
Judul Film : Bila Esok Ibu Tiada
Sutradara : Rudi Soedjarwo
Tahun Rilis : 14 November 2024
Durasi : 1 Jam 44 Menit
Peresensi: Dina Nurhikmah Nst.
Film Bila Esok Ibu Tiada yang baru saja dirilis di dunia perfilman Indonesia dan bergenre drama, menjadi salah satu film yang sangat bagus ditonton bersama keluarga, kerabat, dan teman. Film ini merupakan garapan Leo Pictures, yang diadaptasi dari novel best seller yang berjudul sama karya Nagiga Nur Ayati.
Film ini bermula dari satu keluarga cemara, yang pada akhirnya ayah dari keluarga tersebut meninggal dunia. Menyisakan Rahmi, dan ibu dengan empat orang anaknya, yakni Ranika, Rangga, Rania, dan Hening. Tentu tidak mudah, menjalani hidup tanpa suami di sisi Rahmi. Hari demi hari sangat berat rasanya dengan mencukupi kehidupan sehari-hari dan menjaga keharmonisan keluarga tersebut.
Selang beberapa tahun, keempat anak Rahmi tumbuh menjadi lebih baik. Ranika, anak perempuan pertama yang menjadi wanita karier dan sangat sukses, sehingga bisa membiayai keluarga dan membantu adik-adiknya. Rangga, anak laki satu-satunya sudah menikah dan bermimpi menjadi musisi yang terkenal. Rania, anak ketiga perempuan yang sukses di dunia artis (entertainment). Dan terakhir, Hening anak perempuan terakhir yang masih kuliah.
Hari ulang tahun Rahmi seharusnya hari bahagia, tetapi terjadi konflik di antara keluarga mereka yang beranggapan di antara mereka memiliki kesibukan masing-masing, sehingga tak ada yang mau mengalah untuk selalu berada mendampingi sang ibu. Kesibukan anak-anak Rahmi membuatnya merasa sangat kesepian, bahkan memiliki penyakit yang selama ini di pendam dari anak-anaknya.
Rasa rindu terhadap sang suami membuatnya nekat pergi sendiri ke makam sang suami di Solo dan di bantu oleh adik Rahmi tante dari anak-anaknya. Hingga, membuat seluruh anak-anak bingung ke mana perginya sang ibu, mereka khawatir serta saling menyalahkan dan konflik di antara mereka makin sering terjadi. Hal ini membuat hubungan persaudaraan mereka sangat jauh. Pada akhirnya, sang tante berkata jujur bahwa ibunya hanya ingin sendiri mengunjungi makam ayah mereka.
Rahmi mengidap penyakit yang mengharuskannya untuk selalu kontrol di Rumah Sakit, anaknya mengira chek-up kesehatan biasa tetapi ternyata ada penyakit serius. Kesibukan empat anak Rahma yang tak biasa mendampinginya ke rumah sakit, menjadi konflik baru lagi di antara mereka. Salah menyalahkan, menjadi rutinitas percakapan di antara persaudaraan mereka, dan mengakibatkan tak adanya lagi keharmonisan keluarga mereka.
Pada akhirnya, penyakit Rahma diketahui anak-anaknya dan membuat mereka sangat khawatir juga terkejut akibat perihal tersebut dan mereka saling menyalahkan sakit yang diderita ibunya.
Malam hari itu, Rahmi ingin salat malam dan mengambil wudu seperti biasanya. Ranika mendapatkan telepon dari polisi yang mengabarkan sang adik, Rania, menjadi salah satu tersangka pemakai Narkoba. Ranika sang kakak bergegas menyusul ke kantor polisi.
Kemudian, malam itu Rahmi meninggal dunia dan membuat keadaaan anak-anaknya makin kacau, mereka saling menyalahkan. Rania terbebas karena tak bersalah, tetapi ia tak sempat melihat wajah terakhir sang ibu, sehingga hal ini menjadi konflik baru, karena tidak ada yang memberitahukan kepadanya di kantor polisi. Sebelum melaksanakan salat malam, hening melihat ibunya sudah tergeletak tak berdaya.
Malam itu, Ranika terpaksa balik ke rumah sebelum sampai ke kantor polisi untuk menemui Rania. Setelah ibunya meninggal, mereka saling diam membuat keadaaan keluarga mereka makin kacau. Saling merasa bersalah dan menyalahkan satu sama lain. Mereka sangat merindukan ibu dan ayah mereka, merindukan masa kecil mereka yang sangat dekat dan bahagia, menyayangkan keadaan mereka yang sekarang jauh dari kata akrab.
Ego yang mereka pegang kuat lama-kelamaan memudar, mereka sadar diri masing-masing juga banyak salah, mereka bercerita mengenai waktu dahulu membuat keadaan menjadi dekat, membuat hal yang tertutup menjadi terbuka satu sama lain. Keadaan membaik bagi mereka setelah melewati banyak waktu di antara mereka, bahkan setelah sang ibu tiada.
Film Bila Esok Tiada memberikan pesan, bahwa sehebat dan sesibuk apapun sebagai anak, orang tua membutukan anak-anak berada di sisinya. Luangkan waktu untuk ibu, saling berkomunikasi antarkeluarga dan mencari jalan keluar sebuah masalah. Ibu makin lama akan bersaing dengan waktu, ia ingin anaknya menjadi hal yang ada di sisinya.
Editor: Aqlia Matslina Fattah

