Sikap Produktif Generasi Muda untuk Kemajuan Bangsa

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Internet www.goodnewsfromindonesia.id)

Penulis: Umi Hasanah Purba

- Advertisement - jd

Generasi muda Indonesia adalah aset berharga bagi negara. Karena para pemuda membuat generasi kreatif yang gdapat diandalkan menjadi penerus bangsa, yang akan menciptakan perubahan beberapa tahun ke depan. Namun, sangat banyak pemuda yang prilakunya kurang mendukung perubahahan yang lebih baik terhadap kemajuan bangsa. Banyak remaja yang belum bijak dalam memanfaatkan waktu 24 jam yang dimiliki.

Banyak anak remaja yang waktu luangnya tidak diisi dengan kegiatan-kegiatan yang produktif. Seharusnya waktu luang yang dimiliki bisa digunakan untuk belajar menempah skill dan upgrade diri malah dipakai untuk rebahan dan gulir media sosial berjam-jam atau nonton film/drama. Mereka beranggapan bahwa yang dilakukan tersebut adalah untuk mengistirahatkan diri sejenak dari rutinitas sehari-hari.

Tentu tidak salah jika rebahan ditujukan untuk mengistirahatkan diri agar kembali lebih segar untuk melakukan kegiatan selanjutnya, karena sejatinya manusia sangatlah memerlukan itu. Namun, yang lebih disoroti adalah adanya prilaku rebahan yang berdampak terhadap produktifitas seseorang dalam menghasilkan karya dan menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan.

Pemuda haruslah mengisi waktu luangnya dengan melakukan hal-hal yang produktif. Sikap produktif yang dimaksud adalah, prilaku yang dapat menghasilkan dalam jumlah besar yang mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi dari hasil yang akan diraih.

Seseorang yang produktif tidak akan rela menggunakan waktu berharganya hanya untuk bersantai belaka tanpa tujuan yang jelas. Ia menyadari bahwa waktu yang dimiliki akan sia-sia jika hanya digunakan untuk melakukan kegiatan yang tidak jelas. Pentingnya menggunakan waktu sebaik-baiknya juga anjuran dari Allah Subhanahu wa taala dalam surat Mu’minun ayat 112–114 yang artinya:

“Dia (Allah) berfirman: ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di Bumi?’ Mereka menjawab: ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung’. Allah berfirman: ‘Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja jika kamu benar benar mengetahui’.

Selain itu Allah taala juga menyampaikan dalam surat Al-Hajj ayat 47 yang artinya: “Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu”.

Dari sini dapat dipahami bahwa penting bagi manusia untuk memanfaatkan waktu yang dimiliki di dunia dengan sebaik mungkin, waktu yang dilalui tidak akan bisa diputar kembali. Allah subḥānahu wa ta’āla mengharapkan manusia dapat memahami makna terkait pentingnya menghargai waktu, yakni dengan bersikap produktif.

Lalu, mengapa sih manusia masih banyak yang tidak produktif? karena orang yang tidak produktif cenderung merasa meiliki banyak waktu yang bisa ia gunakan kapan saja. Satu jam baginya bukanlah apa-apa. Berbeda dengan orang yang produktif, menganggap satu jam sebagai benda berharga yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Dengan menyibukkan diri, yakni mengisi hari dengan berbagai kegiatan bermanfaat tentu akan mendisiplinkan diri memiliki sikap produktif. Karena merasa memiliki tenggat yang harus segera diselesaikan tepat waktu agar tujuan akhir dapat tercapai secara maksimal. Untuk itu, marilah mendidik diri agar senantiasa produktif demi terciptanya generasi muda yang dapat berkontribusi untuk pembangunan agama dan bangsa.

Editor: Khairatun Hisan

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles