
Medan, Dinamika Online–Program Studi (Prodi) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SU, yang berkolaborasi dengan Persatuan Kaunselor Pendidikan (PEKA) Malaysia, mengadakan seminar internasional dengan tema “Digital Overload, Cognitive Decline & Mental Health in the Modern Era”. Acara ini diselenggarakan melalui Zoom Meeting pada Rabu, 29 April 2026, di Aula FDK UIN SU.
Seminar internasional ini menghadirkan narasumber dari empat negara, yaitu Prof. Dr. Nurrussakinah Daulay, M.Psi., dosen psikologi dari UIN SU; Muhammad Saffuan Abdullah dari Malaysia; Ali Yusri Abdul Ghafor dari Brunei Darussalam; dan Wannadwah bintee Ja’far dari Singapura.
Baca Juga: Tegaskan Komitmen Akademik, UIN SU Resmi Mengukuhkan 14 Guru Besar
Dekan FDK UIN SU, Prof. Dr. Hasan Sazali, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa fenomena brain rot menjadi salah satu masalah yang banyak terjadi di kalangan masyarakat modern saat ini. Arus informasi yang begitu cepat dan berlebihan dinilai dapat memengaruhi pola pikir, sikap, hingga kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan.
“Kegiatan kali ini sangat menarik. Saat ini, anak muda sulit lepas dari gawai. Bangun tidur membuka gawai, sebelum tidur juga menggunakan gawai. Setiap hari disuguhi banyak informasi di media sosial, padahal belum tentu semuanya benar. Jika dikonsumsi tanpa disaring, hal itu dapat memengaruhi cara berpikir, sikap, bahkan kesehatan mental,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa ketergantungan terhadap gawai dapat mengubah pola pikir dan kebiasaan anak muda saat ini. Menurutnya, salah satu cara untuk mengurangi dampak brain rot adalah dengan mengontrol penggunaan gawai dan lebih mendekatkan diri kepada agama.
“Ketergantungan terhadap gawai dapat mengubah pola pikir serta kebiasaan anak muda. Kita perlu kembali kepada Al-Qur’an dan nilai-nilai agama agar tidak terlalu larut dalam penggunaan teknologi yang berlebihan,” tambahnya.
Di sisi lain, salah satu peserta seminar, Rahmi, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru tentang dampak penggunaan media digital secara berlebihan terhadap kesehatan mental dan kemampuan berpikir kritis.
“Setelah mengikuti seminar ini, saya jadi lebih paham bahwa terlalu banyak mengonsumsi konten digital yang tidak bermanfaat dapat memengaruhi fokus, cara berpikir, dan kebiasaan kita sehari-hari. Seminar ini juga membuat saya sadar akan pentingnya menggunakan media digital secara lebih bijak,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap seminar ini membuka wawasan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi di media digital. Ia juga berharap kegiatan ini ke depannya dapat terus diselenggarakan.
“Saya berharap seminar seperti ini dapat membuat anak muda lebih sadar dalam menggunakan media sosial dan gawai. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan agar makin banyak orang yang memahami dampak brain rot dan cara mengatasinya,” ucapnya.
Baca Juga: Teguhkan Solidaritas dan Sportivitas, UKOMI UIN SU Rayakan Milad ke-17
Reporter: Delima Azzahra dan Nurhasanah Lubis
Editor: Naqiyya Alayya Arham Rambe

