Tuhan, Jangan Ambil Saudaraku /3/

- Advertisement - Pfrasa_F
(Ilustrator: Mustika Khairunnisa)

Penulis: Miftahul Zannah

Tidak terasa dua Minggu lagi akan masuk sekolah, untung saja ayah sudah mendaftarkan aku dan Bintang ke sekolah baru kami. Aku masuk SMA dan Bintang SMP, kami sangat senang karena ayah mendaftarkan kami ke sekolah yang kami inginkan. Untuk lebih santai kami pun mempersiapkan segala keperluan sekolah kami dari awal, mulai mencari sepatu yang sudah lama di lemari, tas yang sudah berdebu. Kami sibuk dengan aktivitas kami masing-masing.

Tiba-tiba aku melihat ada darah di hidung Bintang.

 “Dek, hidung kamu berdarah, kamu kenapa lagi?” tanyaku terkejut.

“Ha? Apa iya, Kak?” tanya Bintang sambil memeriksa hidungnya.

 “Ayah… Ayah hidung Bintang berdarah!” panggilku pada ayah.

“Kamu kenapa Bintang? Ayo, Kak, kita bawa Bintang ke rumah sakit. Ayah takut terjadi apa-apa dengan Bintang.”

“Iya, Yah.”

Kami pun membawa Bintang ke Rumah Sakit. Di tengah perjalanan Bintang meminta sesuatu.

“Kak, Yah, Bintang boleh minta sesuatu enggak?”

“Mau minta apa, Nak?” tanya ayah.

“Bintang ingin dibelikan jaket.”

“Jaket? Bentar, ya, nanti ayah singgah ke toko sebelah sana,” jawab ayah.

“Makasih ya, Yah.”

Setelah menemukan toko, ayah langsung turun dan membelikan jaket untuk Bintang. Ia terlihat sangat bahagia, tidak seperti biasanya, baru kali ini ia meminta sesuatu kepada ayah. Biasanya ia pasrah-pasrah saja, apa yang dibeli pasti diterima.

Sesampainya di Rumah Sakit, Bintang diperiksa oleh dokter, setelah selesai dokter mamanggil ayah ke ruangannya.

“Dok, bagaimana keadaan anak saya? Dia baik-baik saja, ‘kan?” tanya ayah.

“Hem… sepertinya penyakit lamanya lebih kuat darinya. Kanker itu datang lagi bahkan sudah sampai stadium akhir, Pak,” jawab dokter.

“Enggak mungkin, Dok, tapi Dokter bilang anak saya sudah sembuh,” ucap Ayah panik.

“Kita tidak tau, Pak, ini kehendak Yang Maha Kuasa, kapan ia akan memberi penyakit kepada hambanya,” pasrah dokter tersebut.

Tiba-tiba situasi menegangkan, Bintang tiba-tiba sesak tidak karuan. Aku memanggil ayah dan dokter, lalu dokter membawa Bintang ke ruang ICU. Lagi-lagi kecemasan menyambarku, cobaan apa lagi ini, Ya Allah.

 “Astagfirullah, ada apa dengan anak saya, Dok?” tanya ayah pada dokter dengan isak tangisnya.

“Bapak tenang saja, ya, kami akan berusaha sekuat tenaga menyembuhkan anak Bapak. Banyak-banyak berdoa semoga keadaannya cepat membaik,” jawab dokter.

Setelah memeriksa Bintang, dokter menyuruhku dan ayah masuk ke ruangan tersebut.

“Kak, Yah, hari ini Bintang senang sekali. Bisa melihat kalian berdua di sini, Bintang hanya ingin Kakak dan Ayah tetap tersenyum. Anggap saja tidak terjadi apa-apa. Bintang mau pesan ke Kakak, kalau sudah masuk waktu salat langsung dikerjakan, ya, Kak. Mungkin subuh-subuh berikutnya Bintang enggak bisa bangunin Kakak lagi, dan kalau Kakak kesiangan enggak ada yang gangguin Kakak lagi. Semoga Kakak bisa berubah demi Bintang, ya, Bintang sangat bahagia memiliki Kakak dan Ayah seperti kalian yang sangat sayang dan perhatian kepada Bintang.”

“Kamu ngomong apaan, sih, Dek. Kakak yakin kamu pasti sehat, kok, Kakak janji kalau kamu sehat Kakak enggak akan bangun kesiangan lagi. Ayo bangkit,” isakku.

Tiba-tiba detak jantung Bintang berhenti air matanya keluar dan untuk ia pun menghembuskan napas terakhirnya.

Inilah hidup, kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Maka percayalah bahwa segala apa yang ada di dunia ini akan kembali kepada-Nya. Kita tidak bisa mengeluh segala apa yang terjadi pada hidup ini, mau itu saudara, teman, sahabat orang tua sekali pun akan ada waktunya untuk berpisah dengan orang yang dicintai. Waktu itu sangat singkat, maka dari itu jangan sekali-kali menyia-nyiakan keadaan. Gunakan waktu itu dengan selalu berbuat baik kepada semua orang, agar senantiasa orang-orang terutama orang terdekat mengenang kebaikan kita selalu. Maka yakinlah hidup di dunia ini hanya sementara, hidup di dunia tidak akan lama, akhirat telah menunggu kita disana.

Selesai…

Editor: Afrianti Safitri

 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles