UIN SU Canangkan 5 Harga Mati Menuju WCU

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Dok. Dinamika
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika online – UIN SU terus berusaha meningkatkan kualitas kampus, agar bisa bersaing di kancah internasional dan menjadi World Class University (WCU). Diantara upaya untuk mewujudkan hal itu, Prof. Dr. Saidurrahmam M. Ag mencanangkan harga mati UIN SU yang sebelumnya 3 harga mati, ditambah 2 dan nantinya akan menjadi 5 harga mati UIN SU, Selasa (31/3).

Penambahan konsep harga mati UIN SU tersebut  diharapkan membuat kampus menjadi universitas yang memiliki kualitas terbaik, seperti yang diungkapkan oleh Yuni Salma S.Ag MM, selaku Subbag Humas dan Informasi yang diwawancara melalui daring via WhatsApp. “Harga mati itu cita-cita dan semoga UIN SU menjadi Perguruan Tinggi yang terbaik,” ungkap Yuni.

Penambahan 2 harga mati itu berupa ‘Filantropi dan Bisnis’. Ia juga berharap agar wacana 5 harga mati ini menjadi cita-cita dan harapan yang baik bagi kampus ke depannya. “3 menjadi 5, semoga menjadi cita-cita dan harapan yang baik,” harap Subbag Humas yang juga seorang dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial (FIS).

Menanggapi hal itu, Amanda Fadhilsyah Giovanni, mahasiswa prodi Pemikiran Politik Islam (PPI) semester 2, menganggap bahwa konsep tersebut belum terlaksana dengan baik. “Kalau menurut aku sih, belum berjalan dengan baik, karena ide kan perlu pembuktian,” jelas Amanda.

Anggapan itu, didasarkan pada fasilitas yang tidak merata di setiap kelas. Amanda berpikir bahwa konsep itu akan berjalan dengan baik jika fasilitasnya jelas. Selain itu, dia juga berharap agar kampus memaksimalkan konsep yang telah ada. “Menurutku cukup 3 aja, tapi dimaksimalkan. Karena, rasanya agak kurang pas kalau perpustakaan akreditasi A tapi mahasiswanya masih pergi ke perpus kampus lain untuk mencari referensi. Karena terbatasnya buku yang ada,” ucap Amanda.

Reporter : Amita dan Havez Ababil

Editor      : Amelia Pratiwi

- Advertisement - DOP

Share article

Latest articles