
Penulis: Sasmita Chairuna
Konflik Israel dan Palestina merupakan konflik sangat rumit yang melibatkan berbagai aspek kehidupan. Akar persoalan utamanya tentu persoalan politik, membangun dan mempertahankan negara dan bangsa pada masing-masing yang bertikai. Persoalan itu berhubungan erat dengan aspek-aspek lain. Persoalan menjadi demikian pelik ketika prasangka dan cita-cita yang dibangun di atas sejarah dan angan-angan mereka ikut bermain di dalamnya. Agama pun ikut masuk dan memperkeruh persoalan yang ada.
Dalam konflik yang memanjang itu, ada prasangka bahkan sikap othering pada dua belah pihak (dan pendukung setia masing-masing) yang meletakkan pihak lawan dalam posisi yang selalu salah. Kita melihat adanya sebagian orang atau kelompok Yahudi tertentu terutama yang menyikapi bangsa kelompok atau sebagian besar orang Palestina sebagai kaum teroris. Lebih dari itu, mereka cenderung melihat para pendukung kemerdekaan rakyat Palestina atau relawan kemanusiaan untuk Palestina sebagai bagian kelompok teroris misalnya zionation.
Kelompok zionis progresif tersebut menuduh misi kemanusiaan Freedom Flotilla, yang disponsori oleh Liberties and Humanitarian Relief (IHH), sebuah organisasi hak asasi manusia Turki memiliki hubungan dekat dengan Hamas dan Al Qaeda. Terlepas apakah hal itu benar atau tidak, Israel lalu menganggap misi kemanusiaan yang beberapa bulan lalu ditembaki sekadar tameng untuk melindungi tujuan yang sebenarnya. Yaitu, memperkuat jaringan terorisme.
Baca Juga: Addin 421: Mewarnai Kehidupan Duniawi dengan Gaya Hidup Islami
Mereka meyakini kaum Yahudi sebagai bangsa yang hanya menginginkan kehancuran bangsa Palestina dan sama sekali tidak akan pernah memberikan kemerdekaan untuk masyarakat Palestina. Yahudi adalah teroris dan semua orang Yahudi adalah jahat. Mereka yakin, perundingan dengan Israel hanya akan berujung pada kesia-siaan. Pandangan semacam itu pula yang mereka miliki tentang AS. Mereka menganggap, Negara adikuasa tersebut tidak lebih sebagai pendukung setia segala kebijakan pemerintah Israel.
Dengan demikian, mereka meyakini satu-satunya cara untuk menyelesaikannya hanyalah dengan kekerasan. Banyak di antara pendukung Palestina mereka yang benar-benar mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan sejati. Mereka mendukung rakyat Palestina semata-mata untuk menegakkan perdamaian abadi yang bukan hanya di kawasan Timur Tengah, tapi juga di seluruh alam ini. Pemerintah Israel mutlak harus menghindari simplifikasi persoalan. Melalui kejujuran dan kepercayaan antar manusia terutama antara pemerintah dan negara Israel, pemerintah Palestina, masyarakat dan dunia diikuti dengan aksi nyata untuk sepenuhnya menghindari kekerasan, perdamaian abadi akan terjamin di dunia ini. Khususnya di Palestina, Israel dan sekitarnya.
Konflik antara Palestina dan Israel menjadi seperti tidak pernah ada habisnya, serangan yang di turunkan oleh pihak Israel ke tanah Palestina menjadikan banyaknya masyarakat Palestina harus merenggut nyawa dan kesakitan akibat konflik tersebut. Konflik yang bertemakan politik menjadi perenggutan HAM yang dimiliki setiap orang yang terlibat perang tersebut, pendukungan para zionis Israel di Indonesia patut di pertanyakan, mayoritas penduduk Indonesia yang muslim dan tingginya rasa kemanusiaan di Indonesia menjadikan pemimpin kita saat ini presiden Jokowi juga mengecam tindakan zionis Israel terhadap Palestina karena rasa tali persaudaraan dan tingginya integirtas kemanusiaan yang dimiliki bangsa Indonesia.
Akan tetapi, tidak sedikit kita mengetahui bahwa setiap permasalahan pasti ada pro dan kontra di dalamnya terutama dalam perihal perang antara Palestina dan Israel. Banyak artis Indonesia bahkan produk kebanggaan Indonesia menjadi salah satu pendukung Israel contohnya adalah produk scarlett, esqa, rose all day dan lain-lain bahkan artis yang dulunya muslim juga mendukung tindakan keji zionis Israel terhadap Palestina.
Kita sebagai masyarakat yang beragamakan Islam tentu miris melihat saudara kita diserang habis-habisan untuk merebut kekuasaan wilayah tentunya kita juga miris melihat masih ada pendukung zionis Israel secara terang-terangan karena beranggapan bahwa perang antara Israel dan Palestina merupakan konflik antar agama padahal sudah diketahui bahwa perang antara dua negara ini tidak ada sangkut pautnya pada agama tetapi pada wilayah.
Rasa kemanusiaan di diri manusia telah diatur oleh Allah Swt. dalam Al-Qur’an yang mana bahwa seluruh umat manusia itu bersaudara. Banyak ayat Al-Qur’an yang membahas bahwa seluruh manusia itu bersaudara terutama kaum mukmin, perang zionis Israel dan Palestina bukan hanya semata-mata bangsa Yahudi dan kaum muslim kita juga mengetahui bahwa warga Israel juga banyak yang muslim sehingga tidak bisa dikatakan bahwa perang Israel dan Palestina terikat pada konflik agama.
Al-Qur’an mengatur dalam QS. Al-Hujurat ayat 10 yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
Selain itu ada juga ayat yang membahas mengenai suku bangsa yang berbeda yang diatur dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 yang artinya : “Wahai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu sekalian dari seorang pria dan seorang wanita dan kami menjadikan kamu berbagai bangsa dan suku, agar kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantaramu di sisi Allah ialah orang yang saling bertaqwa”.
Persaudaraan bagi Allah Swt. adalah sebuah amal yang mulia karena terikatnya antara semua makhluk akibat persaudaraan, Allah sangat membenci yang namanya permusuhan karena permusuhan adalah akar dari pertikaian yang besar. Kita sebagai umat Islam tentu harus memilah dan harus mendukung saudara sesama muslim untuk merdeka dan bebas dari serangan zionis Israel, sehingga warga Palestina sangat membutuhkan dorongan dan dukungan para saudaranya agar mereka tetap kuat dan bisa bertahan hidup.
Kita sebagai orang Indonesia, muslim dan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi banyak cara untuk mendukung Palestina, salah satunya adalah donasi. Selain itu, kita juga harus gencar dalam memberikan bantuan terutama memboikot produk-produk yang mendukung Israel untuk terus menggencarkan serangannya, saat ini banyak produk yang bisa digunakan selain produk yang mendukung Israel, memang produk yang mendukung Israel mendominasi bagi masyarakat Indonesia, tetapi tidak menjadi penghalang untuk membantu sesama saudara kita di sana dengan rasa kemanusiaan yang tinggi antar sesama makhluk hidup.
Baca Juga: Addin 420: Tidak Semua Berada dalam Kendali Kita
Biodata Penulis:
- Nama : Sasmita Chairuna
- Jurusan : Pendidikan Agama Islam
- Fakultas : Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
- Semester : V (Lima)
- Media Social : @sasmitachruna_

