Program Vokasi Gagal, Prodi D3 Perbankan Syariah Dihapus

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Silvia Marissa

Dinilai gagal dalam mengembangkan sistem Vokasi (Praktek lebih dominan dari teori) dalam proses perkuliahan pada setiap program, studi D3 Perbankan Syariah di setiap PTKIN yang mengadakan jurusan tersebut, berdasarkan persepsi dari Menteri Agama RI di Jakarta, jurusan D3 Perbankan Syariah ditiadakan, meskipun tanpa nomenklatur dari Menag.

Kepala Jurusan D3 Perbankan Syariah, Zuhrinal M. Nawawi, MA yang menangani persoalan-persoalan mahasiswa Prodi ini, menyebutkan kepada kami saat diwawancarai bahwasanya di kantor Kepala jurusan lantai II gedung FEBI bahwa ia sampaikan bahwa beberapa perguruan tinggi mulai merombak prodi D3 karena tidak aturannya yang kurang seimbang, “Sebab tidak ada aturan, banyak Prodi  mulai khawatir,” sahutnya dengan khawatir.

Meskipun tidak berdasarkan nomenklatur dari Menag RI, namun telah dikeluarkanya Peraturan Menteri Agama RI pada tahun 2016 lalu akan terlaksana rapat dengan pihak birokrat seputar hal tersebut, “Sebelumnya sudah ada rapat dengan orang pihak biro, hasilnya adalah prodi D3 PS memang betul akan ditiadakan. Brosur yang lama masih ada perekrutan Maba, kemudian diperbaiki lagi. Hasilnya adalah, brosur baru tersebut telah menghapus Prodi D3 Perbankan Syariah,” tambahnya.

Yusra, mahasiwa Prodi D3 Perbankan Syariah semester 6 menyampaikan komentarnya akan hal ini, “Saya sudah tahu bahwasanya jurusan saya bakalan dihapus. Tapi saya tahunya dari kawan. Belum tahu persis itu dihapus atau enggaknya,” sebutnya.

Terkait setuju atau tidaknya, Yusra dan rekannya yang tidak mau disebutkan namanya menegaskan bahwasanya mereka setuju jika jurusan tersebut dihapuskan, “Kami sih setuju kalau jurusan D3 dihapus. Hanya saja lebih bagus kalau tidak  dihapus. Jurusan D3 PS kan  lebih banyak prakteknya  dari pada  teori, itulah yang bagus manurut kami,” ucap merekanya.

Selain UIN SU yang diketahui telah menghapus Prodi D3 PS. Hal serupa juga diikuti oleh PTKIN di seluruh Indonesia khususnya untuk UIN. Zuhrinal M. Nawawi, MA menyampaikan penyebab wacana penghapusan Prodi yang katanya terjadi kemunduran jumlah peminat dari tahun ke tahun ini, “Vokasi yang seharusnya menjadi program utama pada Prodi ini terjadi kegagalan. Vokasi adalah persentase antara praktek dan teori, yang mana praktek seharusnya lebih banyak dari pada teori,” sebutnya.

Sampai saat ini, Prodi D3 Perbankan Syariah telah berhasil memperoleh akreditasi B. Yang diperoleh setelah beberapa bulan perolehan akreditasi A untuk jurusan Ekonomi Islam (EKI) di akhir tahun 2015 lalu. Cukup disayangkan jurusan yang telah mendapat pengakuan akreditasi B dari BAN-PT ini akhirnya menjadi korban penghapusan.

Sebelumnya, Kepala Prodi jelaskan alur penghapusan jurusan yang dengan serentak resmi dihapus oleh seluruh PTKIN di tahun 2017. Yang artinya, jurusan itu sudah tidak ada. Stanbuk 2016-2017 adalah generasi terakhir jurusan yang hanya butuh waktu 3 tahun perkuliahan tersebut, “Sebelumnya, kami ikuti rapat di Lampung pada 2016 lalu. Dari itu, semua sepakat bahwa jurusan D3 PS ini akan dihapus. Hanya saja kita juga upayakan untuk pengadaan jurusan baru”.

Rancangan pengahpusan ternyata sudah dipersiapkan jurusan-jurusan baru. Ia menyebutkan adanya usulan jurusan baru ke Kementerian terkait, “Dari tahun lalu, kita sudah usulkan jurusan baru di FEBI. hanya saja sampai saat ini belum ada kesepakatan dari Pihak Kementerian. Kita usulkan Jurusan Ilmu Manajemen kepada Kemenristekdikti dan jurusan Manajemen Keuangan Syariah kepada Kemenag,” tutupnya.

Reporter         : Rahmanuddin

Editor             : Siti Arifah Syam

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles