Ini Hijrahku

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: @pamungkasragil_

Penulis : Aulia Ulfa Saragih

“Eh, lihat tuh si Dila jilbabnya makin lama makin panjang aja. Jangan-jangan dia ikut organisasi aneh-aneh”.

Pagi itu terik membakar kulit, Dila yang merupakan mahasiswi di salah satu Universitas sedang berjalan sibuk mengejar waktu menuju kelasnya. Dila berharap kali  ini tak terlambat untuk masuk kelas.  Tepat pukul 14:45 Dila sampai ke dalam kelas dengan nafas cepat yang masih naik turun.

“Hmm.. Untung dosen belum masuk” batinnya

Sesampainya di kelas, Dila dengan sigap mengambil sebuah kursi dan mengatur duduknya senyaman mungkin. Sembari menunggu dosen, Dila mengeluarkan Smartphone miliknya.

‘’drett..drett..drett…” Smartphonenya tiba-tiba bergetar.

Dila melihat sebuah Pesan Whatsapp masuk. Dibukanya pesan tersebut. Ternyata pesannya dari sebuah obrolan grup SMA yang mengajaknya untuk reunian.

Pesannya berisikan, “Teman-teman rencana kita akan mengadakan reunian di tanggal 1 Desember nanti. Diwajibkan untuk semua datang, untuk tempat akan segeramenyusul”.

Acara reunian itu memang sudah menjadi agenda tahunan. Setelah membaca pesan itu, Dila termenung dan berfikir.

“Bagaimanaini, apa aku harus datang ke acara reunian ini? Jujur aku sangat merindukan semua teman-temanku. Tapi dengan penampilanku yang sekarang, aku seperti belum siap bertemu mereka semua” batin Dila.

Tiba-tiba Dila terbayang masa akan SMA dulu, gayanya yang tomboy, selalu bergaul dengan teman cowok, bahkan pernah cabut dalam kelas, lisannya sering mengucapkan kata yang tak pantas diucapkan.

“Astaghfirullah…, apa yang kupikirkan. Itukan aku yang dulu. Sekarang Insya Allah aku telah berubah, aku sekarang bukan lagi aku di zaman SMA dulu. Apa yang harus aku khawatirkan, perubahanku ini Insya Allah karena Allah, dan perubahanku ini tak ada merugikan siapapun” batin Dila lagi

…..

Yaa,sejak Dila masuk di Kampus Islam, Dila perlahan hijrah. Dari mulai penampilan maupun tingkah lakunya. Dila mendapat hidayah sejak duduk di bangku kuliah. Walaupun belum sepenuhnya berubah, namun Dila tetap berusaha untuk Istiqomah.

Hari pun tiba, acara reunian yang sudah di rencanakan, tepatpukul 01 Desember 2017 di tempat yang sudah di tentukan.

Dila pun bersiap untuk pergi, Acara di mulai pukul 15:00 WIB. Dila melihat jam tangannya, jam masih menunjukkan pukul 12:50. Dila bersiap untuk sholat zuhur terlebih dahulu. Hari ini tepat sedang libur kuliah, jadi Dila tidak pergi ke kampus. Setelah sholat dan membaca Alquran. Dila segera bersiap untuk pergi ke acara reunian SMAnya.

Jam menunjukkan pukul 14:00, Dila siap berangkat. Setelah mengunci kamar kosnya, dan berjalan sedikit menuju simpang kos. Setelah sampai simpang, Dila berdiri sambil menunggu angkutan umum. Tak lama angkutan umum pun datang. Dila langsung menaiki angkutan umum tersebut, menuju tempat reuni SMAnya.

Perjalanan dari kos ke tempat acara reuninya hanya sekitaar 30 menit, namun siang ini tak tau mengapa perjalanan sangat macat. Membuat perjalanan sedikit lebih lama. Dila melihat jam tangannya, jam sudah menunjukkan pukul 14:50. Dila paling tidak suka terlambat, ini membuatnya gelisah.

Tak lama, kemacetan berlalu. Dila melihat jam tangannya lagi, jam menunjukkan pukul 14:55 WIB.

“Masih ada waktu lima menit” pikirnya

“Bang, pinggir..” ucap Dila kepada supir angkutan umum

tak lama angkutan umum pun berhenti.

Tanpa pikir panjang, Dila langsung turun dari angkutan umum, dan membayar ongkosnya.

Dila segera berlari masuk, ke dalam tempat makan, lebih tepatnya tempat tongkrongan remaja seusia Dila.

Matanya masih liar, mencari teman-temannya. Tepat di sudut bagunan persegi panjang, dia melihat orang-orang yang dikenalnya.

“Yah, itu mereka” batin Dila

Dila langsung menuju, ke arah di mana teman-temannya berkumpul.

“Hey Dil, kesini” panggilnya

Itu Melvi sahabat Dila sewaktu di SMA dulu.

Sesampainya Dila, belum banyak teman-temanya yang datang. Masih beberapa orang.

Jam menunjukkan pukul 15:20, teman-teman SMA Dila mulai berdatangan.

Mereka saling bersalaman antara satu dengan yang lainnya.

“Fin, itusi Dila” tiba-tiba suara berbisik

“Iyalin, berubah kali diakan ?” jawab Findi

Lina dan findi adalah teman akrab selama SMA, sepertinya sampai sekarang. SMA dulu mereka selalu bertiga. Mereka terkenal dengan genk wanita cantik dulu waktu SMA.

“Hai we, apakabar? Is, akhirnya jadi jugak kumpul kita ini ya” katanya degan tiba-tiba

kami yang sedang saling asyik mengobrol, tiba-tiba mengalihkan perhatian kami ke sosok wanita yang baru sajadatang. Wike namanya

Wike adalah termasuk anggota genk wanita cantik. Tidak, Wike adalah ketuanya dulu. waktu SMA.

Wike langsung mengambil posisi duduk ternyaman, dan saling cipika-cipiki dengan satu genknya dahulu.

“Eh, ini siapa? Kayaknya temen kita dulu gak ada yang seperti ini?” Tanyanya melihat ke arah Dila

“Itu Dila loh wik, mak kau lupa” jawab Findi

“Halo, Wik. Udah lupa samaku ya ?” sapa Dila

“Serius Dila, si perempuan tomboy itu?” Tanya Wike

“Heheh.. iya wik. Itu Dila yang dulu. Sekarang Alhamdulillah, udah sedikit berbeda” jawab Dila

“Wah, gak nyangkalah. Udah panjang kali jilbabmu ya Dil. Gak ada ikutan aliran apa-apakan? Bukannya apa Dil, karena banyakaku dengar aliran-aliran aneh-aneh di kampus mu itu. aku tau dari kawannya abangku, dia kuliah di tempatmu juga. Katanya banyak aliran aneh-aneh gitulah” tanya Wike

“Insya Allah, enggak Dil. Jalan yang lurus Alhamdulillah” jawab Dila dengan senyumnya

“Ah, yang bener itu Dil. Sekarang lagi maraknya, aliran-aliran yang mengatas namakan Islam? Tambah Findi

“Kalian apa-apaan sih. Nuduh sembarangan aja. Gak mungkinlah, Dila ikut aliranya aneh-aneh. Kalian kira Dila udah gak waras ?” pungkas Melvi

Wike and the geng tiba-tiba terdiam mendengar pernyataan Melvi

Editor             : Aminata Zahriata

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles