Aliansi BEM SI Gelar Aksi Demo, Bawa 10 Tuntutan ke DPRD

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Dinamika)

Medan, Dinamika Online-–Aksi massa demo kembali lagi, demo kali ini diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatra Utara (Sumut) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, pada Jumat 29 Agustus 2025. Pada aksi ini, massa membawa sepuluh tuntutan mulai dari efisiensi perusahaan, evaluasi kinerja pemerintah, hingga pengesahan undang-undang.

Zaki sebagai koordinasi aksi dari Universitas Dharmawangsa mengatakan, tuntutan demo mereka yaitu menolak adanya efesiensi PT ML dan PT Toba Pulp Lestari di Desa Sosorladang, Kabupaten Toba. Kedua, meminta peninjauan kembali terhadap tunjangan DPR yang tidak masuk akal. Ketiga, meminta pemerintah menjamin kesejahteraan guru. Keempat, menolak adanya kenaikan iuran BPJS.

Baca Juga: Aksi Demo BEM SI Berlangsung Ricuh, Mendapat Gangguan dari Massa Lain

“Gerakan mahasiswa Sumut bersuara, menolak adanya efesiensi PT ML dan PT Toba Pulp Lestari di Desa Sosorladang, Kabupaten Toba. Kedua, meminta peninjauan kembali tunjangan DPR yang diluar akal. Ketiga, kami meminta pemerintah menjamin kesejahteraan guru-guru kami. Keempat, menolak adanya pembahasan kenaikkan iuran BPJS,” katanya.

Ia melanjutkan yang kelima, yaitu menolak pembahasan RKHUP yang tidak komprehensif dan juga tidak transparan. Keenam, mendesak pemerintah dan juga DPR RI untuk mengesahkan RU perampasan aset. Ketujuh, mendesak pemerintah dan DPR RI segera mengesahkan pelanggaran hak-hak masyarakat. Kedelapan, menolak penulisan ulang sejarah.

“Kelima, kami menolak pembahasan RKUHP yang tidak komprehensif dan juga tidak transparan. Keenam, mendesak pemerintah dan juga DPR RI segera mengesahkan RU Perampasan Aset. Ketujuh, mendesak pemerintah dan DPR RI segera mengesahkan RUU Masyarakat Adat. Kelapan, kami menolak adanya penulisan ulang sejarah,” katannya.

Dan terakhir, ia mengatakan yang kesembilan, mereka menolak tarif Amerika Serikat ke Indonesia itu 0%, karena itu kebijakan yang tidak menguntungkan bagi masyarakat. Kesepuluh, mereka mengevaluasi Kapolda beserta jajaran Sumut atas aksi kemarin yang memijak, memukul, terhadap masyarakat yang demo.

“Kesembilan, kami menolak tarif Amerika Serikat ke Indonesia 0% karena kebijakan itu tidak menguntungkan bagi masyarakat, melainkan hanya menguntungkan elite global. Kesepuluh, kami mengevaluasi Kapolda beserta jajaran Sumut atas aksi kemarin yang disertai pemijakan dan pemukulan terhadap masyarakat yang berdemo,” katanya.

Kak Bika, salah seorang peserta aksi, menanggapi bahwa sebenarnya aksi hari itu dimulai dengan baik. Mereka ikut serta sejak awal, dimulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga audiensi. Namun, tidak adanya tanggapan dari anggota DPR maupun fraksi membuat massa menjadi emosi, termasuk mahasiswa, pelajar, dan masyarakat.

“Sebenarnya hari ini, aksi dimulai dengan baik. Kita ikut sejak awal, dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya dan audiensi juga berjalan baik. Namun, tidak ada tanggapan dari anggota DPR maupun fraksi mana pun, sehingga membuat orang-orang di sini emosi, termasuk mahasiswa, pelajar, dan masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Kunjungan Wapres ke Desa Lau Bakeri, Masyarakat Sampaikan Aspirasinya

Reporter: Afriana Alawiyah dan Nayla Fithra

Editor:  Aqlia Matslina Fattah

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles