Tetaplah Menjadi Diri Sendiri

- Advertisement - Pfrasa_F
Cover film “Imperfect”. (Foto/IMDb/StarVision Plus)
  • Judul Film: Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan
  • Genre: Drama, Komedi, dan Romantis
  • Produser: Chand Parwez Servia Fiaz dan Fiaz Servia
  • Sutradara Film: Ernest Prakasa
  • Tanggal Rilis: 19 Desember 2019
  • Durasi: 113 menit
- Advertisement - jd

Peresensi: Nur Rizky Arini Lubis

Bicara tentang takdir, tidak ada yang bisa membantah. Begitulah beban yang dipikul Rara, ia memiliki bentuk tubuh yang berbeda dengan adiknya. Sehingga sering dibandingkan dirinya dengan adiknya. Rara memiliki badan yang gemuk dan warna kulit yang lebih cokelat dari adiknya.

Film “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan” yang rilis pada 19 Desember 2019 ini merupakan hasil alihwahana dari novel Imperfect: A Journey to Self-Acceptance karya Meira Anastasia, istri dari sutradara film ini yaitu Ernest Prakasa.

Demi menghidupkan suasana, film ini dibintangi oleh tokoh utama Jessica Mila yang berperan sebagai Rara. Yasmin Napper berperan sebagai adiknya Rara yang bernama Lulu, Karina Suwandi berperan sebagai ibu Rara dan Lulu, dan Reza Rahadian berperan sebagai Dika kekasihnya Rara. Cerita dalam film ini dikemas dengan sempurna sehingga muncul berbagai pesan moral di dalamnya.

Baca juga: Split : Manusia dengan 24 Kepribadian

Rara merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Badan gemuk yang dimiliki Rara merupakan hasil turunan dari gen ayahnya. Berbeda jauh dengan adiknya, Lulu memiliki badan yang langsing dan warna kulit yang lebih putih dari gen ibu mereka, yang di mana ibu mereka dulunya ialah seorang pragawati tahun 1990-an . Perbedaan yang  jauh inilah sering menjadi beban buat Rara. Namun, di samping itu Dika yang merupakan kekasih Rara tidak peduli akan kekurangan yang dimiliki Rara dan terus memberi semangat kepadanya.

Semua berawal dari setelah kepergian sang ayah, Rara tidak sanggup menerima kenyataan itu karena, hanya ada sang ayah yang mampu mengerti Rara kala itu. Kemalangan yang menimpanya membuat ia semakin menjadi-jadi makan cokelat yang ia tidak perduli berapa banyak, dan makan malam dengan porsi yang banyak. Hal ini pun membuat ibunya makin menekan Rara untuk tidak makan secara berlebihan mengingat berat badan Rara yang semakin tidak ideal.

Baca juga: Jangan Beri Ruang untuk Kecewa

Rara bekerja di sebuah perusahaan kosmetik dan menjabat sebagai manajer riset. Kala itu ia dibenturkan dengan pilihan. Ada karyawan yang keluar, dan Rara berpikir ia sanggup menggantikan posisi itu. Namun, bosnya akan menyetujui Rara menggantikan posisi karyawan yang telah keluar tersebut apabila ia mampu merubah penampilannya. Rara pun sempat berkecil hati dan tidak percaya diri, sebab teman-teman dikantornya lebih sering merendahkannya karena berat badannya. Tapi, dengan tekad yang kuat ia yakinkan dirinya bisa. Karena kesempatan ini untuk Rara dapat naik jabatan di kantor.

Rara berhasil menerima tantangan dari bosnya. Kini Rara sudah memiliki badan yang ideal. Namun, perubahan itu membuat Rara mengabaikan orang-orang yang sayang kepadanya dan terlena dengan teman-teman yang sudah merendahkannya dulu.

Baca juga: Hangatnya Sebuah Keluarga

Semakin hari Rara pun sadar sudah kehilangan orang-orang yang menyayanginya, pun begitu sebaliknya. Ia menyadari bahwa cantik yang dipandang dari wajah itu relatif. Ia pun kembali kepada orang-orang yang telah terlupakan olehnya sebelumnya dan menerimanya dengan apa adanya.

Film ini memberi pesan moral kepada penonton bahwa tidak sepatutnya kita melakukan body shaming baik itu terhadap teman maupun keluarga, juga tidak selayaknya kita mengukur kecantikan itu hanya dengan satu persepsi. Sebab, kecantikan itu dinilai dari hati dan akhlak seorang wanita bukan dari parasnya saja.

Editor: Nurul Liza Nasution

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles