
Judul: Iqro’
Pencipta: Raim Laode
Penyanyi: Raim Laode
Genre: Pop Religi
Tahun Rilis: 2026
Durasi: 4 menit 21 detik
Peresensi: Afriana Alawiah. AR
Lagu Iqro’ yang dinyanyikan Raim Laode adalah lagu yang penuh makna. Menyampaikan banyak pesan mulai dari kekaguman terhadap ciptaan Tuhan, kesadaran akan kelemahan manusia, pencarian makna hidup, hingga janji untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Lagu ini menggambarkan alam semesta yang luar biasa, bintang-bintang, pepohonan, dan langit yang berdiri kokoh tanpa tiang penyangga. Semua itu digambarkan sedang bersujud kepada Tuhan. Pesan di balik bagian ini sederhana, yaitu jika benda-benda sebesar langit dan bintang saja tunduk kepada Sang Pencipta, sudah sepatutnya manusia jauh lebih merendahkan diri.
Baca Juga: Raksasa: Seni Menerima Keadaan Diri dengan Percaya Diri
Pada lirik “Siapakah aku sebenarnya?” mempunyai makna bahwa manusia hanyalah seperti atom, partikel terkecil yang bahkan tidak terlihat oleh mata. Namun justru makhluk sekecil itulah yang paling mudah sombong dan merasa paling hebat. Bagian ini menjadi tamparan halus bagi siapa pun yang terlalu sibuk membanggakan diri, jabatan, harta, atau pencapaiannya.
Lagu ini juga menyentuh perasaan yang banyak dialami orang, merasa kesepian di tengah keramaian. Kehidupan modern yang penuh aktivitas dan kesibukan ternyata tidak selalu membuat seseorang merasa bermakna. Lagu ini menggambarkan kondisi ini dengan kalimat “dunia yang ramai nan sunyi”, sebuah gambaran yang sangat nyata bagi banyak orang yang merasa hampa meski hidup tampak sibuk dari luar.
Di bagian akhir lagu, Raim menyampaikan pesan bahwa harta sejati bukanlah uang, rumah, atau popularitas, melainkan waktu. Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali. Oleh karena itu, kebahagiaan tidak perlu ditunggu sampai sukses atau kaya. Ia bisa ditemukan sekarang, melalui rasa syukur dan pilihan untuk berbuat baik hari ini, bukan nanti.
Salah satu kekuatan terbesar lagu Iqro’ terletak pada liriknya yang sederhana namun bermakna dalam. Raim Laode berhasil mengemas pesan spiritual yang berat tentang kebesaran Tuhan dan kelemahan manusia ke dalam kata-kata yang mudah dipahami oleh siapa saja, bahkan oleh pendengar yang tidak terbiasa dengan lagu bertema religi sekalipun. Pilihan kata seperti “atom yang kecil besar sombongnya” terasa segar dan orisinal, tidak klise seperti lagu-lagu rohani pada umumnya. Pemilihan diksi pada lagu ini sangatlah menarik, lagu yang religi namun dikemas dengan kata-kata yang dapat dinyanyikan oleh pemeluk agama apa pun.
Selain itu, pendekatan musiknya yang akustik dan tenang membuat lagu ini terasa hangat dan personal, seolah Raim sedang berbicara langsung kepada pendengarnya. Hal ini membuat pesan dalam lagu lebih mudah masuk ke hati tanpa terasa menggurui. Video klipnya pun menjadi nilai tambah tersendiri, karena menampilkan perjalanan hidup nyata sang penyanyi sehingga lagu ini terasa lebih real.
Di sisi lain, lagu ini mungkin terasa kurang cocok bagi pendengar yang mencari musik dengan tempo energik atau lirik yang lebih ringan. Nuansanya yang kontemplatif dan mendalam justru bisa membuat sebagian orang merasa lagu ini terlalu berat untuk didengarkan secara santai. Selain itu, beberapa baris lirik terasa cukup puitis sehingga maknanya tidak langsung tertangkap pada pendengaran pertama, pendengar perlu menyimak lebih dari sekali untuk benar-benar memahami seluruh pesan yang ingin disampaikan.
Secara keseluruhan, Iqro’ mengajak pendengarnya untuk melakukan tiga hal sederhana, yaitu kenali diri sendiri, rendahkan hati di hadapan Tuhan, dan jangan tunda kebaikan. Lagu ini sangat relevan untuk siapa saja, terutama mereka yang tengah merasa kehilangan arah, terlalu keras mengejar dunia, atau sekadar butuh jeda untuk merenung di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Gemilang: Tentang Proses, Lelah, dan Bertahan
Editor: Naqiyya Alayya Arham Rambe

