Unimed Beri Subsidi Kuota Internet Kepada Seluruh Mahasiswa

- Advertisement - Pfrasa_F
Surat edaran rektor terkait subsidi kouta mahasiwa. (Foto/Dok. Istimewa)
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika Online –  Universitas Negeri Medan (Unimed) memberikan subsidi bagi seluruh mahasiswa guna meringankan beban pengeluaran mahasiswa selama menjalankan perkuliahan secara daring akibat pandemi Corona, Jumat (3/4).

Subsidi diberikan sebesar Rp.50.000,- untuk setiap mahasiswa. Pemberian bantuan dana tersebut tertera dalam ketetapan Rektor Syamsul Gultom, melalui surat Edaran Rektor Nomor: 302/E.E2/KR/2020 tanggal 31 Maret 2020 perihal masa belajar penyelenggaraan program pendidikan.

Subsidi bantuan sebesar Rp.50.000,-/mahasiswa untuk kuota internet akan diberikan melalui  transfer ke rekening mahasiswa. Mahasiswa menyampaikan nomor rekening bank yang aktif melalui pengelola jurusan/prodi masing-masing.

Andri Pranata yang merupakan Semaf FKIP Unimed Koordinator Bidang Agama mengatakan bahwa surat edaran itu masih ada yang salah dan sedang masa perbaikan pihak biro. “Letak kesalahannya sudah bisa diprediksi, setelah kami membacanya kesalahan ada pada tanggalnya, jika diperhatikan hari Kamis depan seharusnya 9 April, bukan 7 april. Mungkin, setelah diperbaiki surat resminya beredar kembali,” ungkapnya.

Agi Satya pananda yang juga mahasiswa Unimed jurusan Matematika semester ll menanggapi surat edaran pemberian dana sebesar Rp.50.000,- untuk kebutuhan kuliah daring. “Setiap mahasiswa di beri Rp.50.000,- sebenarnya kurang karena harga paket data yang jaringannya bagus harganya berkisar Rp.63.000,- mungkin karena mahasiswa Unimed banyak sehingga pihak kampus hanya berani memberi dana Rp.50.000,” ujarnya.

Agi pun turut bersyukur atas subsidi yang diberikan pihak kampus karena ada juga beberapa kampus yang belum mengeluarkan kebijakan seperti ini. Hal itu menurutnya dapat meringkatkan beban mahasiswa.

Di samping itu, salah satu mahasiswa UIN SU turut mengomentari surat edaran subsidi dari Unimed. “Mengenai langkah yang diambil oleh rektor Unimed itu langkah yang luar biasa, memudahkan mahasiswanya untuk membeli paket dan melancarkan studi online, walaupun itu jumlah yang sedikit,” ujar Safi’i Ozi Sareji prodi Ilmu Al-quran dan Tafsir.

Safi’i juga berharap kebijakan tersebut dapat diikuti pihak birokrat UIN SU dengan mencontoh langkah-langkah yang dianggap memudahkan mahasiswa seperti hal tersebut. “Buatlah kebijakan yang minimalnya sama,” tutupnya.

Reporter : Amita dan Indah Yani

Editor      : Ade Suryanti

- Advertisement - DOP

Share article

Latest articles