Mager

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Ilustrasi/Pexels)

Penulis: Miftahul Zannah

Semua orang yang ada di dunia pasti pernah merasakan lelah, karena dunia ini adalah tempat orang ber-mujahadah, tidak ada di dunia ini di dapat dengan cara yang mudah. Karena tabiat di dunia itu adalah tempat bersusah payah. Fitrahnya, dunia adalah tempatnya orang bercocoktanam bukan memetik hasil.

Berbeda dengan tabiat di surga,  karena di surga itu semuanya di dapat dengan mudah. Jika seseorang menginginkan makanan maka Allah SWT mendatangkan makanan dengan cara yang sangat mudah. Bahkan jika ia ingin buah-buahan maka pohon itu akan menunduk untuknya sehingga ia dengan mudah memetik buahnya tanpa harus bangun dari tempat duduknya.

Berbeda dengan dunia karena apa yang kita inginkan harus melalui mujahadah, melalui ikhtiar. Bahkan ketika kita ingin menjadi orang yang sekadar rebahan pun Allah SWT mentakdirkan tidur pun lelah, duduk lelah sehingga ia harus berdiri dan sebaliknya. Artinya dunia itu memang seperti itu tabiatnya yaitu lelah.

Jadi jika ada orang yang menghindari lelah dengan tidak bekerja atau melakukan aktivitas lain itu adalah hal yang sangat klise dan naif. Bagaimana ia bisa menghindari lelah? Bagaimana ia bisa menghindari bosan? Sedangkan ia masih berada di tempat yang namanya dunia yang tabiatnya tempat bersusah payah.

Satu-satunya cara menghindari lelah yang tidak perlu lagi bersusah payah adalah masuk surga. Tapi itu tidak terjadi sekarang kita harus meninggal dulu, itu pun tidak ada jaminan. Yang perlu kita pilih sekarang adalah lelah untuk hal yang sia-sia, lelah untuk bersenda gurau atau lelah untuk sesuatu yang mudah-mudahan beribadah kepada Allah agar lelahnya menjadi lillah.

Berbuat baik lelah, bahkan orang yang berbuat dosa sekalipun lelah, jadi orang yang beribadah dengan orang berbuat maksiat sama lelahnya, hanya saja yang membedakan yang satu lelahnya akan dibalas oleh Allah dengan kebaikan dunia akhirat, dan yang satu lagi lelahnya akan dibalas dengan penyesalan.

Maka dari itu berlombalah dalam berbuat kebaikan, tidak ada di dunia ini yang praktis dan tanamkan pada diri ayo lakukan selagi itu masih di jalan yang benar.

Seperti dalam kalimat syair Arab yaitu :

“Janganlah dikau tunda amalan hari ini hingga tiba waktu esok. Mungkin saja esok tiba, bisa saja kau akan kehilangannya.”

Dari syair tersebut kita mendapat pelajaran, jangan sering menunda-nunda waktu untuk melakukan hal-hal yang berguna, mungkin saja esok tidak ada lagi dan hilang begitu saja. Dan kata penyesalan yang datang.

Editor : Ade Suryanti

- Advertisement -

Share article

Latest articles