Simpan Sampahmu untuk Laut Kita

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrator: Lahza Taya Agnieszka
- Advertisement - jd

Penulis: Lazha Taya Aqnieszka

Luas lautan di dunia lebih besar dari pada daratan , sekitar 70 banding 30. Sehingga menjaga kelautan itu sudah hal yang harus di lakukan. Akan tetapi kini di laut sudah banyak sampah kantong plastik yang menggangu kehidupan bagi makhluk hidup yang tinggal di daerah tersebut.

Penggunaan kantong plastik yang sudah melekat di kehidupan membuat kita sulit untuk tidak bergantungan terhadap kantong plastik.  Kecintaan kita terhadap kantong plastik yang sifatnya ringan dan kuat,  tanpa kita sadarai akan berdampak negatif  terhadap lingkungan tempat tinggal kita. Sampah plastik merupakan sampah yang sangat sulit di uraikan. Sekitar 50-100 tahun yang di perlukan kantong plastik agar terurai. Sungguh lama bukan?

Baca juga: Berbeda Budaya dan Agama, Disatukan Bhineka Tunggal Ika

Ada sekitar 8 juta ton sampah plastik yang mengalir di perairan seluruh dunia. Sedangkan di lautan Indonesia sendiri ada sekitar 63% laut yang sudah tercemar sampah plastik. Sampah plastik mempunyai dampak bagi kehidupan makhluk hidup di laut. Sampah plastik tidak hanya membuat laut kotor, akan tetapi makhluk hidup yang di lautan mati karna sampah plastik tersebut. Contohnya saja pada  tahun 2013 penelitian telah menunjukkan 50% penyu memakan plastik dan bisa sampai mati.

Pada Desember 2016 di Sumbawa besar ditemukan seekor kuda laut membawa sampah di ekornya. Sedangkan ikan, ikan justru mendapatkan dampak yang bahaya. Mereka memakan serpihan sampah plastik. Ikan-ikan ini termasuk ikan yang sering kita konsumsi. Sehingga bisa jadi ikan yang kita konsumsi sudah mengkonsumsi sampah, dan itu sama hal nya kita mengonsumsi sampah.

Baca juga: Rektor UIN SU Resmikan Barbershop Juara

Terakhir kali kita mendengar kabar bahwa, seekor paus mati dan terdampar di perairan Wakatobi, dikabarkan hal tersebut disebabkan oleh sampah plastik yang sudah memenuhi lautan. Pasalnya pada sistem pencernaan ikan paus tersebut ditemukan sampah plastik. Terdapat 5,9 kg sampah plastik yang ditemukan di dalam perut ikan paus tersebut . Berikut adalah beberapa tips agar kita lebih bias mencintai lingkungan:

1. Bawa tas belanjaan

Dengan membawa tas sendiri, bisa mengurangi pemakaian kantong plastik yang berlebihan. Selain bisa menjaga lingkungan, kamu juga lebih hemat, karna tidak perlu membayar kantong plastik lagi

2. Bawa kotak bekal sendiri

Kotak makan tidak membatasi kamu untuk membeli makanan apa yang kamu mau. Kamu bisa minta ke penjual makanan untuk mengisi makanan kesukaanmu di kotak bekal favoritmu  yang kamu bawa. Dengan demikian, kamu akan lebih  nyaman makan menggunakan kotak bekal favoritmu itu.

Baca juga: Sejarah Kopi di Indonesia

3. Bawa botol air

Air adalah hal yang sangat dibutuhkan. Cobalah membawa botol air sendiri di setiap kegiatan. Membawa botol minum di setiap kegiatan tak hanya menjaga lingkungan dari banyaknya sampah, tetapi juga dapat  membuat kita lebih sehat.

4. Kurangi pemakaian sedotan

Pemakaian sedotan di berbagai kafe atau restoran sudah tidak asing lagi. Tapi, cobalah untuk menghindari hal tersebut. Mungkin kita bisa membeli sedotan yang  reusable (yang bisa di gunakan berulang).

Baca juga: Hangatnya Sebuah Keluarga

5. Kurangi pemakaian tisu

Cobalah untuk membawa sapu tangan setiap harinya. Jika di rumah kamu bisa menggunakan serbet, lap tangan, dan baju yang sudah tak terpakai lagi. Dengan begitu, kamu bisa menyelamatkakn hutan di Indonesia.Tidak sulitkan untuk mencintai lingkungan? Kurangilah pemakain yang menggangu kesehatan bumi. Cintailah bumi, karna bumi rumah kita. Jangan biarkan sampahmu memenuhi lautan kita. Simpan sampahmu untuk laut kita.

(Sumber:Kumparan/Detiknews)

Editor : Miftahul Zannah

- Advertisement - DOP

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles