Stand By Me: Kisah Haru dan Pengorbanan Kakek untuk Cucu

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Pimterest.com)
  • Judul :  Stand By Me
  • Sutradara :  Bang Soo-In
  • Pemeran : Lee Soon-Jae , Jung Ji-Hoon, Park Ji-Yoon, dan Cherish
  • Durasi : 91 Menit
  • Tahun Rilis    : 2018

Peresensi : Rahma Damayanti Azzahro

Film Stand By Me (2018) adalah drama keluarga yang sangat mengharukan dan menyentuh hati, mengangkat kisah perjuangan seorang kakek bernama Kim Hak-Suu dalam membesarkan dan merawat dua cucunya setelah ditinggal pergi orang tua mereka. Deok-Goo, cucu laki-laki berusia 7 tahun, dan adik perempuannya Deok-Hee harus hidup bersama kakek di sebuah desa kecil. Ayah mereka meninggal dunia karena kecelakaan, sedangkan ibu mereka, Vanessa, pergi karena masalah keluarga dan alasan pribadi yang kemudian terungkap pada perjalanan pencarian kakek.

Kakek Kim Hak-Suu adalah sosok yang pekerja keras dan penuh cinta kepada cucu-cucunya. Meskipun sudah lanjut usia, kakek tetap berusaha menghidupi dan memenuhi kebutuhan cucunya dengan mengerjakan berbagai macam pekerjaan serabutan. Namun, kondisi tubuh dan kesehatan kakek yang melemah membuat situasi semakin sulit, terutama ketika ia divonis menderita kanker paru-paru stadium akhir. Kesadaran bahwa hidupnya tidak akan lama lagi memicu kakek untuk menyiapkan hadiah terakhir yang sangat berarti bagi cucu-cucunya sebagai bentuk kasih sayangnya yang tak tergantikan.

Baca Juga: Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah, Kisah Alin Menemukan Makna Keluarga

Cerita semakin dramatis tatkala Deok-Goo yang sedang marah kepada kakek karena belum mendapat mainan yang diinginkan, memutuskan pergi dari rumah. Hal ini menyebabkan pencarian besar-besaran oleh kakek dan warga desa yang melibatkan berbagai pihak. Pencarian ini sekaligus memperlihatkan kedalaman cinta dan kekhawatiran keluarga kepada anak-anak tersebut. Konflik batin dalam keluarga juga makin terasa ketika masa lalu Vanessa yang berasal dari Indonesia terungkap. Vanessa pergi ke Indonesia untuk merawat adik kandungnya yang sakit keras, dengan alasan yang sempat disalahpahami oleh kakek sehingga menyebabkan pergolakan keluarga.

Salah satu momen emosional dalam film ini adalah bagaimana kakek berlomba melawan waktu untuk memberikan kebahagiaan terakhir bagi cucu-cucunya dan membangun fondasi kehidupan yang lebih baik, termasuk upaya mempertemukan kembali Deok-Goo dengan ibunya. Perjalanan emosional dan fisik kakek ini juga mengantarkan penonton pada pemahaman lebih dalam tentang makna pengorbanan, pengampunan, dan kekuatan kasih sayang keluarga.

Selain mengangkat tema keluarga dan kasih sayang, Stand By Me juga menyentuh isu terkait perpecahan keluarga akibat kesalahpahaman, perjalanan hidup keras mengenal kehilangan serta pengorbanan seiring menua. Film ini juga menghadirkan nuansa budaya Korea dan Indonesia yang memperkaya cerita.

Secara keseluruhan, Stand By Me adalah film drama keluarga yang sangat direkomendasikan terutama bagi penonton yang menyukai cerita dengan kedalaman emosional tentang cinta, kehilangan, dan pengorbanan dalam keluarga. Film ini bukan hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang arti ketulusan kasih sayang generasi tua terhadap yang lebih muda, serta pentingnya pengampunan dan harapan dalam menghadapi masa depan yang tidak pasti.

Film ini, memiliki kelebihan utama dalam menggambarkan kisah keluarga yang sangat mengharukan dengan akting natural dan penuh emosi para pemeran, terutama Lee Soon-Jae sebagai kakek Kim Hak-Suu yang memperlihatkan ketulusan pengorbanan dan cinta tanpa syarat kepada cucunya. Film ini berhasil menyentuh perasaan penonton melalui cerita sederhana, namun sarat makna tentang hubungan antara generasi tua dan muda, serta bagaimana mereka menghadapi perpisahan dan kehilangan. Sinematografi yang menampilkan suasana pedesaan Korea dengan alami juga menambah keautentikan suasana, membuat film terasa dekat dan nyata. Selain itu, film ini mengangkat tema yang universal seperti cinta, tanggung jawab, dan pengampunan sehingga bisa dinikmati oleh berbagai kalangan penonton.

Di sisi lain, kekurangan film terdapat pada alur cerita yang terbilang lambat dan sangat sederhana, sehingga mungkin kurang menarik bagi penonton yang mencari film dengan tempo cepat atau banyak aksi. Cerita yang sangat berfokus pada emosi dan konflik batin bisa terasa monoton bagi sebagian orang, dan beberapa bagian mungkin terasa berlarut-larut tanpa memiliki klimaks yang kuat. Selain itu, bagi penonton yang mengharapkan gambaran menyeluruh tentang latar belakang sosial dan budaya yang lebih luas, film ini cenderung lebih menitikberatkan pada hubungan personal dan sedikit mengabaikan eksplorasi isu sosial yang mungkin turut memengaruhi kondisi keluarga tersebut.

Baca Juga: Avengers End Game: Misi Pengembalian Setengah Populasi Semesta

Editor: Aqlia Matslina Fattah

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles