
Penulis: Yulfina
Begitu banyak tantangan yang harus dihadapi setiap muslimah yang ada di dunia ini pentingnya untuk menutup aurat bukan hanya karena azab yang akan diberikan di akhirat nanti akan tetapi banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari menutup aurat, dengan berpakaian panjang tidak akan membuat kulit kita terbakar karena kepanasan di siang hari serta menjaga kita dari perbuatan maksiat juga gangguan dari orang lain dan yang paling utama ialah sebagai identitas kita sebagai seorang muslimah.
Ketika kita tidak menutup aurat beban dan tanggung jawab bukan hanya ada pada kita, tetapi pada ayah kita dan saudara laki-laki kita. Mereka bertanggung jawab untuk selalu mengingatkan kita agar menutup aurat, bukan apa-apa tapi mereka tentu tahu bagaimana pandangan laki-laki melihat wanita yang berpakaian terbuka.
Di zaman sekarang ini begitu banyak wanita menampakkan aurat nya. Demi tampil cantik bahkan tidak sedikit yang mempertontonkan dan memperlihatkan baik secara langsung maupun tidak langsung seperti memakai pakaian yang ketat mengikuti lekuk tubuh atau bahkan transparan.
Hal seperti ini akan membuat kita memberi dosa kepada ayah kita. Karena ia mempunyai tanggung jawab yang sangat besar kepada putrinya. Ayah yang baik tentu akan mengarahkan anaknya kepada hal-hal yang baik memberi tahu anaknya akan perkara yang harus dilakukannya dan apa perkara yang harus ditinggalkan anaknya itu juga demi kebaikan anaknya oleh karenanya sebagai seorang anak hendaklah kita menutup aurat kita jika memang menyayangi ayah kita.
Bayangkan saja bagaimana panasnya api kecil dari pemantik api saat mengenai kulit kita akan terasa sakit bukan? Lalu bagaimana dengan panasnya api neraka yang akan menyentuh kulit ayah kita.
Bukankah semasa kecil ayah adalah orang yang akan membujuk putrinya ketika ia menangis? Memberi pelukan hangat kasih sayangnya kepada kita, bekerja mencari nafkah demi kita, panasnya matahari tidak menghalanginya untuk terus mencari nafkah.
Coba kita perhatikan bagaimana gambaran ayah kita dari belakang, akan terlihat tubuh yang mulai membungkuk karena sudah mulai menua dan lelah, kulit yang mulai hitam dan keriput, dan lihatlah raut wajah letihnya saat tidur. Maka akan kita lihat betapa lelahnya ia mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan kita.
Maka sudah sepatutnya kita tidak memberi siksaan kepada orang tua kita. Secara tidak langsung saat kita mempertontonkan aurat kita, maka akan ada azab yang akan menanti ayah kita. Oleh karenanya, jika memang kita menyayangi ayah kita dan saudara laki-laki kita maka kita harus menutup aurat semaksimal mungkin.
Meskipun banyak rintangan dan godaan yang harus dihadapi tapi yakinlah semua itu akan ada gunanya, dengan menutup aurat kita terhindar dari kejahatan seksual yang sangat marak terjadi di dunia ini. Dengan menggunakan hijab, menutup aurat memakai pakaian yang longgar itu akan memberikan ketenangan, itu merupakan identitas kita sebagai muslimah dan tentu kita akan dilindungi Allah.
Jauh sebelum kita lahir bahkan saat kelahiran kita, orang tua memberikan yang terbaik untuk kita, menjaga, melindungi, mengayomi, mengasihi, menyayangi, semua dilakukan tulus ikhlas demi anaknga. Salah satu cara untuk membalas jasa mereka adalah menutup aurat dan berbakti kepada mereka.
Seorang muslimah yang memang menyayangi ayahnya maka dia akan berusaha untuk menutup auratnya karena dia tidak akan menyakiti ayahnya yang sudah menyayanginya melakukan dan memberikan yang terbaik untuknya.
Disertai dengan menjauhi dan meninggalkan perbuatan maksiat seperti pacaran karena pacaran sebelum menikah akan mendatangkan mudarat. Saat berpacaran orang akan lebih leluasa untuk melakukan tindakan maksiat, berbuat dosa. Bukankah ajaran Islam tidak memperbolehkannya? Lalu mengapa kita melakukannya? Bahkan untuk tatapan saja tidak boleh, akan termasuk zina mata jika mengandung niat hawa nafsu apalagi berpacaran.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir 20:211)
Meskipun kesahihan hadis ini masih dipermasalahkan oleh ulama lain, akan tetapi menurut Syaikh Albani hadits tersebut shahih.
Oleh karenanya, jika memang kita menyayangi ayah kita maka tutuplah aurat kita. Karena jika kita tidak menutup aurat itu hanya akan memberikan tambahan dosa dan azab bagi ayah kita dan jangan pernah pacaran atau mendekatinya sebelum menjadi mahram atau ikatan yang sah.
Editor: Ayu Wulandari Hasibuan

