Berdoa, Minta Doa, dan Mendoakan

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Ilustrasi/Freepik)

Penulis: Ahmad Faiz Nirwan Srg

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
(Q.S Al-Mukmin: 60)

Barakallah fii umrik, atau Barakallah fi ilmik, kalimat yang sering kita dengar ketika teman atau saudara kita yang sedang berulang tahun atau teman kita yang sudah selesai studinya. Atau pernah dengar kalimat, “Aku bantu doa aja ya,” saat kita gotong royong, atau kegiatan lainnya? Terus apa reaksi kita ketika dapat kalimat itu? Berterima kasih atau kesal?

Doa adalah permohonan atau permintaan, atau cara kita manusia untuk bisa berbicara dengan penciptanya. Doa juga merupakan senjata dari orang mukmin dan doa adalah inti dari badah. Berdoa adalah memanjatkan permohonan kepada Sang Pencipta. Dan doa itu sebagai jembatan kita menuju Allah. Apalah hidup kita, jika tak ada campur tangan Allah?

Pesan yang selalu saya ingat dari salah satu ustaz ketika belajar di pondok pesantren. “Libatkan Allah dalam setiap kehidupan kita, yaitu dengan selalu berdoa, minta doa kepada orang tua, teman atau saudara, dan jangan lupa juga mendoakan mereka”. Kita sehat, kita mampu, kita sukses melainkan Allah yang kuasa. Bukan kita yang hebat, tapi Allah yang menyempurnakan, bukan kita yang mampu, tapi Allah yang selalu membantu.

Dari setiap pencapaian yang kita raih mungkin 10% dari usaha kita, sedangkan 90% nya adalah campur tangan Allah yang kita ketuk melalui doa dan sujud kita kepada Allah, atau melalui doa yang kita minta dari kedua orang tua kita, teman atau saudara kita, atau mungkin melalui doa yang kita berikan kepada orang lain atau yang pernah kita bantu.

Kita tidak pernah tahu, doa mana yang dikabulkan, sehingga kita bisa mampu, sehat, sukses dalam kehidupan kita. Maka jangan pernah menganggap remeh terhadap doa, walaupun doa tersebut dari orang yang mungkin dalam pandangan kita berada di bawah kita. Bisa jadi doa mereka kepada kitalah yang dapat membuat kita menjadi sehat, mampu atau sukses dalam kehidupan kita.

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama,” (HR.Muslim).

Kita sesama muslim harus saling mendoakan. Jangan pelit sama doa, jangan tunggu kita sukses baru kita mendoakan orang, jangan tunggu kita banyak rezeki baru mendoakan orang banyak rezeki. Jangan berdoa buat diri sendiri. Doakan juga orang lain, orang-orang terdekat, orang tua, saudara seiman dan saudara sebangsa setanah air yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Tapi, orang- orang itu jahat kepada kita?

Tetap kita mendoakan mereka, dengan doa yang baik. Karena kalau kita doakan orang-orang yang jahat atau zalim itu dengan doa yang buruk maka kita akan juga memperolehnya. Sebab,  apa yang kita doakan kepada orang lain, itulah yang akan kembali kepada kita. Allah Maha Mendengar.

Editor : Miftahul Zannah

- Advertisement -

Share article

Latest articles