Pendidikan Anak di Tengah Pandemi

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Dok. Pribadi)

Penulis: Ahmad Faiz Nirwan Srg

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 23 Juli 2020, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN). HAN merupakan salah satu hari terpenting dalam kehidupan Indonesia, dengan tujuan untuk menumbuhkan sifat kepedulian dan menjadikan setiap anak sadar tentang pentingnya masa depan yang baik bagi mereka.

Masa pandemi ini membuat banyak anak kurang terpenuhi haknya. Salah satunya pendidikan, pendidikan merupakan pokok utama dalam pembangunan sumber daya manusia dan merupakan kunci terwujudnya masa depan yang baik dan bermanfaat. Banyak anak-anak yang kesulitan dalam mengakses pendidikan. Proses belajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka di sekolah, sementara harus dilakukan dari rumah secara daring melalui berbagai aplikasi.

Dilansir dari m.detik.com (14/5/2020), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau belajar daring akan terasa dampaknya di masa depan. Sistem ini memanfaatkan teknologi untuk interaksi antara siswa dan guru.

Benar, sangat bermanfaat dalam penggunaan teknologi untuk menunjang pendidikan, karena dengan itu belajar tidak lagi monoton di dalam kelas. Tetapi, tidak semua anak dapat mengakses pendidikannya secara daring. Ada yang karena keterbatasan internet, ponsel yang kurang mumpuni, faktor ekonomi, atau bahkan orang tua yang kurang bisa mengajari anaknya dan lain-lain.

Selain itu, dampak yang ditimbulkan pun lebih banyak negatifnya. Semenjak diterapkannya pembelajaran model ini, anak-anak lebih cenderung bermalas-malasan, hanya sekadar mengikuti pembelajaran. Tugas dikerjakan orang tua tanpa melibatkan si anak. Berkurangnya kegiatan positif yang dilakukan selama di rumah, bahkan ada yang sampai putus sekolah, sehingga terbentuklah akhlak dan moral anak-anak dengan kurang baik.

Dalam situasi seperti ini, peran orang tua dan pendidik yang sangat dibutuhkan. Orang tua harus lebih ekstra lagi mengawasi, membimbing dan memotivasi anak untuk tetap semangat belajar dengan metode belajar yang mampu memunculkan rasa ingin tahunya. Dan guru sebagai pendidik juga harus lebih peduli dan semangat memberikan ilmu pengetahuan dan agama kepada para anak didiknya.

Karena pendidikan sangat penting bagi kehidupan kita terutama anak bangsa. Semakin baik kualitas pendidikan suatu negara, semakin berkualitas pula sumber daya manusianya. Maka dari itu, teruslah belajar dan menuntut ilmu, di mana pun, kapan pun.

- Advertisement -

Share article

Latest articles