
- Pencipta: Nadin Amizah
- Tanggal Rilis: 28 Mei 2020.
- Album: Selamat Ulang Tahun
- Durasi: 3 menit 43 detik
- Genre: Alternatif/Indie, Pop, Folk, Balada
- Platform Rilis: Spotify dan YouTube
Peresensi: Sayuti Andhira
Nadin Amizah dikenal sebagai salah satu penyanyi dan penulis lagu muda Indonesia yang selalu menghadirkan karya penuh makna dan nuansa puitis. Pada 28 Mei 2020, ia merilis album perdananya bertajuk Selamat Ulang Tahun, dan salah satu lagu yang cukup mencuri perhatian dari album tersebut adalah “Mendarah”. Lagu ini masuk dalam genre Alternatif/Indie dengan sentuhan Pop, Folk, dan Balada yang khas.
Seperti judulnya, Mendarah menggambarkan perasaan yang begitu dalam, seolah-olah masuk ke dalam nadi dan menjadi bagian dari diri pendengar. Liriknya menceritakan tentang keterikatan emosional yang tetap hidup, meski raga sudah terpisah jauh. Ada rasa kehilangan, kerinduan, sekaligus keikhlasan yang berusaha dituangkan Nadin dalam tiap baitnya. Baris seperti “Ragaku ada di sini, tapi hatiku bersamamu” dan “Namamu jadi rahasia, dalam diam ’kan kubawa, mendarah” seolah menegaskan bahwa cinta atau kenangan tertentu bisa menetap di hati meski tak pernah benar-benar bersatu.
Secara musikal, Mendarah dibalut dengan aransemen sederhana namun syahdu. Alunan gitar akustik, perpaduan instrumen lembut, dan suara khas Nadin yang lirih namun kuat berhasil membawa suasana sendu sekaligus intim. Pendengar seakan diajak untuk merenung, mengingat seseorang yang pernah begitu berarti dalam hidupnya. Nuansa folk-balada yang kental membuat lagu ini terasa seperti sebuah puisi yang sedang dinyanyikan.
Keistimewaan lagu ini tidak hanya terletak pada keindahan melodinya, tetapi juga kedalaman makna yang bisa ditafsirkan secara personal. Ada yang mungkin mendengarnya sebagai kisah cinta yang tak tersampaikan, ada pula yang melihatnya sebagai bentuk doa untuk orang tersayang yang kini hanya bisa dikenang. Kekuatan terbesar dari karya Nadin adalah bagaimana ia mampu menyulam kata-kata sederhana menjadi kisah yang menyentuh relung hati.
lagu ini mungkin lebih cocok untuk penikmat musik indie-folk yang menyukai nuansa sendu. Bagi pencinta pop mainstream, bisa jadi terasa terlalu pelan, karena bagi sebagian orang ada kalanya pendengar ingin ledakan emosi dalam musik, tetapi Mendarah tetap tenang dari awal hingga akhir. Juga tidak semua orang melihat dari berbagai perspektif, sebagian mungkin hanya menangkapnya sebagai lagu cinta biasa, padahal maknanya bisa lebih luas.
Sebagai bagian dari album Selamat Ulang Tahun, Mendarah memperkuat identitas musikal Nadin Amizah sebagai musisi yang tak hanya bernyanyi, tetapi juga bercerita. Lagu ini terasa intim, jujur, dan meninggalkan ruang bagi pendengar untuk meresapi maknanya masing-masing.
Mendarah adalah lagu yang berhasil memadukan lirik puitis dengan aransemen musik yang minimalis namun emosional. Lagu ini cocok untuk didengar saat momen tenang, ketika kita ingin berdamai dengan perasaan yang tak pernah sepenuhnya hilang. Karena memang, beberapa hal bisa mendarah dalam hidup kita.
Berikut lirik lagu Mendarah:
Du-du-du-dum
Du-du-du-dum
Du-dum
Bagaikan jiwa yang terpisah
Mati enggan, hidup pun susah
Jiwanya t’lah lama direnggut waktu
Katanya hatiku t’lah lama terbelah
Bagai cangkang kosong terpisah
Ragaku ada di sini, tapi hatiku bersamamu
Bukan maaf yang kuminta
Tapi peluk yang kulupa
Ini cerita tentang rumah yang berbeda
Dan berjarak jauh
Hanya tersentuh dalam jarak doa
Ada hati yang kujaga
Namamu jadi rahasia
Dalam diam ‘kan kubawa
Mendarah
Setidaknya ada cerita
Di mana ada kamu dalamnya
Ini cerita tentang rumah yang berbeda
Dan berjarak jauh
Hanya tersentuh dalam jarak doa
Ada hati yang kujaga
Namamu jadi rahasia
Dalam diam ‘kan kubawa
Dalam diam ‘kan kubawa
Dalam diam ‘kan kubawa
Mendarah
Editor: Muhammad Daffa

