
Penulis: Putri Oktavia
Setelah sekian lama tagar #dirumahsaja hal-hal apa saja yang sudah dilakukan barangkali telah diselesaikan. Pandemi yang belum berujung ini mengharuskan kita untuk selalu di rumah demi keamanan bersama. Rutinitas seperti jalan-jalan sambil kulineran, foto-foto Instagramable, melihat yang indah-indah, warna-warni, tempat pemandian semua kebiasaan itu harus kita berhentikan sementara mengingat imbauan tegas dari pemerintah.
Lalu alternatif apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi kejenuhan di rumah saja. Belakangan ini ada istilah tren baru yang digunakan yakni rebahan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) rebahan berawal rebah yang artinya bergerak dari posisi berdiri ke posisi jatuh atau berbaring. Namun dalam bahasa gaulnya rebahan diartikan orang-orang yang bermain media sosial sambil tiduran dengan jangka waktu lama sampai adanya istilah ‘kaum rebahan’. Ini menandakan bahwa istilah ini sedang hangat-hangat digunakan, apalagi dalam pandemi ini.
Bermain media sosial adalah alternatif mudah jika kita bosan mengerjakan penatnya tugas sekolah, pekerjaan dan jenuh dengan siaran di televisi yang hanya itu-itu saja. Jika semua rutinitas itu sering dilakukan, pekerjaan menyenangkan apalagi selain tiduran di atas kasur, lantai atau karpet sambil bermain media sosial dan cemilan yang ikut menemani kita. Hati-hati jika rutinitas ini sering dilakukan dengan jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan efek samping bagi tubuh kita.
Dilansir dari laman resmi Hello Sehat jika kita membaca sambil tiduran akan menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan. Seperti mata terasa tidak nyaman atau sakit, penglihatan kabur atau ganda, sakit kepala atau pusing, sensitif terhadap cahaya, mata kering atau berair dan leher sakit. Apalagi sinar yang berasal dari ponsel pintar kita didukung dengan pencahayaan yang tidak sesuai ini dapat menambah gangguan lainnya.
Bermain gadget sambil tiduran mengharuskan kita memegang, mengetik, menggerakkan jari terus-menerus. Ini dapat menimbulkan cedera otot dan saraf akibat regangan berulang yang memiliki sebutan baru yaitu smartphone thumb. Nama ilmiah dari gejala ini adalah tendinitis. Kondisi ini terjadi mana kala tendon membengkok dan melentur, ibu jari dapat meradang dan menimbulkan rasa sakit. Menurut para dokter, semakin hari semakin banyak orang yang mengeluhkan jari sakit terutama pada ibu jari. Ini bukan kasus baru, melihat jumlah pengguna ponsel yang semakin banyak.
Risiko lainnya yakni tubuh hanya berada pada posisi itu saja. Kalau tidak telentang, tengkurap, posisi miring kanan atau kiri. Dengan begini tubuh hanya melakukan pergerakan secara minimalis saja. Menurut data yang dilaporkan oleh European Prospective Investigation Into Cancer and Nutrition (EPIC) pada tahun 2008 menunjukkan bahwa kematian akibat kebiasaan malas gerak jumlahnya dua kali lebih banyak dibandingkan kematian karena obesitas. Apabila kebiasaan buruk ini dibarengi dengan gaya hidup tidak sehat dapat menimbulkan risiko terberat lainnya.
Dilansir dari National Geographic Indonesia malas gerak yang satu makna dengan rebahan dapat menimbulkan risiko stres, gangguan tidur, metabolisme lambat, tekanan darah tinggi, meningkatkan berat badan dan tulang melemah. Banyak kemungkinan buruk yang ditimbulkan memaksa kita untuk merubahnya. Bisa kita melakukan olahraga di dalam rumah, senam, memasak sehingga menciptakan kreasi-kreasi baru, mengasah kemampuan, membentuk tubuh, menurunkan berat badan dengan cara yang sehat.
Risiko di atas mungkin akan minim jika kita mau bergerak ketujuan yang lebih sehat. Jika rebahan sudah menjadi rutinitas yang mendarah daging, rubahlah perlahan sedikit demi sedikit. Mulailah bermain gawai dengan posisi duduk atau meletakkan di atas meja, mengurangi waktu pemakaian, tidak bermain media sosial di tempat yang minim pencahayaan. Perbanyak bergerak walaupun hanya membantu orang tua, membersihkan kamar atau ruang kerja. Setidaknya ada hal-hal bermanfaat saat sedang di rumah saja.
Segala sesuatu yang berlebihan tidak dianjurkan. Anggota tubuh juga butuh bergerak, beristirahat, menjalankan sesuai fungsinya masing-masing. Ibarat seluruh anggota tubuh juga ingin berguna, seperti halnya tujuan hidup manusia yang ingin berguna bagi orang lain. Rebahan untuk menghilangkan penat seharian boleh. Bermain gadget juga boleh, tidak ada yang melarang, tetapi dengan syarat gunakan porsi yang cukup. Perubahan itu dapat merubah diri kita lebih baik dari pada hanya rebahan memainkan media sosial yang fungsinya hanya untuk hiburan semata saja.
Editor: Ade Suryanti

