Mahasiswa UIN SU dan PEMUKA Gelar Demonstrasi, Bawa 13 Tuntutan

- Advertisement - Pfrasa_F
(Kamerawan: Damia Hadifa)

Medan, Dinamika Online–Aksi demonstrasi kembali digelar di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis, 4 September 2025. Aksi kali ini diselenggarakan oleh Mahasiswa UIN SU serta Pemuda-Pemudi Karo (PEMUKA) dengan membawa 13 tuntutan.

Presiden Mahasiswa UIN SU, Khairul Fahmi, menjelaskan 13 tuntutan mereka. Pertama, menolak kenaikan gaji, tunjangan, dan fasilitas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), meminta Badan Kehormatan DPR memeriksa dan memecat anggota yang bermasalah, serta menuntut penghapusan gaji tunjangan pensiun DPR dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Baca Juga: Demo Ojol Tuntut Keadilan, Anggota DPRD Sumut Jumpai Massa

Selain itu, massa mendesak DPR segera mengesahkan Rancangan Undang Undang (RUU) Perampasan Aset, meminta DPRD Sumut transparan dan memublikasikan anggaran, membersihkan dan mereformasi DPR melalui audit menyeluruh, meminta Presiden mencopot Kapolri, dan menindak tegas aparat yang terbukti melakukan kekerasan terhadap demonstran.

Tuntutan lainnya meliputi pembebasan massa aksi yang ditahan di seluruh Indonesia, penghentian tindakan represif aparat serta penegakan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengendalian massa, pencopotan Menteri Keuangan yang dinilai menghina guru, peningkatan kesejahteraan dan kenaikan gaji guru, serta meminta DPRD Sumut menaikkan gaji guru.

Dalam orasinya di depan mahasiswa, Fahmi menegaskan aksi ini lahir dari keresahan rakyat terhadap ketidakadilan dan arogansi pejabat negara, yang terus merugikan rakyat serta memperlebar kesenjangan sosial di tengah masyarakat.

“Para pendahulu kita berjuang melawan penjajah untuk memerdekakan negeri ini. Namun hari ini, rakyat kembali dijajah oleh pejabat yang hidup mewah di atas penderitaan rakyat. Akan sampai kapan kebiadaban ini terus berlangsung?,” tegasnya.

Koordinator Aksi sekaligus Sekretaris Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U), Ade Tegar Pramana Sianipar, menegaskan alasan mereka turun ke jalan adalah untuk menyuarakan aspirasi mereka secara kritis.

“Kita datang ke mari untuk mengkritisi. Kita datang untuk menyampaikan, jika kantor yang dibangun dengan pajak rakyat tidak digunakan secara maksimal, maka keluar dari gedung rakyat!” ujarnya lantang.

Baca Juga: Aliansi BEM SI Gelar Aksi Demo, Bawa 10 Tuntutan ke DPRD

Reporter: Nanggul Kumala Sauri dan Khairussyifa Auliya

Editor: Fadillah Hanum

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles