

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi menabung. (Foto/Ilustrasi/freepik)

Penulis : Laras Joefanny

Di zaman Rasulullah ada seorang sahabat yang bernama Abu Dzar Al-Ghifari. Beliau sahabat Rasulullah yang pendapatan satu harinya hanya cukup untuk makan dan jika ada lebihnya maka akan beliau sedekahkan. Beliau selalu mengajarkan seperti itu ke mana pun beliau berada, inilah cara yang paling islami menurut beliau.

Di saat khalifah Rasyidin Utsman yang ketiga, Abu Dzar Al–Ghifari dipanggil “Kamu boleh berpendapat seperti itu, tetapi jangan kamu ajarkan kepada orang lain! jika kamu tetap ajarkan kepada orang lain maka saya sebagai pemerintah kamu akan saya kasih pilihan. Kamu berhenti mengajarkannya atau kamu keluar dari Madinah,” ucap Khalifah Rasyidin Utsman dengan tegas. Akhirnya Abu Dzar Al–Ghifari memilih keluar dari Madinah. Pendapat Abu Dzar Al-Ghifari adalah pendapat pribadi itu ditunjukkan mayoritas para sahabat Rasulullah tidak ada yang seperti beliau.

Harta sebagai ujian itu benar. Kenapa? Karena harta yang kita peroleh bisa didapatkan dengan menggunakan sumber daya yaitu sumber daya alam dan sumber daya sosial. Adapun ujian dari harta tersebut yang pertama adalah apakah kita kufur ataukah kita bersyukur? Ujian harta kedua adalah apakah kita sadar dengan hak sosial dalam harta kita? hak sosial adalah kita menyadari bahwa di dalam harta kita ada hak milik orang lain yang biasanya itu dibayar dengan zakat.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” (Q.S. At–Taubah : 103)

Setiap agama tidak ada satupun yang mengajarkan kita jadi peminta. Bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam. berkata “Tangan di atas itu lebih baik daripada tangan di bawah” Orang yang memberi manfaat terbaik dan yang terbanyak itulah muslim terbaik.

Artinya setiap muslim diajarkan untuk lebih banyak bermanfaat untuk orang lain dan juga umat muslim diajarkan untuk menjadi orang yang memiliki banyak harta agar setiap muslim bisa bersedekah dan membayar zakat. Kita harus menyadari selain sedekah ada zakat yang harus kita bayar.

Zakat memiliki syarat yaitu mencapai harta tertentu, Nah untuk mencapai harta tertentu tersebut kita harus menabung. Bagaimana kita bisa mencapai harta tertentu jika kita tidak menabung. Dengan demikian kita dapat memahami bahwa dengan menabung kita dapat bersedekah maupun membayar zakat.

Editor : Rindiani

- Advertisement -

Share article

Latest articles