Qodrat 2, Ketika Keteguhan Iman Dipertaruhkan dan Diuji dalam Kehidupan

- Advertisement - Pfrasa_F

)

(Foto: Dok. https://m.21cineplex.com/id/movies/15QOT2)
  • Judul Film: Qodrat 2
  • Produser: Linda Gozali
  • Direktur: Charles Gozali
  • Durasi: 115 menit
  • Genre: Horor

Peresensi: Muhammad Rahman Hanif

Film ini kembali mengikuti perjalanan Ustaz Qodrat, seorang ahli ruqyah dengan masa lalu kelam, kali ini menghadapi tantangan iman yang lebih berat. Tidak hanya dari sisi kegelapan yang kasat mata, tetapi juga dari bisikan-bisikan halus yang merongrong keyakinan dari dalam. Ada luka, rasa bersalah, keraguan, dan ada titik di mana manusia bisa merasa jauh dari Tuhan meski sebenarnya Allah tak pernah menjauh sedikit pun.

Qodrat 2 bukan sekadar film horor spiritual biasa. Ia hadir sebagai cermin tajam yang menyorot sisi rapuh manusia, terutama saat dihadapkan pada gelapnya ujian dan godaan. Di balik teriakan, bayangan makhluk halus, dan ayat-ayat ruqyah yang menggema.

Baca Juga: Mariposa: Kisah Cinta Acha yang Tulus dan Penuh Perjuangan

film ini langsung menggugah hati lewat kutipan QS. Ali Imran ayat 139: “Janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang beriman”. Ayat ini bukan hanya pembuka yang indah, tapi juga benang merah yang merangkai seluruh perjalanan batin Ustaz Qodrat di sepanjang film.

Qodrat 2 memang tetap menawarkan elemen horor yang menegangkan, namun paling terasa ketika kerapuhan manusia melawan dirinya sendiri. Bukan hanya soal setan yang menampakkan diri, tapi tentang bagaimana manusia bisa kehilangan arah ketika diuji oleh rasa bersalah, kehilangan, dan berkeputusan.

Kita tidak hanya melihat Qodrat sebagai tokoh film, melainkan diri sendiri di sana. Kita pernah berada di titik terlemah, merasa hidup ini gelap, merasa terlalu kotor dan tidak layak untuk kembali kepada Tuhan. Lalu kita memilih menunda taubat, menunda berubah, menunda kembali ke jalan-Nya. Padahal, seperti yang tergambar dalam film ini, setan tidak hanya berwujud menyeramkan, kadang ia hadir dalam bentuk suara-suara kecil di hati yang berkata, “Kamu sudah terlalu jauh, kamu tidak pantas, sudah telanjur kotor”.

Di sinilah Qodrat 2 menjadi film yang berbeda, ia tidak menggurui, tetapi menyentuh dan tidak berkhotbah, tetapi memeluk. Film ini mengajak kita untuk jujur pada diri sendiri, selama ini apa yang membuat kita belum kembali? Apa karena kesibukan? Malu? Atau karena kita sendiri belum siap melepaskan kenikmatan sesaat dari jalan yang sesat?

Saya pribadi merasa dihantam oleh pesan film ini. Bahwa iman itu bukan tentang tidak pernah jatuh, tapi tentang kita memilih untuk kembali bangkit setiap kali terjatuh. Ustaz Qodrat bukan sosok sempurna, dia juga goyah, ragu, dan takut. Tapi dia terus melangkah, karena dia tahu tidak ada jalan lain selain kembali pada Allah.

Kekuatan Qodrat 2 tidak hanya pada efek visual atau adegan menegangkan, tapi pada pesan yang diam-diam menyentuh hati. Salah satunya adalah pintu taubat tidak pernah tertutup, bahwa sejauh apa pun kita, Allah selalu menunggu kita pulang. QS. Ali Imran 139 menjadi semacam pengingat untuk kita, jangan lemah dan bersedih, karena kalau kita masih beriman, kita akan menang melawan setan, melawan dunia, bahkan melawan diri sendiri.

Vino G. Bastian dan Acha Septriasa berhasil menghidupkan karakter mereka dengan emosional. Namun yang paling menyentuh adalah momen-momen sunyi, ketika karakter harus memilih antara menyerah atau terus berjuang dalam iman. Di situlah letak kekuatan Qodrat 2, ia tidak menggurui tapi merangkul.

Film ini layak ditonton, bahkan lebih dari sekali. Bukan untuk mencari takut, tapi untuk diingatkan bahwa hidup ini bukan tentang seberapa sering kita salah, tapi seberapa kuat keinginan kita untuk kembali benar. Dan kembali kepada Allah tidak pernah menunggu waktu “nanti”. Karena yang paling berbahaya dari menunda bukanlah waktu yang hilang, tapi hati yang makin keras.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Ketika Dua Dunia Berbeda Bertemu?

Editor: Ranum Aisyah

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles