
Penulis: Zanna Nurpiana
Tentang spesial, acap kali kita berpikir memusatkan diri lebih menonjol dari pada orang lain. Saking antusiasnya, kita rela berusaha dan bekerja keras hanya untuk mendapat perhatian tersebut. Padahal spesial tidak selalu diperuntukkan oleh orang orang lain. Kita bisa menjadi spesial atas diri dan sikap pada diri sendiri. Lebih tragisnya, kita rela menjadi orang lain agar tampak spesial di matanya. Hal ini yang membuat diri kita lupa akan siapa dan tujuan diri kita.
Tau gak sih? Kita bisa menjadikan diri kita spesial ketika kita muhasabah setiap ada masalah. Muhasabah yang berarti mengoreksi diri merupakan hal yang sederhana tapi susah untuk dikerjakan. Kadang kita lebih asyik dengan kemurungan dan rasa kesal atas masalah yang kita miliki. Padahal, kita bisa menghibur diri dengan menjadikannya pelajaran dan tak akan mengulanginya. Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَلَا يَرَوۡنَ أَنَّهُمۡ يُفۡتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٖ مَّرَّةً أَوۡ مَرَّتَيۡنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمۡ يَذَّكَّرُون
“Dan tidakkah mereka (orang-orang munafiq) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?” (QS At-Taubah:126)
Dari ayat tersebut kita dapat menarik kesimpulan yakni teruslah memperbaiki diri. Ketika kita memuhasabah diri, maka itu adalah awal untuk menjadi spesial dalam diri kita. Tak lupa juga diikuti dengan berpikiran positif.
“Berpikirlah positif, tak peduli sebesar apapun masalah mu” (Ali Bin Abi Thalib)
Terkadang kita yang terlalu larut dalam masalah, membuat pikiran yang sebelumnya jernih dan fokus pada tujuan hilang dan buyar karena masalah yang kita hadapi. sehingga pikiran positif yang ada pada diri kita kalah dengan pikiran cemas, takut dan kesal atau negatif yang ternyata berdampak buruk. Wah, ternyata hal yang sepele mampu mewujudkan apa yang menjadikan sugesti kita dalam berpikir. Ayo berpikir positif apapun yang terjadi bahkan dengan pandemi yang tampaknya betah dengan kehidupan kita, tetap kita menjalani hidup menjadi lebih baik.
“Jika kamu melihatnya dengan positif, masa lalu tidak ada yang buruk. Yang ada hanya masa lalu yang indah dan pelajaran yang berharga.” Mario Teguh
Setelah muhasabah dan berpikir postif, saatnya diri kita untuk terus bergerak dan bersiap menghadapi hal-hal baru selepas semua ini, tak ada kata tak mungkin. Beranikan diri kita untuk menunjukkan siapa diri ini sebenarnya. Berlatihlah dan berusaha untuk menjadi yang terbaik dan spesial, tapi bukan di mata orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri. Jangan biarkan cemoohan dan kesalahan menghentikan langkah setiap mimpi kita, apalagi di tengah situasi yang serba sulit ini.
Yakinkan diri kita, percaya akan anugerah-Nya maka siaplah kita menjadi spesial di mata hati kita sendiri, tanpa resah memikirkan komentar orang lain atas hidup kita. Be your self and we are all human and we have the opportunity. So, what makes you special? the answer is your self to be better.
Editor: Ayu Wulandari Hasibuan

