
Judul: Obsession
Sutradara: Curry Barker
Genre: Horor-Thriller Psikologis
Tahun Rilis: 2025
Pemeran Utama: Michael Jonhston, Inde Navarrette
Peresensi: Naqiyya Alayya Arham Rambe
Obsession 2025 menjadi salah satu film horor psikologis yang menarik perhatian karena menggabungkan unsur romansa, supranatural, dan teror dalam satu cerita. Film garapan Curry Barker ini diperankan oleh Michael Johnston sebagai Bear dan Inde Navarrette sebagai Nikki. Keduanya berhasil menampilkan hubungan dua sahabat yang terasa alami, sehingga penonton dapat ikut memahami perasaan yang selama ini dipendam oleh Bear.
Cerita berpusat pada Bear, seorang pria yang telah lama menyimpan rasa cinta kepada sahabatnya, Nikki. Namun, perasaan itu tidak pernah benar-benar mendapat balasan seperti yang ia harapkan. Saat kesempatan untuk mengungkapkan isi hatinya terasa makin kecil, Bear menemukan sebuah benda misterius yang dipercaya mampu mengabulkan keinginannya. Tanpa berpikir panjang, ia memanfaatkan benda tersebut agar Nikki jatuh cinta kepadanya. Sayangnya, keinginan itu terkabul dengan cara yang sama sekali tidak ia bayangkan.
Baca Juga: The Good Bad Mother: Seekor Babi yang Memotivasi
Pada awal film, alurnya berjalan cukup santai. Penonton diajak mengenal kehidupan Bear, hubungannya dengan Nikki, serta karakter lain yang ikut berperan dalam cerita. Meskipun awalnya seperti kisah persahabatan biasa, film ini perlahan menyisipkan berbagai petunjuk bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Suasana yang awalnya hangat berubah menjadi makin mencekam ketika keinginan Bear mulai muncul.
Memasuki pertengahan cerita, ketegangan mulai meningkat. Nikki memang menjadi lebih dekat dengan Bear, tetapi perubahan sikapnya justru terasa tidak wajar. Rasa sayang yang seharusnya membahagiakan berubah menjadi sesuatu yang menakutkan. Bear mulai menyadari bahwa apa yang ia inginkan ternyata memiliki konsekuensi besar. Ketika ia berusaha memperbaiki keadaan, makin rumit pula masalah yang harus dihadapinya. Film ini berhasil membuat penonton penasaran mengenai bagaimana semua kekacauan itu akan berakhir.
Salah satu kekuatan terbesar film ini terletak pada akting para pemainnya. Michael Johnston mampu menunjukkan perubahan emosi Bear dengan sangat baik. Ia tampil sebagai sosok yang awalnya ingin mendapatkan cinta, tetapi perlahan berubah menjadi seseorang yang dipenuhi rasa takut, panik, dan penyesalan. Sementara itu, Inde Navarrette juga tampil meyakinkan sebagai Nikki. Perubahan karakter yang ia tampilkan membuat suasana film makin tidak nyaman sekaligus menyeramkan.
Selain akting, sinematografi juga menjadi nilai tambah. Film ini menggunakan pencahayaan redup dan didominasi warna gelap untuk membangun suasana horor. Pengambilan gambar sering kali dibuat sederhana, tetapi mampu memberikan rasa gelisah kepada penonton. Beberapa adegan bahkan tidak membutuhkan efek berlebihan karena ekspresi para pemain dan suasana yang diciptakan sudah cukup membuat ketegangan.
Meski memiliki banyak kelebihan, film ini bukan tanpa kekurangan. Tempo pada bagian awal mungkin terasa lambat bagi sebagian penonton yang mengharapkan horor dengan ketegangan sejak menit pertama. Beberapa adegan juga dibuat cukup panjang agar penonton memahami kondisi psikologis Bear. Namun, setelah konflik utama dimulai, alur cerita menjadi jauh lebih menarik dan sulit ditebak.
Secara keseluruhan, Obsession 2025 adalah film horor psikologis yang tidak hanya mengandalkan teror, tetapi juga kekuatan cerita dan emosi pada karakternya. Penampilan Michael Johnston dan Inde Navarrette menjadi daya tarik utama, didukung penyutradaraan Curry Barker yang mampu membangun suasana mencekam secara perlahan. Bagi penonton yang menyukai film dengan ketegangan psikologis dan alur yang berkembang bertahap, Obsession layak masuk ke dalam daftar tontonan.
Baca Juga: Everyone Loves Me: Cinta yang Dimulai dari Gim
Editor: Tengku Wafa’ Alifah

