
Pekan Raya Sumatra Utara (PRSU) kembali digelar pada tahun 2023 setelah hampir tiga tahun harus dibatalkan karena pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Kali ini menjadi tahun ke-49 terselenggaranya PRSU. Pada 6 Juli 2023 sudah berlangsung selama 21 hari segala hiruk-pikuk pertunjukan di pameran terbesar di Sumatra Utara tersebut.
Ada banyak kegiatan yang bisa kita nikmati dan saksikan di pelataran PRSU. Selain itu, juga terdapat stan makanan dan minuman, pernak-pernik, bahkan stan universitas. Ada pula panggung budaya yang setiap harinya menampilkan pertunjukan dari 25 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Sumatra Utara. Tak ketinggalan berkeliling dan melihat koleksi rumah adat dari setiap kabupaten dan kota serta panggung musik yang diisi oleh artis ibukota dan lokal.
Selain semua aktivitas tersebut, ada pula salah satu wahana yang terlihat eksentrik dan sangat menantang adrenalin, yaitu Rumah Hantu Kampung Keramat yang pada tahun 2023 ini turut memeriahkan sekaligus menjadi salah satu daya tarik pengunjung. Rumah hantu ini letaknya di antara stan-stan dan sangat mencolok, sehingga banyak perhatian yang akan tertuju pada tempat tersebut.
Baca Juga: Bapenda Sumut Berikan Sosialisasi Melalui PRSU
Layaknya rumah hantu ada banyak sekali ornamen dan properti yang mendukung keseraman yang ada di dalamnya. Semua dekorasi tersusun dengan apik sehingga menambah kengerian, belum lagi bau kemenyan dan suara-suara musik yang turut serta membuat suasana semakin mencekam. Wahana ini benar-benar diperuntukkan bagi orang-orang pemberani.
Cukup dengan membayar Rp30.000,00 kamu bisa menikmati wahana ini dan merasakan sendiri sensasi bertemu hantu-hantu secara nyata. Kamu bisa menjelajahi isinya sesuai dengan tingkat keberanian. Jika kamu memang menyukai hal-hal mistis, mungkin kamu bisa berkenalan dan saling bertukar nomor dengan talent hantu yang di dalam. Namun, jika kamu penakut mungkin dalam sekejap kamu sudah akan sampai di pintu keluar.
Rian Ananta selaku Person in Charge (PIC) pada tempat tersebut menjelaskan jika suasana dan tingkat kengerian yang dihadirkan pada PRSU ini berada pada tingkat low sehingga semua orang, baik yang memiliki keberanian setinggi langit atau yang tidak cukup berani tetapi penasaran bisa mencoba masuk dan merasakan langsung sensasinya.
“Berbeda dengan konsep yang kita buat pada event di Paladium kemarin, kali ini ini tingkat kengerian memang kita buat pada tingkat low. Semua itu dikondisikan dengan tempat dan suasana sekitar juga, jadi targetnya memang untuk semua orang yang mau mencoba masuk,” katanya menjelaskan tentang seberapa seram rumah hantu di PRSU ini.
Namun, bagi orang yang benar-benar takut dan tidak mau dibayang-bayangi wajah hantu, pasti akan memilih untuk tidak memasuki wahana tersebut. Apalagi menurut penuturan Rian, setidaknya terdapat sembilan karakter hantu yang dihadirkan di dalam rumah hantu tersebut dengan ikon senternya yakni Wewe Gombel. Bisa bayangkan betapa seramnya ketika pulang malam hari dan malah terbayang-bayang Wewe Gombel? Untuk kamu yang penakut, jangan coba-coba!
Seperti yang dikatakan oleh salah satu pengunjung bahwa rumah hantu di PRSU ini memang seram dan suasana di dalamnya benar-benar nyata seolah berada di hutan belantara, gelap dan juntaian akar-akar pohon menyapa di sekitar pundak. Belum lagi hantu yang cukup agresif dalam menampakkan diri sampai berada di depan wajah, cukup membuat nyali ciut jika bertatap mata.
“Di dalam seram sekali, memang suasananya seolah nyata. Mungkin mau coba lagi, tetapi mau mencoba mungkin dengan tingkat keseraman yang lebih tinggi. Hitung-hitung uji nyali dan keberanian diri,” kata Arajali Harahap, pengunjung yang masuk bersama teman-temannya.
Rasanya tidak akan cukup jika tidak langsung datang dan merasakan sensasinya. Jadi, daripada hanya membaca dan menonton film Jeritan Malam dari TikTok atau YouTube, buat kamu yang penasaran bisa langsung datang dan coba. Apalagi PRSU masih akan berlangsung sampai 17 Juli mendatang, masih ada banyak waktu untuk datang dan mencobanya sendiri. Bagaimana, tertarik untuk mencoba?
Baca Juga: Pojok Seni PRSU ke-49, Ada Galeri Seni hingga Alat Musik Tradisional
Reporter : Desi Amelia dan Wan Tiara
Editor : Nisrina Ardra Hafizha

