Persentase Pendapat Mengenai Kuliah Daring

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Tim Infografis

Penulis: Pemas Divisi Litbang LPM Dinamika

Tim Penelitian dan Humas (Pemas) Litbang LPM Dinamika UIN SU melakukan jajak pendapat via Google Form tentang sistem perkuliahan secara daring yang diterapkan oleh banyak kampus di Indonesia termasuk UIN SU. Sesuai dengan surat edaran No.B.07/.Un.II.R/B.1.3.c/KS.02/03/2020 Tentang Kebijakan Akademik dan Non-Akademik Terkait Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19) Di Lingkungan UIN SU.

Penyebaran G-form dilakukan pada Selasa (7/4/2020) sampai 4 hari ke depannya, Sabtu (11/4/2020). Responden yang dihasilkan dari jajak pendapat G-form tersebut  mencapai 509 tanggapan yang tersebar ke 8 fakultas di UIN SU. Berdasarkan hasil G-form tersebut tim Pemas menemukan bahwa dari 509 responden diketahui 58% memilih jawaban bahwa sistem perkuliahan secara daring yang diterapkan saat ini belum efektif. Sedangkan, sebanyak 21% tidak efektif sama sekali, 18% cukup efektif, dan 3% untuk jawaban bahwa sistem perkuliahan daring yang diterapkan saat ini sudah efektif.

Selanjutnya, mengenai tingkat pemahaman mahasiswa saat kelas daring berlangsung diketahui bahwa, sebanyak 48% responden memilih jawaban 26-50% yang dapat dipahami, 38% responden memilih jawaban 0-25% yang dapat dipahami, 13% untuk jawaban 51-75% yang dapat dipahami dan 1% untuk 76-100% yang dapat dipahami.

Penerapan sistem kuliah daring ini sendiri menimbulkan banyak kendala di kalangan mahasiswa. Untuk kendala paling banyak didapati itu pada dosen yang cenderung memberi tugas berlebih daripada penyampaian materi terbukti sebanyak 46% responden memilih jawaban tersebut. Kendala selanjutnya yaitu, ada pada kuota internet yang terbatas serta jaringan yang kurang mendukung, sebanyak 34% jawaban responden.  Sebanyak 18% untuk kendala berupa lebih sulit memahami materi karena dosen yang kurang atau tidak menjelaskannya terlebih dahulu. Serta 2% untuk kendala absensi yang tidak efektif.

Kemudian, untuk sistem perkuliahan daring ini sendiri sudah diterapkan oleh sebagian besar dosen di UIN SU terbukti sebanyak 49% responden memilih jawaban tersebut. 41% untuk jawaban semua dosen sudah menerapkannya. 10% untuk jawaban hanya sebagian kecil dosen yang menerapkannya, dan 0% untuk jawaban belum ada dosen yang menerapkannya.

Selama penerapan sistem kuliah daring ini bermacam-macam aplikasi yang digunakan dosen kepada mahasiswanya. Dilihat dari kemudahan dan keefektifannya dalam proses pembelajaran, responden paling banyak memilih jawaban melalui aplikasi WhatsApp sebanyak 68%. Aplikasi Zoom sebanyak 13% responden. 12% untuk jawaban aplikasi Google Classroom. 6% untuk jawaban melalui e-Learning dan 1% untuk jawaban aplikasi lainnya.

Dalam penerapan sistem kuliah daring ini, mahasiswa membutuhkan dan mengharapkan adanya subsidi UKT dari pihak kampus, terbukti sebanyak 65% responden memilih jawaban tersebut. 26% responden memilih jawaban untuk subsidi kuota internet, dan 9% untuk jawaban kejelasan sistem kuliah daring dari pihak kampus.

Editor : Ayu Wulandari Hasibuan

- Advertisement -

Share article

Latest articles