
Penulis: Putri Anggriani
Tak ada suara yang lebih indah dan lebih familiar lagi bagi kita umat muslim jika bukan suara adzan. Pasalnya, suara azan yang kerap kali dikumandangkan oleh para muadzin adalah tanda waktu sholat wajib yang kita lakukan lima kali dalam sehari akan dimulai. Suara azan mungkin terdengar biasa yaitu, hanya lantunan untuk mengajak beribadah. Namun, nyatanya di balik itu, suara azan menyimpan banyak sekali fakta–fakta yang mengejutkan.
Tak jarang seorang muslim kerap merasa jengkel ketika mendengar azan. Contohnya, ia merasa baru saja menunaikan salat tetapi mengapa suara azan sudah berkumandang lagi. Sungguh sesuatu perasaan dan pemikiran yang demikian adalah hal yang tidak baik, ini menunjukkan bahwa kita malas untuk menunaikan ibadah salat yang sejatinya sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslim. Mulai sekarang jauhi lah pemikiran dan perasaan demikian, karena nyatanya ketika suara azan masih berkumandang, tandanya Allah Swt. masih memberikan waktu untuk kita bertaubat sebelum datangnya hari kiamat.
Nah, berikut adalah fakta–fakta di balik untaian azan yang dilansir dari laman BOOMBASTIS.
- Adzan berhenti berkumandang, dunia pasti kiamat
Azan adalah seruan untuk beribadah, artinya jika suara azan tidak dikumandangkan lagi maka bisa disimpulkan tidak akan ada lagi orang yang datang ke masjid dan menunaikan salat. Jika masa seperti itu muncul, maka sepertinya hanya tinggal menghitung hari saja sebelum akhirnya kiamat kubra datang. Pasalnya kiamat tidak akan terjadi jika masih ada satu orang yang beribadah dan memohon ampun kepada Allah Swt. Ada sebuah ungkapan, “Kiamat tidak akan terjadi hingga tidak ada lagi manusia yang menyebut nama Allah di muka bumi ini.”
Melihat keadaan saat ini ungkapan tersebut ada benarnya, karena hingga saat ini masih banyak manusia yang senantiasa berzikir dan menyebut asma Allah.
- Azan sejatinya tak berhenti berkumandang
Kita mungkin merasakan adanya jeda dari azan zuhur ke asar dan seterusnya. Padahal sejatinya azan sendiri tidak pernah berhenti berkumandang. Mekanismenya seperti ini, rotasi bumi terhadap matahari akan mempengaruhi perubahan waktu. Ketika suatu tempat selesai azan maka waktu bergeser dan kemudian azan dikumandangkan di tempat lain yang berbeda zona waktu.
Seperti, azan subuh yang mulai dikumandangkan di sisi timur Sulawesi sekitar pukul 5.30 waktu setempat, dan proses ini terus berlangsung dan bergerak ke arah barat Indonesia. Perbedaan waktu antar timur dan barat di Indonesia adalah satu jam. Satu jam setelah azan di Sulawesi, maka azan akan segera berkumandang di Jakarta, disusul Sumatera.
Ketika azan belum berakhir di Indonesia, azan sudah mulai berkumandang di Malaysia, yang kemudian disusul Burma dan dalam beberapa jam dari Jakarta, azan berkumandang di Dacca, Ibu kota Bangladesh. Setelah azan berakhir di Bangladesh, azan akan dikumandangkan di India dari Kalkuta ke Sri naga, serta dilanjutkan ke Bombay dan dilanjutkan ke belahan dunia lainnya. Dan begitulah seterusnya azan akan terus berkumandang di seluruh penjuru bumi tanpa berhenti selama 24 jam, seminggu, sebulan dan sepanjang tahun.
- Azan tidak hanya untuk salat
Azan memang penanda waktu salat namun, sejatinya penggunaan azan tidak hanya dalam satu hal saja. Ada berbagai kondisi tertentu yang kita disunahkan untuk mengumandangkan azan. Salah satunya ketika bayi baru lahir. Kita disunahkan untuk mengazani si bayi dengan tujuan agar kelak ketika dewasa si anak akan tahu kewajibannya. Dan tak hanya itu, ketika hendak dikuburkan jenazah juga akan diazani. Pesan tersiratnya adalah manusia harus tetap beribadah sampai ajal menjelang. Ini juga menjadi pengingat bagi kita umat muslim jika suara azan adalah suara bebunyian terakhir yang kita dengar sebelum menuju kehidupan baru setelah kematian.
- Azan sebagai ikrar kemenangan perang
Azan bisa pula dilambangkan sebagai persatuan kaum muslimin. Maka, pada zaman rasul fungsi azan juga dipakai untuk memperkuat ukhuwah ketika akan melakukan perang. Terutama pada momen ketika kaum Muslimin berhasil mencatat sejarah mencengangkan. Salah satunya adalah peristiwa Fathul Makkah dimana peristiwa ini ialah pertama kalinya Makkah dikuasai secara keseluruhan oleh umat muslim. Dan Bilal Bin Rabbah pun diutus Rasulullah untuk naik Ka’bah dan kemudian mengumandangkan azan. Dan ada banyak perstiwa lainnya yang menunjukkan fungsi azan pemersatu umat Islam.
- Pahala azan sangatlah besar
Terlepas dari lantunan azannya seperti apa, yang jelas para muazin adalah orang paling beruntung di sisi Allah. Pasalnya pahala mereka sangat banyak dan dijanjikan berbagai kebaikan. Rasulullah bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh muslim. “Sesungguhnya, para muazin itu adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat.” Maksud panjang leher di sini ialah menurut ahli tafsir adalah panjang pahala dan kebaikannya.
Keuntungan menjadi muazin juga adalah akan mudah diampuni oleh Allah Swt. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadist yang dimana Rasulullah bersabda. “Seorang muazin akan diampuni sejauh suara azan yang ia kumandangkan.” (HR Nasa’I dan Ahmad)
Begitulah derajat para muadzin dan sangat merugi bagi mereka yang mempunyai kesempatan tetapi melewatkannya begitu saja.
Itu tadi fakta–fakta seputar azan yang dimana keberadaannya ialah rahmat dari Allah, dan kemusnahannya ialah kehancuran bagi dunia. Juga tentang pahala azan yang luar biasa meskipun amalannya sendiri tidak terlalu berat. Dan kembali Rasulullah menyinggung tentang azan dalam sebuah hadis. Beliau berkata, “Sekiranya orang–orang mengetahui akan rahasia keutamaan azan dan saf pertama, niscaya mereka akan berebutan meraihnya meski dengan cara merangkak.” (HR Muslim).
Editor: Ayu Wulandari Hasibuan

