Bahas Isu Transisi Energi, Katalogi Gelar Workshop

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Panitia)

Medan, Dinamika Online–Katalisator Ekologi Lestari (Katalogi) berkolaborasi dengan Simpul Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ) Wilayah Sumatera Utara menyelenggarakan workshop bertajuk “Kampanye Iklim di Tengah Isu Transisi Energi” pada Senin, 20 April 2026, di Pax Coffee, Padang Bulan, Medan.

Pemateri pertama, Dewantaro, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa jurnalisme lingkungan hadir ketika jurnalis mengangkat berbagai persoalan yang berkaitan dengan lingkungan. Menurutnya, isu lingkungan tidak terlepas dari kebijakan energi, ekonomi, serta keadilan sosial.

Baca Juga: Hari Terakhir MTQ, Dishub Memperketat Keamanan di Kota Medan

“Jurnalisme lingkungan muncul ketika jurnalis mengemukakan permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan, seperti dioksin, kabut asap, hingga satwa yang terancam punah. Ini bukan hanya soal kerusakan alam, tetapi juga berkaitan dengan kebijakan energi, ekonomi, dan keadilan sosial,” ujarnya.

Di sisi lain, pemateri kedua, Reza Anggi Rizigo, menjelaskan bahwa transisi energi tidak sekadar mengganti bahan bakar fosil ke nonfosil. Ia menekankan bahwa transisi energi yang adil harus mengutamakan kebutuhan manusia dan kelestarian planet, bukan semata keuntungan.

“Transisi energi yang adil tidak hanya berfokus pada peralihan dari energi fosil ke nonfosil, tetapi juga harus memprioritaskan kebutuhan manusia dan planet, bukan keuntungan pribadi. Hal ini dapat diwujudkan dengan komitmen untuk mengembangkan energi terbarukan berbasis komunitas,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Febrensi Manjunta, menilai kegiatan ini cukup inovatif karena mempertemukan jurnalis dan praktisi untuk membahas keterkaitan berbagai isu secara langsung. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

“Menurut saya, acara ini cukup inovatif karena menghadirkan jurnalis dan praktisi dalam satu forum untuk membahas keterkaitan isu-isu yang ada. Namun, saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini saja, karena hari ini masih sebatas teori dan belum menyentuh praktik,” tuturnya.

Baca Juga: MTQ ke-59 Kota Medan, Stan Masjid Ikonik dari Tiap Kecamatan Jadi Daya Tarik

Reporter: Andika Pratama Putra dan Anggi Pramadani Nasution

Editor: Dinda

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles