Program Studi Manajemen dalam Konsep Wahdatul Ulum

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Dok. Dinamika)

Penulis : Nurbaiti, M.Kom

Revolusi Industri telah memasuki fase keempat atau yang sering disebut Revolusi Industri 4.0. Revolusi ini ditandai dengan makin semaraknya perkembangan internet dalam dunia industri. Berbagai jenis usaha mengubah pola usahanya, yang sebelumnya menggunakan media luring, sekarang memanfaatkan media daring untuk mengembangkan usahanya. Perubahan pola ini menimbulkan berbagai jenis usaha baru yang menggantikan jenis usaha lama dengan menggunakan pola lama. Perubahan ini disebut juga era disrupsi.

Sejalan dengan terus berkembangnya dunia industri, maka ilmu-ilmu yang terkait dengan pengelolaan industri juga menyesuaikan dengan arah perkembangan, salah satunya adalah ilmu Manajemen. Manajemen secara sederhana artinya mengatur dan mengelola. Saat ini, ilmu manajemen yang dikembangkan harus berbasis pada science, tegnology, engineering, dan mathematics (STEM). Ilmu Manajemen juga harus mengacu pada pembelajaran yang terkait dengan teknologi informasi, internet of things, big data, dan komputerisasi. Selain harus menguasai teknologi, ilmu Manajemen juga harus berbasis pada pengembangan nilai- nilai luhur dan nilai-nilai spiritual.

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Medan memiliki konsep Wahdatul Ulum atau penyatuan pendekatan ilmu-ilmu keislaman (Islamic studies) dengan ilmu pengetahuan Islam (Islamic science), atau antarbidang ilmu pengetahuan Islam, antara ilmu alam (natural science), ilmu sosial (social science), dan humaniora.

Terkait dengan konsep wahdatul ulum, maka UIN SU membuka program studi Manajemen yang tujuannya mengembangkan ilmu Manajemen yang tidak hanya berbasis pada penguasaan teknologi informasi, namun juga berbasis pada pengembangan nilai-nilai keislaman.

Dalam konteks keislaman, Manajemen memiliki unsur-unsur yang tidak berbeda dengan Manajemen secara umumnya. Konsep planning atau perencaan, dalam pandangan Islam semua amal harus direncanakan dengan matang, karena setiap perbuatan akan menimbulkan sebab akibat, perencaan yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik. Kemudian konsep organizing atau pengorganisasian, dalam pandangan Islam adalah pembagian atau penempatan sesuai dengan bidang keahliannya. Selanjutnya konsep actuating atau pengarahan, dalam konsep Islam terkait dengan leadership bahwa seorang pemimpin itu tidak hanya memberikan perintah, tetapi juga mampu memberikan contoh. Terakhir konsep controling atau pengawasan, dalam pandangan Islam semua kerja manusia dilihat dan dinilai oleh Allah Subhanahu wa taala dan akan diberikan balasan sesuai dengan amal perbuatannya.

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN SU berusaha menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas dalam penguasaan teore manajemen, tetapi juga cerdas dalam pelaksanaan dan pengaplikasian ilmu Manajemen dalam dunia kerja. Lebih dari itu, lulusan Program Studi Manajemen tidak hanya mampu bersaing dalam perkembangan teknologi, tetapi juga bisa mengaplikasikan nilai-nilai keislaman dalam dunia kerja.

Lulusan Program Studi Manajemen bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, tetapi tidak meninggalkan nilai-nilai keislaman dalam bekerja, karena sudah terpatri dalam dirinya bahwa bekerja tidak semata hanya untuk mencari materi, tetapi bekerja adalah ibadah dalam upaya menggapai rida Allah Subhanahu wa taala.

 

*) Penulis adalah Kepala Prodi Manajemen  S-1 FEBI UIN SU

_

Redaksi menerima karya kontributor (cerpen dan opini) dari mahasiswa/i dan dosen tetap UIN SU. Naskah dikirim melalui surel: lpmdinamikaiainsu93@gmail.com dengan subjek: KARYA KONTRIBUTOR. Naskah yang dikirim dalam bentuk Word Dokumen dan dilengkapi foto dan data pribadi yang perlu dipublikasi. Redaksi tidak menerima karya plagiat dan telah dipublikasikan di media lain, apabila karya yang telah dikirim tidak mendapat balasan dalam waktu dua minggu, kontributor berhak menarik tulisannya.

- Advertisement -

Share article

Latest articles