Mengetahui Arti Kehilangan dari Film A Man Called Otto

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Internet wikipedia.com)
  • Judul               : A Man Called Otto
  • Sutradara       : Marc Forster
  • Tanggal Rilis : 13 Januari 2023
  • Durasi             : 2 jam 6 menit
  • Pemeran        : Tom Hanks, Mariana Treviño, Rachel Keller, Manuel Garcia-Rulfo.

Peresensi: Novilya Musfira Bahri

A Man Called Otto merupakan film hasil adaptasi novel yang berjudul A Man Called Ove karya Fredrik Backman asal Swedia. Sebelumnya, film ini sudah dibuat dalam versi Swedia dengan judul yang sama seperti novel. Film bergenre drama komedi ini disutradai oleh Marc Forster yang sebelumnya pernah menyutradarai film Christoper Robin (2018) dan All I See is You (2016). Adapun naskahnya ditulis oleh David Magee.

Film ini menceritakan tentang seorang pria yang berusia 63 tahun bernama Otto Anderson. Dia dikenal pemarah, keras kepala, mudah tersinggung , dan banyak bicara. Hal ini dikarenakan dia kehilangan istrinya, Sonya. Hal-hal kecil dapat membuat Otto marah, seperti dirinya yang hendak membeli tali sepanjang 1,7 meter, tetapi dirinya harus membayar seharga tali 2 meter. Padahal hal itu sudah dijelaskan oleh petugas kasir bahwa tali dijual per meter, sehingga apabila membeli tali sepanjang 1,7 meter, maka akan dihitung seharga 2 meter.

Baca Juga: Kisah Seorang Bocah dan Seekor Burung Cangak Abu-abu

Tidak hanya itu, sampah yang berserakan, sepeda yang parkir sembarangan, bahkan kucing yang ada di perumahannya pun dapat membuat dirinya marah. Otto tidak lagi mempunyai semangat dan tujuan hidup semenjak kematian istrinya, bahkan kesehatan mentalnya pun terganggu. Hingga dia berencana untuk mengakhiri hidupnya. Berbagai cara dia lakukan untuk mengakhiri hidupnya, namun selalu gagal dikarenakan kenangan indah bersama istrinya kerap sekali muncul dalam ingatannya.

Suatu hari, Otto kesal karena dia melihat di depan rumahnya terdapat sepasang suami istri, Marisol dan Tommy yang sedang kesulitan memarkirkan mobilnya. Otto menghampiri mereka dan terpaksa membantu keduanya. Ternyata, mereka adalah tetangga barunya yang memiliki dua orang anak, Abby dan Luna. Sebagai salam perkenalan, Tommy mengunjungi Otto dengan membawakan makanan. Otto memberikan respon yang cuek dan dingin. Tetapi tak disangka, keluarga Tommy mampu mengimbangi karakter Otto yang menjengkelkan.

Tommy dan Marisol merupakan pasangan yang sangat berisik dan cerewet, begitu juga dengan kedua anak mereka yang sangat aktif, ramai dan banyak tingkah. Beragam peristiwa yang terjadi perlahan mengakibatkan keluarga ini menjalin hubungan erat dengan Otto. Sehingga, dapat mengubah cara pandang Otto terhadap kehidupannya yang selama ini diselimuti trauma, rasa kesepian dan kehilangan yang begitu mendalam. Serta keinginannya untuk mengakhiri hidupnya pun hilang.

Film ini memiliki alur cerita universal, sehingga tak jarang banyak yang merasa relate. A Man Called Otto dapat menjadi pilihan film ringan untuk ditonton sebagai pengingat untuk dapat menghargai hal-hal yang terjadi dalam kehidupan, meskipun hal tersebut adalah hal sederhana. Selain itu, film ini mengajarkan kita untuk menerima kenyataan bahwa kehilangan adalah bagian dari kehidupan dan kita harus belajar untuk mengatasi rasa sakit yang menyertainya.

Baca Juga: Cinta Gadis SMA dengan Mantan Panglima Tempur Geng Motor

Editor        : Annisa 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles