Hak Istimewa

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Ilustrasi/Pexels)

Penulis: Nurul Liza Nasution

Baru-baru ini kita sempat dihebohkan dengan cuitan seseorang di Twitter yang mencurahkan keserahan hatinya tantang ‘Privillage’. Apa itu privillage? Privillage atau privilese (KBBI) adalah hak istimewa. Hak istimewa ini akan luas jangkauannya dan mengacu pada banyak hal. Sederhananya, privilese adalah hak istimewa yang hanya di dapatkan oleh keluarga elit.

Yang membuat cuitan tersebut viral adalah ketika membahas; kenapa orang yang terlahir di keluarga elit memiliki pendidikan yang lebih maju dibanding orang yang terlahir di keluarga yang lebih sederhana. Alasannya adalah ekonomi. Contoh, jika memiliki uang lebih, kita akan memilih sekolah dengan sistem pembelajarannya bagus dan berstandar Internasional dibandingkan dengan sekolah biasa saja.

Sumber daya ajarnya berbeda, tingkat pembelajaran yang dipelajari juga akan berbeda, tingkat pemikiran dan sumber daya manusianya sudah jelas akan berbeda. Ada harga ada rupa. Hukum ekonomi; yang kaya akan makin kaya dan yang miskin makin miskin, berlaku selama ini tanpa kita sadari.

‘Bisa, asal mau dan harus berusaha’. Pemahamannya; kita sama-sama lomba lari, sama-sama di garis start yang sama. Tapi, belum tentu panjang jalan yang dilalui agar sampai ke garis  finish-nya sama. Mereka yang memilki hak istimewa akan memiliki jarak yang lebih pendek dibanding dengan orang biasa.

Usaha sudah, bergeser ke tingkat kecerdasan. Apa yang kita asup ke dalam tubuh akan mempengaruhi kecerdasan seseorang. Orang-orang yang memiliki hak istimewa akan dengan mudah menyantap makanan yang dapat membatu perkembangan otak. Lantas orang yang tidak memiliki hak istimewa, gimana?

Banyak yang memengaruhi kecerdasaan seseorang, tak hanya ekonomi, nutrisi, lingkungan  juga menjadi salah satu pengaruhnya. Lingkungan orang yang memiliki hak istimewa dan orang biasa tentu berbeda. Lantas di mana titik temu keduanya agar kedua saling membatu dan sampai pada titik dan derajat yang sama?

Penulis tentunya tidak megajak pembaca agar menjadikan ini sebagai alasan untuk bermalas-malasan, dengan alih; ngapain berusaha, toh berusaha juga tidak membuahkan hasil. Iya, semua usaha yang dilakukan tentunya tidak semua yang berhasil. Paling tidak dari setiap usaha yang dilakukan akan menghasilan perubahan kecil. Perubahan kecil adalah mulanya terjadi perubahan yang besar. Karena sejatinya, kita yang merencanakan Allah yang menentukan. Semua usaha akan membuahkan hasil jika dibantu dengan ibadah.

Kehidupan ke depannya tidak ada yang tahu, kita hanya dituntut menjalankan peran sebaik-baiknya. Dengan catatan, kita bisa menentukan peran apa yang akan dilakonkan. Semuanya bisa terjadi walau dengan cara yang pelan dalam artian tidak seinstan orang yang memiliki hak istimewa. Sabar dan nikmati prosesnya, agar sampai ke titik orang yang ‘memiliki hak istimewa’. Selamat berproses!

Editor : Miftahul Zannah

- Advertisement -

Share article

Latest articles