
Penulis: Muhammad Fariz Ghifari
Halo sobat kampus! Pada Selasa 17 Agustus 2021 merupakan hari yang sangat sakral dan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Bagaimana tidak? Pasalnya setiap tanggal 17 Agustus selalu diadakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Yang di mana, peringatan tersebut selalu menarik untuk diikuti. Tak kalah jadi sorotan di setiap tahunnya, ialah para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas saat upacara di Istana Negara.
Di HUT ke-76 RI tahun ini, sosok Ardelia Muthia Zahwa mencuri perhatian publik. Gadis kelahiran Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara (Sumut) tanggal 6 Desember 2004 ini, berhasil terpilih menjadi pembawa baki pada upacara pengibaran bendera di Istana Negara.
Anak ketiga dari Marsono, seorang karyawan PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) ini merupakan siswi Kelas X SMA Harapan 1 Medan, Jalan Imam Bonjol, Kec. Medan Maimun, Kota Medan. Melansir dari Liputan6.com, berikut sosok Ardelia Muthia Zahwa selengkapnya.
Ardelia Muthia Zahwa dikukuhkan bersama rekan-rekannya pada Kamis, 12 Agustus 2021 oleh Presiden Indonesia. “Dengan memohon rida AllahmYang Maha Kuasa, pada hari ini saya mengukuhkan saudara-saudara sebagai Paskibraka yang akan bertugas di Istana Merdeka pada tanggal 17 Agustus 2021. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan rahmat dan kemudahan dalam tugas negara,” ucap Joko Widodo.
Dengan terpilihnya Ardelia Muthia Zahwa pada Upacara Bendera HUT ke-76 RI, Provinsi Sumatra Utara kembali mencatat satu lagi nama perwakilannya. Pada HUT ke-72 RI lalu, Ruth Cheline Eglesya Purba terpilih sebagai pembawa baki di sore hari. Tiga tahun berselang atau tepatnya pada HUT ke-75 RI 2020, tongkat estafet diberikan kepada Paskibraka Sylvia Kartika Putri. Sylvia saat itu juga bertugas pada Upacara Penurunan Bendera Merah Putih.
Di samping itu, Nurmala Santy yang merupakan Ibu dari Ardelia diketahui ternyata seorang anggota Paskibraka tingkat provinsi Sumatra Utara pada tahun 1996. Ia mengatakan, prestasi anaknya sudah lebih tinggi dari dirinya. “Prestasi anak saya sudah lebih tinggi dari saya. Saya Paskibra Sumut di tahun 1996,” ungkapnya.
Editor: Nurul Liza Nasution

