Si Pecandu Hewan

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi kucing. (foto/ilustrasi/pexel)
- Advertisement - jd

Penulis: Yulita Cita Anggini

Awalnya, dia hanyalah seorang anak yang candu bermain game di warnet. Hari-harinya selalu dia habiskan di warnet. Setiap pulang sekolah selalu dia sempatkan untuk mampir ke sana. Kadang karena keasyikan bermain,  sampai lupa  untuk pulang ke rumah.

Sebut saja namanya Kara. Kara seorang anak laki-laki yang hidup dari keluarga sederhana. Anaknya berprestasi di sekolah. Sampai pada akhirnya dunia game yang menyelimuti pemikirannya dan membuatnya malas untuk belajar. Akibatnya prestasi  di sekolah pun menurun. Dia acuh tak acuh dengan semua itu karena fokusnya hanya ke game.

Suatu hari, dia berniat untuk pergi ke warnet melanjutkan game yang dia mainkan kemarin. Tanpa sadar, dia lupa waktu. Ketika dia melihat jam, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB. Akhirnya, dia memutuskan untuk pulang ke rumah. Dalam perjalanan, dia takut dengan apa yang akan terjadi nantinya. Benar saja, ayahnya sudah memasang muka merah padam menunggu kepulangannya. Sambil memegang sabuk dan bersiap untuk melibasnya. Kara ketakutan jika saja benar dia akan dilibas dengan sabuk itu.

Ternyata ketika ayahnya melihat dia pulang, ayahnya segera memeluknya. Kara pun tertegun dengan apa yang terjadi barusan. Ayahnya bukan marah, hanya saja khawatir melihat putranya yang tak kunjung pulang. Dari situ Kara pun berjanji untuk tidak bermain game lagi di warnet. Karena gara-gara game itu  dia jadi lupa waktu dan lupa bahwa dia juga punya rumah serta keluarga yang khawatir terhadapnya.

Baca juga: Kembali Pada Al-Qur’an

Sejak tidak bermain game lagi di warnet, Kara memutuskan untuk mencari hobi baru. Ayahnya menyarankan agar dia memelihara hewan di rumah. Kara pun menyetujuinya. Dia memilih burung untuk dipeliharanya di rumah. Selain memberi makan, minum, membersihkan kandang, dia juga memandikan burung itu. Lama-kelamaan jumlah burung yang dipelihara semakin banyak. Burung itu juga terdiri dari berbagai macam jenis, ada Cocktaile, Love Bird, Murai Batu, Murai Daun dan banyak lagi yang lainnya. Selain burung, dia juga memelihara ayam, kucing, musang, berbagai jenis ular dan iguana.

Dia memang menyukai hewan sejak kecil. Dan baru sekarang dia bisa menyalurkan hobinya tersebut. Hewan-hewan tersebut menjadi candunya untuk bisa memiliki serta memeliharanya. Jumlah hewan yang dipeliharanya di rumah sudah tak terhitung. Jika bisa, mungkin dia sudah membuka Taman Hewan di rumah. Orang tuanya pun pusing dengan semakin banyaknya hewan yang dipelihara. Bukannya marah, tetapi takut jika nanti hewannya tidak terurus karena jumlahnya yang banyak. Serta dia juga tidak bisa pergi jauh bahkan menginap berhari-hari karena hewannya banyak yang harus diurus setiap harinya.

Tak terasa sudah bertahun-tahun juga dia memelihara semua hewan tersebut. Selama itu pula dia mengikuti komunitas pecinta hewan yang terdiri dari para pecinta hewan dari berbagai daerah. Dari komunitas itu dia mendapatkan banyak teman. Di situ mereka saling berbagi ilmu dan pengalaman dari hewan-hewan yang mereka pelihara masing-masing. Berbagi cerita suka dan duka selama memelihara hewan tersebut, serta banyak kegiatan lain yang mereka lakukan dalam komunitas itu. Komunitas itu juga menggerakkan agar masyarakat melestarikan hewan-hewan yang ada, tidak menyakiti atau membunuh karena sesama ciptaan Tuhan.

Baca juga: App War: Drama dalam Persaingan Startup

Dan akhirnya dari hobi tersebut, dia pun mendapat pekerjaan yang sesuai dengan hobi dan yang sudah dia idamkan sejak dulu. Dia bekerja di Taman Hewan sebagai perawat satwa. Dia sangat menekuni pekerjaannya. Tak pernah lelah ataupun bosan dengan pekerjaan itu karena memang sesuai dengan hobinya. Dari pekerjaan itu pula, dia bisa pergi ke Malaysia mengikuti seminar yang diadakan di sana secara gratis. Dan dari pekerjaannya itu pula dia membiayai kuliahnya sendiri. Jadi setiap pagi sampai sore dia bekerja dan malam dilanjutkan untuk kuliah. Begitulah hari-hari yang dilewatinya. Dia sangat bersyukur karena mempunyai keluarga yang mendukung hobinya sampai saat ini

Editor : Miftahul Zannah

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles