
Penulis: Nurur Ramadhan Nasution
Banyak orang rutin menjalankan salat duha karena, sebagai salah satu ikhtiar untuk mendatangkan rezeki. Bahkan, ada yang mewajibkan diri untuk melaksanakan solat ini. Bagi orang yang demikian, hukumnya diperbolehkan, yakni sunnah yang diwajibkan. Hal yang tidak diperbolehkan adalah menjadikan yang wajib menjadi sunnah atau memperbolehkan untuk ditinggalkan.
Karena pentingnya salat duha bagi kehidupan, luangkanlah waktumu untuk mendirikan salat ini, baik yang bekerja di pasar, ladang, kantor, maupun mahasiswa. Salah satu keajaiban atau kedahsyatan melakukan salat duha adalah dijauhkan dari kesukaran dalam berpikir. Keistimewaan salat duha tidak hanya tentang rezeki, tetapi juga berkaitan dengan bentuk rezeki selain materi dan uang.
Jika tidak mampu bersedekah, maka sebaiknya kita mendirikan salat duha. Salat ini dapat menjadi pengganti sedekah tersebut. Sebab, setiap ruas tulang kita membutuhkan sedekah setiap hari. Ruas yang ada pada diri kita berjumlah 360. Jika tidak memberikan sedekah terhadap sendi-sendi tersebut, maka kemungkinan besar badan kita sangat gampang terserang penyakit. Inilah alasan kita harus rutin mendirikan salat duha. Berikut ini beberapa keutamaan lain salat duha:
- Sebagai pengganti sedekah sendi-sendi
Salah satu fungsi salat duha adalah sebagai untuk sendi-sendi agar diri kita tetap sehat dan terjaga. Oleh karena itu, hal paling mudah dilakukan untuk memberi sedekah pada sendi adalah dengan melakukan salat duha.
- Sebagai sarana mendapatkan rahmat dan nikmat Allah SWT
Sepanjang hari, kita memperoleh kenikmatan fisik, seperti sehatnya badan, dan ruh, seperti masih bisa melakukan kebaikan-kebaikan.
- Sebagai pelindung diri dari panasnya api neraka
Bagi orang yang rutin melaksanakan salat duha, niscaya allah SWT mengganjarnya dengan balasan surga. Rasulullah Saw, bersabda:
“Di dalam surga, terdapat pintu yang bernama Bab Adh-Dhuha (Pintu Duha) dan pada hari kiamat nanti ada yang akan memanggil, ‘Di mana orang yang senantiasa mengerjakan duha? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang AllahSWT.” (HR. At-Tabrani)
- Tercukupinya kebutuhan hidup
Hidup orang yang senang dan gemar mendirikan salat duha akan tercukupi. Tentu saja, hidup berkecukupan lebih baik jika dibandingkan dengan orang yang haus kekayaan. Namun, tidak peduli seberapa banyak harta kekayaan yang dimiliki, semua tidak akan dibawa saat meninggal. Adapun kekayaan yang dibawa adalah harta yang kita sedekahkan dan infakkan di jalan Allah SWT.
- Menjadi orang yang beruntung
Keberuntungan tidak memandang siapa pun. Orang yang beruntung ialah mereka yang mendapatkan kebaikan secara tidak terduga. Bahkan, orang pintar dan jenius pun kalah dengan orang beruntung.
Editor: Nurul Liza Nasution

