
Penulis: Wibira Vasya
Sebagai makhluk sosal, kita pasti pernah merasa ingin menyenangkan orang-orang di sekitar kita, dan berusaha untuk mengikuti kemauan mereka karena takut mengecewakannya. Walau mungkin dengan cara dan intensitas yang berbeda-beda. Sebagai manusia yang memiliki keinginan untuk mencintai dan dicintai, kita pasti pernah mengalamai hal tersebut, baik dengan hal kecil maupun besar.
Lalu sekarang yang menjadi permasalahnnya, pernahkah kamu merasa kewalahan karena selalu berusaha menyenangkan orang lain? Atau, pernahkah kamu merasa kesulitan mengatakan tidak, karena khawatir akan mengecewakan mereka? Bila jawabannya iya, bisa jadi kamu termasuk golongan people pleasing atau orang-orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain.
Sebenarnya bukan hal yang negatif jika kamu ingin selalu menyenangkan orang-orang di sekitarmu tapi, ada satu hal yang perlu kamu ingat bahwa menyenangkan semua orang adalah hal yang mustahil. Kok bisa sih? Ya, tentu saja sebab, kita semua berbeda satu sama lain. Apa yang menurutmu baik belum tentu baik menurut orang lain, begitu juga sebaliknya. Jadi, berusaha menyenangkan semua orang hanya akan sia-sia dan membuatmu lelah dengan semua opini orang yang berbeda-beda.
Kebiasaan ingin menyenangkan banyak orang hanya akan menjadi hal yang buruk jika akhirnya itu menjadi sesuatu yang membuatmu merasa lelah sendiri dan melakukan segala sesuatu dengan berat hati. Nah, sekarang untuk memastikan apakah kamu termasuk people pleasing atau bukan, mari kita simak tanda-tanda berikut ini.
1. Mengabaikan prinsip hidup sendiri tanpa pertimbangan yang matang
Prinsip hidup yang selama ini sudah kamu terapkan perlahan kamu abaikan hanya karena, ingin mengikuti kemauan orang lain atau ingin menyenangkan orang lain. Padahal sebenarnya kamu merasa berat dan bertolak belakang. Sekarang coba kamu pikir apa jadinya kalau kamu harus mengorbankan prinsip hidupmu demi menyenangkan semua orang? Apakah pengorbananmu memang sepadan untuk itu? Hal seperti inilah yang harus kamu pertimbangkan kembali.
2. Selalu was-was dengan semua pendapat orang lain
Suatu hal yang baik jika kita terbuka dengan pendapat orang lain, dan suatu hal yang wajar pula kalau kita juga mempertimbangkan pendapat orang lain. Akan tetapi, kalau kamu menjadikan semua pendapat orang lain sebagai patokan utama dan menjadi was-was, maka efeknya sangat tidak baik bagi dirimu sendiri.
Bagaimana mungkin, kamu bisa mengubah semua pemikiran orang lain agar sama denganmu. Sebaliknya, bagaimana mungkin kamu bisa mengikuti semua pendapat orang lain tanpa memilih mana yang baik dan sesuai untukmu. Jadi, pikirkan dahulu apakah hal yang kamu lakukan sudah baik dan benar?
Patokan tersebut yang harus kamu pikirkan, sebab sebaik apa pun dirimu atau sebaik apa pun yang kamu lakukan, pasti tetap saja ada pro dan kontra meski tidak semua mengungkapkannya secara langsung. Jadi, apa pun yang kamu lakukan atau keputusan yang kamu buat pada akhirnya kamu sendirilah yang akan menjalaninya.
3. Mulai berpikiran sempit
Mungkin kita bertanya; apa hubungan antara menyenangkan semua orang dengan berpikiran sempit? Tentu saja ada! Pikiran sempit bisa saja terjadi akibat kamu yang terus berusaha untuk melakukan apa yang orang lain inginkan dan menganggapnya sebagai kebenaran, yang kamu sendiri belum tentu tahu benar tidaknya. Kalau sudah begitu, kamu jadinya akan berpikiran sempit alias jauh dari kata open minded. Jadi, cobalah untuk tetap bersikap bijak dalam menanggapi segala sesuatu ya!
