Dema UIN SU Ajak Mahasiswa se-Sumut Gelar Aksi di Lapangan Merdeka

- Advertisement - Pfrasa_F
(Kamerawan: Muhammad Ihsan Lubis)

Medan, Dinamika Online–Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN SU memimpin aksi unjuk rasa mahasiswa se-Sumatra Utara di Lapangan Merdeka, Medan, pada Rabu, 17 Juni 2026. Aksi tersebut diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, yakni USU, Unimed, Polmed, dan UMN Al-Washliyah.

Ketua Dema UIN SU, Fatih Farich Hasibuan, mengatakan aksi tersebut merupakan respons atas berbagai persoalan nasional yang dinilai belum mendapat penyelesaian yang jelas dari pemerintah. Aliansi mahasiswa membawa tujuh tuntutan yang diangkat dari keresahan masyarakat terhadap kondisi ekonomi, tata kelola program pemerintah, hingga kebijakan lainnya.

Baca Juga: Mahasiswa Prodi HKI UIN SU Laksanakan PKL di PA Medan

“Beberapa hari lalu, yaitu ada tujuh tuntutan. Pertama, mendesak stabilitas kurs rupiah secara cepat dan tepat. Kita mengetahui bahwasanya saat ini kondisi ekonomi kita sudah amburadul. Makanya kita membuat tagline itu “Menuju Indonesia Hilang Arah”. Fokus kita itu kini menyelesaikan permasalahan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan pemborosan anggaran negara.

“Kalau berbicara MBG, kami bukan meminta program ini dihentikan. Kami meminta evaluasi total dan pengawasan yang lebih ketat supaya tidak terjadi pemborosan APBN. Fokus pemerintah juga harus lebih diarahkan kepada sektor-sektor yang menjadi kebutuhan masyarakat, termasuk pendidikan,” tutupnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi Lapangan, Ahmad Arya Atallah, dari Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Medan, menjelaskan bahwa Aliansi Mahasiswa Seluruh Indonesia membawa tujuh tuntutan yang menyoroti persoalan ekonomi, program MBG, hingga evaluasi Undang-Undang Polri.

“Tuntutan dari Aliansi Mahasiswa Seluruh Indonesia membawa tujuh tuntutan. Pertama, kita mendesak agar nilai kurs rupiah ditangani dengan cepat dan tepat. Kedua, kita meminta pemerintah melakukan reformasi total terkait program Makan Bergizi Gratis. Ketiga, kita meminta evaluasi terhadap Undang-Undang Polri yang telah disahkan DPR RI,” tuturnya.

Di sisi lain, salah seorang peserta aksi, Epenta Sitepu dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan (Unimed), mengaku terdorong mengikuti aksi karena melihat kondisi masyarakat yang semakin terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar. Ia berharap pemerintah lebih terbuka dalam mendengar aspirasi yang disampaikan masyarakat.

“Saya sebagai mahasiswa merasa terpanggil. Saat ini rakyat Indonesia cukup menderita, salah satunya karena harga bahan pokok dan bahan bakar mulai naik. Harapan saya, pemerintah terkait dapat membuka hatinya agar mendengarkan suara-suara rakyat yang sedang menderita,” katanya.

Baca Juga: Mahasiswa UIN SU Siap Tampil di SEIBA Internasional ke-4

Reporter: Silvia Rida Yanti dan Andika Pratama Putra

 Editor: Naqiyya Alayya Arham Rambe

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles