Sudahkah Kita Bersyukur atas Nikmat Allah?

- Advertisement - Pfrasa_F
Bersyukur atas nikmat Allah. (foto/Ilustrasi/pexels/Snapwire)
- Advertisement - jd

Penulis: Julisnawati Siregar

Kita pasti sering mendengarMaka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Dari kalimat tersebut kita sudah mengambil kesimpulan bahwa nikmat yang Allah berikan sepantasnya kita syukuri. Mungkin sekarang terpintas dipikiran kita berterima kasih adalah makna dari bersyukur.

Di sini penulis akan mengajak untuk dapat membuka pemikiran kita, bagaimana cara memaknai lebih dalam rasa syukur terhadap Allah swt.

Pertama, kita hanya perlu merasa cukup atas apa yang kita miliki dan menerima nikmat yang telah diberikan. Lantas, bagaimana cara kita menunjukkan rasa syukur itu? Mengucapkan berterima kasih kepada-nya? Cara yang baik adalah dengan selalu beribadah dan melaksanakan salat. Saat melaksanakan ibadah tersebut ajaklah hati untuk ikhlas mengerjakannya.

Kedua, jangan selalu melihat ke atas, tapi tengoklah orang-orang yang di bawah. Jangan hanya melihat kehidupan orang-orang yang lebih sukses, tapi seraya melihat kehidupan orang-orang yang jauh dari kata cukup. Apakah kita tidak malu mengeluh terus? Sementara ada orang yang kehidupannya jauh lebih susah. Namun mereka tetap bersabar. Setidaknya, kita bisa sadar bahwa nikmat yang kita dapatkan dari Allah sudah lebih dari kata cukup.

Baca juga: Meruginya Ketika Menjadi Pelaku Riba

Selain itu, kita bisa dikategorikan sebagai makhluk yang sangat istimewa. Namun, sebagian dari kita masih lalai dalam melaksanakan ibadah. Kita terlihat mudah menunda waktu salat padahal kita bisa mengerjakan hanya dalam waktu lima menit, waktu yang sangat sedikit dibandingkan bermain gawai selama berjam-jam. Kenapa kita tidak bisa meluangkan waktu untuk sedikit lebih lama dalam menjalankan ibadah.

Jika kita menyadari dari waktu 24 jam yang telah Allah berikan, berapa jam lamanya kita berikan waktu terbaik untuk Allah? jika kita menilai diri kita, berapa banyak kita memberikan waktu untuk Allah? hanyalah waktu yang tersisa.

Bukankah Allah yang telah menganugerahi kita waktu yang berharga ini? lalu mengapa Allah pula yang mendapatkan waktu sisa dari waktu terbaik kita? lantas, terlihat banyak hal yang seharusnya kita perbaiki seperti kita terlalu sering beribadah ketika diakhir waktu.

Rasanya tak adil jika selama ini kita meminta kepada Allah apa yang terbaik untuk kita dapatkan. Lalu bagaimana dengan apa yang kita persembahkan pada Allah? sudahkah kita berikan yang terbaik untuk Allah? tak heran, jika kita mendapatkan sisa-sisa dalam kehidupan ini. Sebab kita telah memberikan waktu sisa untuk Allah.

Baca juga: Berniat Hijrah, Ayo Itu Perintah

Jadi bersyukur itu perlu dilakukan seorang hamba atas rezeki yang telah Allah berikan. Bersedekah kepada orang  yang membutuhkan, begitulah cara mensyukuri rezeki yang Allah titipkan. Dengan menyucikan harta yang dititipkan Allah, jangan sampai ketika harta kita banyak, gelap mata pun jadi sifat yang kita lakukan.

“Alangkah menakjubkan urusan orang yang beriman,sesungguhnya seluruh perkaranya adalah baik baginya dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun, kecuali oleh orang mukmin. jika diberi sesuatu yang menggembirakan ia bersyukur, maka hal itu merupakan kebaikan baginya dan apabila ia ditimpa musibah ia bersabar, maka hal itu juga baik baginya.” (HR.Muslim, no.2999).

Bersyukurlah kepada Allah swt dengan ikhlas, maka Allah sendiri akan menambah nikmat kepada kita hambanya. Dan sebaliknya, jika mengingkari semua nikmat yang diberikan maka bersiap siaplah bahwa azab yang akan Allah berikan sangat berat.

Dan (ingatlah) ketika tuhanmu memaklumkan,”sesungguhnya jika kamu bersyukur , niscaya aku akan menambah (nikmat)kepadamu,tetapi jika kamu mengingkari (nikmatku), maka pasti azab ku sangat berat.(QS. Ibrahim : 7)

Editor : Miftahul Zannah

- Advertisement - DOP

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles