Cleaning Project Taman Teladan Ala GenBi

- Advertisement - Pfrasa_F

Panas terik matahari masih mengotot hingga pertengahan Maret ini, namun tidak menjadi penghalang bagiku dan rekanku untuk meliput kegiatan yang diadakan oleh GenBi (Generasi Baru Indonesia). Taman Teladan adalah tempat berkumpul untuk pelaksanaan program kerja dari GenBi sendiri (19/03).

Jam menunjukkan 14.35, waktu kami memasuki kawasan Taman Teladan yang menjadi tempat terlaksananya kegiatan. Ternyata kami terlalu semangat untuk menjalankan aktifitas sebagai pers mahasiswa terlebih lagi aku yang sudah menjadi reporter senior. Namun tak menjadi penghalang bagi kami walaupun kami datang 30 menit sebelum acara dimulai. Kami manfaatkan waktu dengan tetap mengisi sela keheningan dengan sedikit pengalaman masing-masing sekaligus berjalan santai menuju tempat duduk yang teduh untuk menghindari panas matahari menjelang sore.

Saat duduk dibawah pohon kayu yang rendah itu, kami mulai mendiskusikan pertanyaan apa yang akan kami lontarkan kepada narasumber, disela perbincangan kami, sebuah keluarga kecil berjalan melintasi kami dengan ceria, sembari menikmati suasana taman yang penuh dengan wahana santai. Namun ada yang mengganggu pandangan, yaitu sampah berserakan yang membuat suasana sedikit kurang asri untuk dinikmati.

Aku terpikir kembali dengan kegiatan yang akan diadakan GenBi sendiri yaitu Cleaning Project, dalam benakku mulai bertanya, “Gerakan seperti apa yang akan mereka lakukan?”.

Setelah menunggu lebih kurang 30 menit, para anggota GenBi sudah mulai berkumpul di Taman. Tanpa membuang waktu aku dan rekan seorganisasiku mulai berjalan mendekati mereka. Kegembiraan dan semangat terpancar dari setiap ukiran senyum para anggota GenBi untuk melakukan pergerakan.

Ditengah-tengah perkumpulan mereka aku melihat ada seperangkat alat kebersihan yang telah mereka sediakan untuk melakukan kebersihan, otakku mencerna bahwa mereka akan “Melaksanakan kegiatan pembersihan Taman Teladan mungkin,” gumamku.

Aku mendekati salah satu dari anggota GenBi sendiri yang ku kenali karena kebetulan kami memang satu fakultas. Saudara Taufik. Aku menanyakannya tentang kegiatan apa  yang akan mereka lakukan, namun Taufik langsung memanggil salah satu rekannya, dan ternyata adalah ketua GenBi Wilayah itu sendiri, Muhammad Nugraha Harahap.

Untuk memenuhi rasa keingintahuanku, aku langsung melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang sudah ku konsep sebelumnya, sehingga langkah awal wawancara pun terlupakan, perkenalan, hal ini mengakibatkan aku lalai dalam pendekatan disebabkan rasa keingintahuanku yang kuat.

Ia rupanya sangat berharap masyarakat dapat menjaga kebersihan dan tetap menjaga keasrian Kota Medan, “Menanamkan prinsip kepada masyarakat bahwa kebersihan itu sangat penting, terlebih lagi icon Kota Medan yang seharusnya banyak dikunjungi menjadi kurang menarik dikarenakan banyaknya sampah yang berseakan,” ujar Muhammad Nugraha Harahap.

Dari kejauhan aku melihat seorang anggota GenBi yang ikut berpartisipasi dia adalah teman seruanganku di Ekonomi Manajemen Syari’ah UIN SU, tanpa basa basi dia langsung menyambutku dengan hebohnya, dan aku pun tidak kalah heboh membalas kehebohan yang ia ciptakan.

Tengah asyik mengobrol, tiga orang anak kecil tiba tiba menarik tanganku dan rekanku . Aku tertegun. Mereka menarik tanganku sambil menuntunku untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan atau mengutip sampah yang berserakan di taman.

Luar biasa sekali semangat mereka para anak anak pinggiran yang mungkin sering menghabiskan waktunya di taman, mereka saja yang masih kecil memiliki pola pikir yang hebat, itu membuat saya malu dengan kedatangan saya yang awalnya hanya ingin mendapatkan satu berita saja namun tidak ikut berpartisipasi.

Tanpa pikir lama kami ikuti para anak anak tadi dan mulai mengutip sampah yang berserakan, kegembiraan yang luar biasa ku rasakan, walau kegiatan yang dilakukan adalah mengutip sampah, namun aku merasa bahwa keceriaan mereka menambah energi positif,  kegiatan ini sangat berarti untuk terus menerus dilaksanakan. Karena setelah para anggota GenBi hampir membersihkan sekeliling taman, sudah bisa dirasakan kesegaran, kenyamanan, dan keasrian mulai terpancar dari tiap sudut taman.

Setelah selesai membersihkan taman, tujuanku kuteruskan kembali untuk mewawancarai temanku tadi, dan dari hasil wawancara itu bahwa ia sendiripun “Merasakan bahwa kegiatan ini memiliki aura yang positif dan juga sangat baik untuk diteruskan,” ujarnya.

Setelah kami menyelesaikan wawancara, kami tak melewatkan kesempatan untuk selfie terlebih dahulu dengan kenyamanan yang sudah bisa dirasakan dari kegiatan kebersihan tadi.

Terlintas dibenakku, jika semua masyarakat Medan dapat bergerak seperti yang GenBi lakukakan, mungkin setiap sudut kota akan indah dan nyaman untuk disaksikan.

 

Reporter : Nursakinah Nasution

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles