Bahaya Tidur Pagi, Jangan sepele!

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Ilustrasi/Pexels)
Penulis: Fitri Fadillah Pakpahan

Siapa di sini yang suka bergadang hingga larut malam lalu tidur di pagi hari? Sepertinya kebiasaan ini gak bisa terus dibiarkan, faktanya tidur adalah peran yang sangat penting dalam hidup kita, loh! Banyak orang sering tidur pagi karena banyak pekerjaan, keasikan nonton, telfonan atau lupa waktu saat bermain game. Padahal, bahaya tidur pagi bisa sangat merusak kesehatan, selain juga menurunkan performa saat bekerja.

Dilansir dari CureJoy, waktu tidur ideal manusia dimulai dari pukul 10 malam, dan bangun pada pukul 6 pagi. Namun, beberapa ahli bahkan menyarankan untuk memulai tidur pada pukul 8 malam. Jika waktu tidur berkisar antara pukul 8 malam sampai dengan 12 malam, kamu akan mendapatkan tidur yang nyenyak dan mimpi indah.

Menurut salah satu tenaga kesehatan di Alodokter, dr. Kevin Adrian mengatakan, tanda bahwa pola tidur sudah benar adalah tubuh mulai mengantuk dan dapat tertidur dalam waktu 15-20 menit setelah berbaring di tempat tidur dan terbangun dengan perasaan segar dan bertenaga. Berikut bahaya dari tidur di pagi hari menurut dr. Kevin Andrian.

1. Diabetes

Menurut penelitian, kurang tidur di malam hari bisa meningkatkan risiko kamu terserang diabetes. Begitu juga halnya jika kamu terlalu banyak tidur. Hal ini karena, gangguan tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin, sehingga kadar gula darah akan cenderung meningkat pada orang yang tidurnya bermasalah.

2. Obesitas

Tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak bisa membuat berat badan meningkat. Menurut studi, orang yang kurang dari 7 jam setiap malamnya memiliki risiko obesitas yang lebih tinggi, dibandingkan orang yang tidur selama 7-8 jam sehari. Hal ini diduga karena, kurang tidur dapat membuat nafsu makan meningkat, sehingga orang akan cenderung makan lebih banyak ketika kurang tidur. Jadi jangan ngaku mau langsing kalau tetap tidur pagi, hehe.

3. Penyakit jantung dan pembuluh darah

Sering tidur di pagi hari dan tidak cukup tidur dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti serangan jantung dan strok. Kurang tidur akan meningkatkan tekanan darah dan peradangan dalam tubuh. Kedua hal inilah yang akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan strok.

4. Mood mudah berubah

Kamu merasa moody-an, tapi gak tahu kenapa? Mungkin karena kamu kurang tidur di malam hari. Tidur di malam hari dalam jangka panjang, dipercaya dapat menyebabkan perubahan mood, bahkan depresi. Selain itu, bahaya tidur pagi juga bisa membuat emosi seseorang menjadi kurang stabil lantaran kelelahan.

5. Peningkatan risiko kanker

Orang yang sering tidur pagi karena harus bekerja atau menjalani aktivitas tertentu di malam hari memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker. Hal ini didukung oleh beberapa studi yang menyebutkan bahwa sebagian pasien kanker memiliki kebiasaan sering begadang atau tidur kurang dari 7 jam. Duh seram ya?

Selain dari segi kesehatan, ternyata tidur pada pagi hari juga dilarang dalam Islam, loh! Di dalam Islam kita dianjurkan untuk tidak tidur setelah salat subuh, karena dapat mengakibatkan kita tidak dapat memperoleh kebaikan atau pahala yang berlimpah. Karena itu, waktu tersebut harus diisi dengan kegiatan yang positif. Ibnu Qayyim rahimullah menjelaskan;

“Di antara hal yang makruh menurut para ulama adalah tidur setelah salat subuh hingga matahari terbit karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghonimah (waktu meraih kebaikan yang banyak.” (Madarijus Salikin, 1: 369).

Kebiasaan buruk lainnya, tidur setelah subuh juga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti lemah syahwat. Ibnu Qayyim rahimahullah berkata;

“Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan. Tidur pagi juga menyebabkan berbagai penyakit badan di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222).

Mulai sekarang, beranjaklah dari kebiasaan buruk yang sudah kita anggap biasa, tidur pagi bukan hanya membuat kira rugi di dunia, namun  juga rugi di akhirat.

Editor : Nurul Liza Nasution

- Advertisement -

Share article

Latest articles