Taman Alam Lumbini, Pagoda Tertinggi di Asia Tenggara

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Pribadi)

Penulis: Putri Ayu Dahniar Harahap

Taman Alam Lumbini merupakan replika Pagoda Shwedagon di Wayback Machine yang berada di Myanmar. Replika Pagoda Shwedagon yang berlantai 2 dengan luas 3 Ha ini diresmikan pada tahun 2010 dan beralamat di Jl. Barusjahe komplek International Buddhis Centre, Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. 

Ikon utamanya berupa stupa berwarna emas dengan relief patung di tembok. Terdiri dari 108 relik suci, 2.598 Rupang Buddha, 30 Rupang Arahat. Taman ini dipusatkan sebagai tempat peribadatan dan wisata religi agama Budha. Dikenal juga dengan nama Pagoda Emas yang masuk rekor MURI sebagai Pagoda tertinggi di Indonesia dan replika tertinggi kedua di Asia Tenggara. 

Bangunan dengan tinggi 46,8 meter, panjang 68 meter, lebar 68 meter ini menjadi salah satu replika Pagoda Shwedagon terbesar di luar Myanmar. Pada Oktober 2010 sekitar 1.300 biarawan dan 200 tamu undangan dari seluruh penjuru dunia datang dan berkumpul di taman ini untuk memperingati perayaan bangunan ini. Pembangunan ini merupakan sumbangan dari berbagai kelompok Buddhis dari berbagai penjuru negara. 

Nama Lumbini merujuk pada taman tempat kelahiran sang Budha atau Sidartha Gautama. Bercorak Pagoda Myanmar, di dalam pagoda terdapat pohon permohonan yaitu dikenal dengan sebutan Wishing Tree. Hal unik dari Taman ini adalah lonceng yang terdapat diatas pagoda sama seperti kuil di Taiwan dan Cina pada umumnya, dengan huruf Cina (Avalokitesvara–Kwan Im).

Daya tarik tempat ini dilihat dari pemandangannya, berada di dataran tinggi membuat udara sejuk, didukung area yang asri dan alami, serta warnanya kuning keemasan. Di sepanjang jalan berisi pepohonan hijau, terdapat kebun buah dan sayuran yang bisa langsung dipetik dari kebunnya. 

Semua wisatawan bisa masuk ke dalamnya termasuk yang bukan beragama Budha, dan wisatawan diminta untuk melepas alas kaki jika ingin memasuki bangunan yang berlantai marmer putih ini. Di pintu masuk sudah ada gajah yang terbuat dari marmer. Terlihat juntaian lampion merah yang menggantung diatas atap. 

Akses Menuju Lokasi

Dari Medan berjarak 60,4 km dengan waktu tempuh 2 jam 8 menit dan dari Berastagi menempuh jarak 7,8 km dengan waktu tempuh 30 menit. Menuju ke pagoda ini dapat menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Satu hal yang membuat orang ingin ke sana, karena jalannya yang relatif lebih mudah dijangkau, walau pun jalannya bebatuan.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Wisatawan tidak dikenakan biaya, namun hanya menyiapkan uang donasi secara sukarela saja, untuk jam buka pukul 09.00–17.00 WIB, tetapi kuil ini masih aktif sebagai tempat peribadatan, jika agama Budha sedang beribadah, maka tempat ini akan ditutup untuk sementara waktu, pengunjung yang sedang di luar menunggu masuk ke kuil diharapkan tidak berisik agar tidak mengganggu proses ibadah mereka, dan akan dibuka kembali jika kegiatan keagamaan sudah selesai.

Fasilitas

Terdapat Golden Lotus Healthy Cuisine, tanaman bunga, tempat duduk, lahan tempat parkir, kedai aneka jajanan, penjualan cendra mata khas Karo, menyewa baju tradisional Korea baju, dan ada juru foto yang siap memotret momen bahagia mu.

Editor: Nurul Liza Nasution

 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles