
Sudah menjadi rutinitas ketika datang bulan suci Ramadan, banyak orang berlomba-lomba untuk menambah penghasilan dengan berjualan menu berbuka puasa. Hal ini juga yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa UIN SU. Melihat adanya peluang peningkatan akan permintaan masyarakat untuk menambah menu berbuka puasa di rumah, membuat Satria Abdillah Ilman bersama Riski Halomoan Siregar yang merupakan mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam (EKI) semester IV membuka usaha sup buah di Jalan Tuasan depan PDAM Tirtanadi No. 61.
Usaha mereka tumbuh dengan pesat atau bisa dikatakan laris-manis. Mengapa demikian? Usaha yang didirikan sejak awal puasa pertama oleh mahasiswa UIN SU ini sangat ramai dikunjungi di bulan puasa seperti sekarang ini. Hal ini disebabkan karena es buah yang mereka jual menggunakan buah segar, dan tentunya tanpa bahan pengawet sama sekali sehingga terjaga kesegarannya.
Saat diwawancarai via WhatsApp, Satria Abdillah Ilman menjelaskan alasan lebih memilih menjual sup buah di bulan puasa ini. “Kami melihat adanya peluang yang bagus selama di bulan Ramadan ini, karena masih sedikit orang yang berjualan es seperti yang kami jual. Sedangkan takjil sudah banyak orang menjualnya, terlebih lagi berjualan es buah itu lebih mudah dan simpel,” jelasnya.
Kemudian, Riski Halomoan Siregar turut menjelaskan alasannya berjualan di lokasi tersebut karena termasuk lokasi strategis. “Cukup strategis, kami melihat banyak orang-orang yang melintasi daerah ini, banyak anak-anak muda dan mahasiswa yang tinggal atau mengekos. Sehingga kami memutuskan untuk berjualan di daerah tersebut,” jelasnya.
Adapun target mereka ke depannya dari membuka usaha ini ialah menjadikan hasil usaha sup buah ini sebagai tambahan modal di bidang usaha lainnya. Usaha tersebut akan dilakukan setelah bulan Ramadan ini berakhir.
Lebuh lanjut lagi, mereka mengatakan bahwa penghasilan mereka lumayan bagus, walaupun tidak bisa dipastikan karena tergantung cuaca. “Alhamdulillah setiap hari jualan kami selalu laku, walaupun terkadang cuaca kurang bersahabat. Untuk omzet itu per harinya tidak tetap, tergantung cuaca dan juga kondisi. Kendati demikian omzet menurut kami sudah cukup lumayan dengan modal usaha yang cuman satu jutaan,” kata Satria dan Riski.
Hal yang menarik ketika usaha es buahnya tidak habis, biasanya mereka akan memberikannya kepada jamaah di masjid terdekat. ”Kalaupun ada sisa yang tidak terjual, akan kami berikan kepada jamaah yang ada di masjid terdekat dan juga orang-orang yang ada di sekitar tempat kami berjualan,” tambah Satria.
Novita, salah satu pembeli yang merupakan mahasiswa UIN SU memberikan penilaian positif terhadap es buah ini. “Rasa es buahnya itu segar sekali apalagi ditambah dengan susu kental manis. Buah-buahannya pun banyak, harganya terjangkau hanya lima ribu saja,” katanya.
Reporter : Anita Luthfiana Harahap dan Rahmi Diah Nasution
Editor : Anggia Nurulita

