
- Judul : Record of Ragnarok (Shūmatsu no Warukyūre)
- Sutradara : Masao Ōkubo
- Studio : Graphinica
- Tanggal Rilis : 17 Juni 2021
- Genre : Mitologi, Fiksi, Fantasi
- Jumlah Episode : 12 (Season 1)
- Durasi : 24 menit/episode
Penulis: Adwar Pratama
“Kebencian? Dendam? Aku tidak butuh itu, aku tak memiliki alasan. Ketika melindungi anak-anakmu, apakah kau membutuhkan alasan?,” Adam.
Netflix kembali menghadirkan sesuatu yang menarik, kali ini lewat serial anime berjudul “Record of Ragnarok”, animo para penonton baik pecinta jepang maupun yang hanya sekedar mencari tontonan yang menghibur berhasil didapatkan. Kemunculan para dewa dari berbagai mitologi serta para tokoh ternama dunia menjadi faktor besar meningkatnya antusiasme para penikmat serial fiksi.
Record of Ragnarok menceritakan tentang pecahnya pertempuran bernama Ragnarok yang mempertaruhkan eksistensi umat manusia dengan mengadu 13 perwakilan dewa dan manusia dalam satu turnamen. Kemenangan dari salah satu pihak akan menentukan apakah umat manusia akan dimusnahkan atau tidak. Sebenarnya para dewa sudah sepakat untuk memusnahkan umat manusia dikarenakan umat manusia yang bersifat merusak dan minim tanggungjawab terhadap kehidupan alam. Namun berkat interupsi dan provokasi dari Brunhilde yang merupakan salah satu dari 13 Vakryrie, emosi para dewa berhasil tersulut dan menyetujui akan terlaksananya Ragnarok.
Pada Ragnarok para dewa diwakili oleh dewa tempur terbaik mereka, seperti Zeus, Thor, Odin, Poseidon, Heracles, Buddha, Loki, Apollo, Anubis, Bishamonten, Susano’o no Mikoto, Beelzebub dan Shiva. Sedangkan pihak manusia diwakili oleh para manusia terkuat dalam sejarah pilihan Brunhilde diantaranya, Adam, Lu Bu Housen, Qing Shi Huang, King Leonidas, Sasaki Kojiro, Raiden Tameemon, Grigori Rasputin, Michael Nostradamus, Simo Hayha, Sakata Kintoki dan Okita Souji. Baik dalam manga dan adaptasi animenya, ke-26 karakter yang ditampilkan akan ditayangkan latar belakang mereka masing masing disela – sela pertempuran.
Selain antusiasme, serial ini juga kerap mendapatkan berbagai macam kritik serta kecaman karena dinilai terlalu “nekat” dalam memvisualisasikan karakter yang terlibat didalamnya. Contoh kritikan yang datang adalah ketika tayangan pertarungan antara Zeus melawan Adam dengan akhir dimana Adam berhasil dikalahkan serta tewas di medan pertempuran. Para audiens yang kritis akan agama tentu saja sulit menerima tayangan tersebut mengingat Adam merupakan sosok agung dan suci dalam berbagai agama.
Contoh lainnya datang setelah manga terbaru Record of Ragnarok rilis dimana dalam terbitan tersebut ditampilkan Buddha yang akan melawan Beelzebub dalam pertandingan selanjutnya. Hampir sama dengan kasus Adam melawan Zeus karena Buddha merupakan sosok yang paling disucikan dalam kepercayaan agama Buddha, para pembaca mempertanyakan kepada pihak penerbit bahkan mangaka mengapa sosok sesuci Buddha harus melawan Beelzebub yang walaupun diceritakan sebagai perwakilan dewa, namun pada cerita umum yang diketahui Beelzebub merupakan salah satu iblis kehancuran perwakilan sifat ketamakan.
Dengan cara nekat yang dihadirkan dalam menyajikan setiap tayangan yang ada di dalam Record of Ragnarok, publik disajikan tontonan yang menghibur, mengedukasi serta sarat akan perdebatan di setiap serinya. Dari segi distribusi cara nekat seperti ini terbilang sukses menggaet banyak pasang mata serta layak dinantikan bagaimana kelanjutan ceritanya.
Editor: Amelia Pratiwi

