
- Judul Film : The Doll 3
- Sutradara : Rocky Soraya
- Penulis : Riheam Junianti
- Genre : Horor
- Durasi : 1 jam 55m
- Tanggal Rilis : 26 Mei 2022 (Indonesia), 21 Juli 2022 (Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Kamboja)
- Pemain Film : Jessica Mila, Winky Wiryawan, Sara Wijayanto, Jeremy Thomas, Masayu Anastasia, Zizie Zidane, dan Montserrat Gizelle
Peresensi : Kiki Andrea Putri Hasibuan
Film horor produksi Hitmaker Studios ini merupakan sekuel dari The Doll 1 dan The Doll 2. The Doll 3 memberikan sensasi tegang, takut, bahkan terharu yang lebih dari dua film sebelumnya. Dengan didukung efek visual atau CGI (Computer-Generated Imagery) yang canggih, boneka Bobby yang merupakan sentral dari film ini seolah benar-benar seperti hidup dan meneror karakter dalam film. Boneka jenis animatronics ini merupakan pertama kalinya digunakan dalam perfilman Indonesia.
Boneka Bobby sengaja dibuat menjadi lebih hidup jika dibandingkan boneka di film The Doll 1 dan The Doll 2. Boneka ini diketahui dibuat di Bali di bawah pengawasan langsung ahli spesialis efek serta animatronics dari Swiss dan Amerika Serikat. Hal tersebut membuat The Doll 3 menjadi salah satu film dengan produksi termahal di Indonesia mengingat ada tujuh boneka animatronics yang digunakan dan pembuatannya mencapai miliaran rupiah.
Film ini menceritakan tentang seorang anak perempuan yatim piatu bernama Tara (Jessica Mila) yang memiliki adik laki-laki bernama Gian (Zizie Zidane) sebagai satu-satunya anggota keluarga. Namun, Gian terlibat kecelakaan dengan kedua orang tuanya yang membuatnya trauma, hingga ia memilih untuk mengakhiri hidupnya. Tara sangat sedih dan menarik diri dari lingkungan sekitar, sampai membuat hubungannya dengan sang tunangan, Aryan (Winky Wiryawan), semakin merenggang dan mengakibatkan rencana pernikahan mereka harus ditunda.
Tara yang ingin adiknya hidup lagi, meminta seorang dukun untuk memanggil arwah Gian. Akhirnya, arwah Gian berhasil hidup di sebuah boneka yang bernama Bobby. Tak seperti boneka pada umumnya, boneka Bobby dapat bergerak seperti manusia. Oleh karena itu, Tara sangat bahagia dan kembali bersemangat untuk menata hidup. Bahkan, hubungan Tara dengan Aryan dan Mikha (Montserrat Gizelle) membaik dari sebelumnya. Mereka juga dapat mempersiapkan pernikahan mereka.
Namun, setelah pemanggilan arwah, Bobby ternyata melakukan hal yang lebih menyeramkan. Ia melakukan hal-hal yang membahayakan nyawa, seperti mencoba membuat orang-orang disekitarnya celaka hingga hampir mati. Gian melakukan hal tersebut karena khawatir bahwa Tara akan meninggalkannya setelah menikah dengan Aryan dan menjadi ibu tiri Mikha. Gian menjadi semakin tak terkendali, karena telah terpengaruh dengan energi negatif dari alam kematian.
Film ini banyak memberikan pesan tentang pentingnya kasih sayang dan keikhlasan. Dari kisah Tara dan Gian, Gian terlihat butuh kasih sayang dan pengertian yang lebih dari kakaknya, selain itu Tara yang sudah kehilangan Gian harusnya bisa ikhlas dengan menerima kepergian adiknya. Kemudian film ini juga memberikan pelajaran kepada kita tentang kejujuran yang seharusnya dilakukan Aryan selaku orang yang tidak sengaja membuat orang tua Tara dan Gian kecelakaan bisa bersikap jujur dengan mengakui kesalahannya. Terakhir film ini juga mengajarkan kita untuk tidak bermain-main dengan arwah seseorang yang sudah meninggal karena itu sangat berbahaya.
Editor: Annisa

