
- Judul : Siksa Kubur
- Sutradara : Joko Anwar
- Pemeran : Faradina Mufti, Slamet Rohardjo, Reza Rahardian, Fachry Albar, Christine Hakim, Djenar Maesa Ayu, Putri Ayudya, Happy Salma, Ismail Basbeth, Runny Rudiyanti, Zulfa Maharani, Tia Hasibuan, Ical Tanjung, Haydar Salishz, Tommy Dewo, Mian Tiara, Niniek L. Karim, Jajang C. Noer, Tony Merle, Natalius Chendana, Ahmad Ramadhan, Uwie Balfas.
- Durasi : 1 jam 57 menit
- Tanggal rilis : 11 April 2024
Peresensi: Khairussyifa Auliya
Film terbaru yang rilis pada tanggal 11 April ini menuai banyak perhatian dari khalayak pencinta perfilman. Film karya Joko Anwar dengan judul “Siksa Kubur” ini menceritakan mengenai kejadian apa saja yang dialami setiap manusia selama di dalam kubur sembari menanti hari kebangkitan yang akan terjadi setelah kiamat kelak.
Baca Juga: Qur’anic LoA: Mencapai Kebahagiaan dalam Hidup
Awal film ini menceritakan ketika seorang pria misterius yang diduga sang ahli agama, datang ke toko roti sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri bernama Sanjaya dan Mutia. Kemudian pria tersebut memberikan sebuah kaset kepada seorang anak dari pasangan suami istri tersebut. Pada saat yang bersamaan, terjadi kemalingan di toko roti sehingga mengalihkan perhatian Sanjaya dan Mutia dari sang anak. Tak lama kemudian, terjadi peledakan bom di pekarangan toko roti tersebut, sehingga menyebabkan banyak korban jiwa, termasuk Sanjaya dan Mutia. Setelah ditelusuri, diduga bom tersebut merupakan ulah dari sang ahli agama yang melakukan aksi bunuh diri.
Setelah kejadian tersebut, Sita dan Adil, kedua anak dari Sanjaya dan Mutia, memutar kaset yang diberikan oleh pria asing sang ahli agama tadi, untuk memuaskan rasa penasaran mereka. Alhasil, suara yang mereka dengar dari kaset tersebut hanyalah suara teriakan dan isak tangis, seperti sedang disiksa oleh seseorang dengan kejamnya.
Setelah kematian kedua orang tuanya, Sita dan Adil melanjutkan hidupnya dengan masuk pondok pesantren daerah rumahnya. Pemilik pondok pesantren tersebut, dikenal oleh masyarakat sekitar karena kemurahan hatinya yang mendirikan pondok pesantren gratis, dan menerima semua murid yang tidak mampu. Beberapa hari kemudian, Sita menemukan bukti bahwa sang pemilik pesantren adalah orang yang sangat kejam, dan selalu membunuh satu santri setiap tahunnya dengan alasan yang tak logis. Karena dirasa kehidupan di pesantren mulai tidak benar, Sita memutuskan mengajak Adil untuk melarikan diri dari pesantren tersebut, dan melanjutkan hidup sendiri yang jauh dari kehidupan pesantren.
Beberapa tahun kemudian, Sita bekerja menjadi sebuah suster di sebuah panti jompo, dan Adil bekerja sebagai pemandi jenazah di sebuah rumah sakit. Akibat kejadian lalu yang menimpa dirinya, Sita mengaku bahwa kaset yang ia dapat dari seorang pria tersebut beberapa tahun lalu, merupakan sebuah rekaman seseorang yang mendapat siksa di dalam kubur. Namun, Sita tidak memercayai hal tersebut, dan menganggap bahwa rekaman tersebut hanyalah sebuah rekayasa. Ia pun melakukan berbagai macam aksinya, untuk membuktikan bahwa siksa kubur itu benar adanya.
Hingga akhirnya, ia membuktikannya dengan cara mengubur dirinya hidup-hidup ke dalam sebuah kuburan sang pemilik pesantren yang dikenal sangat kejam. Ia yakin bahwa pria tersebut akan mendapatkan siksa yang sangat pedih, karena semasa hidupnya ia tidak pernah berbuat kebaikan. Dengan bantuan Adil sang adik, ia mengubur dirinya selama satu malam dengan membawa kamera untuk merekam kejadian.
Sesuai ekspektasi, dalam durasi yang tak sampai dua jam, Sita mulai merasakan banyak hewan yang menghampiri mayat tersebut, mulai dari hewan kecil sampai hewan berbisa. Kemudian, mayat tersebut mengeluarkan darah hitam dari mulutnya. Dalam posisi duduk, mayat tersebut berteriak. Karena, ia mulai dipatok oleh banyak ular yang terus menghampiri dirinya. Kepala dicambuk berkali-kali hingga hancur dan tumbuh kembali kepala yang baru. Kemudian, dicambuk kembali. Lidah yang menjulur panjang, dipotong hingga habis, kemudian tumbuh lagi dan dipotong kembali. Siksaan pedih tersebut terus berulang-ulang, hingga sang mayat berteriak kesakitan dan menangis sembari meminta ampun. Namun, meminta ampun tak ada gunanya lagi. Kini ia menerima balasan atas apa yang ia lakukan selama di dunia, oleh sang malaikat penjaga kubur.
Film ini, kembali menyadarkan kita bahwa siksa kubur benar adanya. Setiap manusia pasti akan mendapatkannya apabila ia tidak pernah berbuat amal kebaikan selama hidup di dunia. Hal itu tidak untuk ditakuti, namun sebagai pengingat diri untuk menjadi lebih baik lagi.
Baca Juga: Dua Hati Biru: Tak Ada Keluarga Sempurna
Editor : Muhammad Daffa