4. Hidupmu mulai terasa buntu
Pernahkah kamu merasakan hidupmu sedang buntu atau mentok alias jalan di tempat? Perasaan seperti ini tentu saja membuat kita jadi sangat tidak nyaman karena, kamu merasa bosan dan hidup seolah di situ-situ saja tidak ada kemajuan sama sekali. Penyebabnya bisa banyak, salah satu yang mungkin adalah akibat dari kamu yang terlalu sering berusaha menyenangkan semua orang.
Fokus yang kamu miliki jadi terpecah-pecah akibat kebiasaan menyenangkan semua orang. Setiap orang itu berbeda, kamu harus pandai-pandai memilah mana pendapat orang yang bisa kamu terima dengan baik dan mana yang tidak. Makanya tidak heran, jika kamu jadi tidak berkembang akibat suka mendengar pendapat dari banyaknya orang dan kamu sendiri bingung harus bagaimana. Benar tidak?
Maka, jadilah diri sendiri dan terus mengembangkan diri ke arah yang lebih baik. Sehingga, kalau kamu sudah yakin maka kamu akan menyadari bahwa menyenangkan semua orang adalah usaha yang sia-sia dan tak berbuah hasil.
Ingatlah walau memang gagasan awalnya baik, terlalu sering berusaha menyenangkan orang lain bisa membawa beberapa efek negatif dalam kehidupan. Misalnya, dengan membuat kita merasa kewalahan mengatur jadwal atau menimbulkan rasa tidak cukup berguna bagi orang lain. Hal ini tentunya dapat berdampak pada kehidupan dan kesehatan mental kita dalam jangka panjang. Lalu bila terlanjur memiliki kebiasaan tersebut, apa yang harus kita lakukan?
Pertama, kita disarankan untuk mulai mengakui apa yang sedang kita lakukan. Kita perlu mengakui sedang berusaha menyenangkan orang lain dan bukan membantu mereka. Ini poin utamanya. Perlu kamu ketahui menuruti atau menyenangkan orang lain itu berbeda dengan membantu.
Menurut Christine Carter, seorang sosiolog sekaligus penulis buku dari Amerika Serikat, ada perbedaan besar antara berusaha menyenangkan dan menolong orang lain. “Berdasarkan pengalaman pribadi saya, berusaha menyenangkan orang lain adalah proses untuk menebak apa yang orang lain inginkan, atau apa yang akan membuat mereka memandang kita dengan baik, kemudian berusaha mewujudkan gagasan itu,” sebut Carter.
Selanjutnya, kita juga bisa untuk mulai mengenali apa yang sedang dirasakan. Apakah kita merasa bahagia melakukan tindakan tersebut? Apakah kita merasa terbebani? Kemudian jika kita merasa khawatir akan mengecewakan orang lain dengan mengatakan tidak, tips kesehatan menyarankan kita untuk berpikir dengan cara sebaliknya.
Kita diminta untuk mencoba berpikir, apa yang akan dirasakan oleh mereka terutama orang terdekat kita jika mengetahui kita meng-iyakan permintaan tersebut hanya karena merasa tidak enak, bukan karena benar-benar ingin melakukan tindakan tersebut. Mereka mungkin akan kecewa dan begitu pula sebaliknya.
Terakhir, kamu juga perlu mengetahui bahwa apa yang kita lakukan tidak selamanya baik. Kita tidak pernah bisa memuaskan semua orang. Maka, tidak ada salahnya kita mulai lebih memperhatikan diri kita terlebih dahulu dan berhenti selalu berusaha menyenangkan orang lain, jika itu hanya membuatmu kesulitan dan tidak menjadi diri sendiri.
Editor: Nurul Liza Nasution

