
Penulis : Audry Uyuni
Kalian pasti pernah menjumpai seseorang yang ketika bekerja atau melakukan sesuatu ia mengeluarkan energi yang sangat all out. Coba tanya mengapa ia bisa seperti itu? Ternyata jika kita amati dan kaji, yang membuatnya demikian adalah sebuah passion itulah gairah hidupnya untuk melakukan suatu pekerjaan setiap harinya.
Mengutip penuturan dari seorang psikolog jebolan Universitas Gajah Mada (UGM), Analisa Widyaningrum katanya passion adalah gairah atau rasa cinta atau juga ketertarikan untuk terus tumbuh selama kita menjalankan aktivitas itu. Lantas bagaimana kita mengenali bahwa itu adalah passion? Iya ciri passion itu ketika kita melakukannya kita tidak ingin berhenti, waktu terasa mengalir begitu saja, ada rasa addiction untuk terus belajar, kalau ditinggalkan ada rasa rindu bahkan ada ketulusan untuk tidak dibayar. Passion itu membuat kita untuk selalu melakukan self improvement.
Lalu selanjutnya timbul permasalahan, bagaimana jika sudah umur 20 tahun masih melanglang buana mencari sebuah passion? Benar bahwa passion itu pencarian seumur hidup, yang tidak bisa ditemukan dalam waktu singkat, sehari, dua hari, atau dalam waktu sebulan, dua bulan, bahkan setahun, dua tahun juga waktu yang belum cukup. Berawal dari situ kita dapat tarik kesimpulan, penting sekali mengenali diri sendiri.
Coba kita analisis kegiatan sehari-hari, mana sih yang waktu begitu cepat, kita addict, rela gak dibayar, dan tanya ke orang lain kita kelihatan suka bangetkah sama kegiatan itu. Lalu refleksikan ke diri sendiri, lakukan hal itu secara berulang sampai pada tahap kita mendapat eksistensi atau pengakuan orang lain dari kegiatan yang kita suka. Begitulah cara kerja menemukan passion.
Jadi sebenarnya passion itu juga gak hanya sekadar suka, tapi butuh effort. Coba tanamkan dalam diri “Ini passion harus aku kejar sebagai sebuah profesi”. Karena memang nikmat banget profesi berdasarkan passion. Ada sebuah quote yang menarik disebutkan bahwa “You don’t have to be the smartest person in the class, but you have to be the hard worker”. Kita gak hanya butuh passion, tapi juga kerja keras, kegigihan, dan konsistensi untuk mimpi jangka panjang.
Banyak kita jumpai setiap lini kehidupan, orang-orang bekerja tidak sesuai passion dalam dirinya. Sayang sekali sebenarnya, ia tidak menikmati itu, ia tidak bisa bekerja secara all out seperti yang saya utarakan diawal. Namun barangkali ada self reason tersendiri darinya, misal katakanlah seorang lulusan Hukum yang bekerja sebagai banker. Suatu ketika ia pasti merasakan tidak enjoy dalam pekerjaannya tersebut. Tapi karena tuntutan membiayai hidup anak-anaknya sehingga hal tersebut menjadi self motivation yang lebih tinggi daripada passion itu sendiri.
Nah, mumpung masih muda belum punya tanggungan hidup, ayo bangun passion mu, segera cari ia, kalau sudah ditemukan kejar terus, jangan lengah sebab nantinya kita sendiri yang harus double effort. Passion itu adalah gairah yang terus tumbuh karena ada sebuah upaya yang gak boleh sederhana, kita dituntut untuk mengerahkan komitmen dan konsistensi diri.
Coba bayangkan gambaran kita di masa depan, kita menjalankan profesi dari sebuah passion, selain kita cinta kita pun bisa ikhlas bahkan ingin terus berbuat lebih baik seiring berjalannya waktu. Siapapun kamu yang membaca tulisan ini, i hope you will be find your passion! Selamat mencarinya!
Editor : Rindiani

