Adiwarman Karim: Indonesia Pemilik Bank Syariah Terbanyak Di Dunia

- Advertisement - Pfrasa_F

 

Medan, Dinamika Online – Indonesia sudah pantas dikatakan sebagai pemilik bank syariah terbanyak didunia dengan 3000-an kantor layanan perbankan syariah. Pertumbuhan yang mencapai 40 persen dan juga jumlah nasabah sekira 23 juta jiwa membuktikanmasyarakat Indonesia sudah cinta terhadap bank syariah.

Demikian yang disampaikan Pakar Ekonomi Syariah, Ir. Adiwarman Karim, SE. MBA., MAEP, dalam seminar nasional Ekonomi Islam Ikatan Studi Manajemen Syariah IAIN Sumatera Utara dengan tema “Menangkap Peluang dan Tantangan Sumber Daya Insani di Tengah BoomingIndustry Keuangan Syariah” di taman budaya Sumatera Utara, Medan (19/4).

Adiwarman Karim yang juga merupakan bagian dari Dewan Syariah Nasional MUI Pusat, menyatakan bahwa dalam mengeluarkan fatwa mengenai ekonomi syariah, kita harus mengambil maqasid (tujuan) dari hukum itu. “Ketika ada hadis tentang bersiwak, maka maqasid dari hadis itu adalah untuk kebersihan gigi, walau memakai bahan apapun itu,” paparnya.

Nah, yang kedua, dalam menjalankan ekonomi Islam, kita harus melakukan sesuai kemampuan dan tidak harusmenunggu kesempurnaan. “Lebih baik menggunakan yang halal 60persen daripada pakai yang haram 100 persen”, jelas Adiwarman.

Ketika Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud, ada burung yang merasa iba terhadap Nabi Ibrahim. Maka, burung tersebut menampung air dengan paruhnya untuk memadamkan api yang membara membakar Nabi Ibrahim. Tentunya air yang hanya sebanyak paruh burung tersebut tidak akan mampu memadamkan bara api. Malaikat yang melihat kejadian itu langsung bertanya kepada burung. Burung itu pun menjawab, “I will do the best thing and this is the best i can do. Let Allah do his part and I’lldone my part”.

Semangat inilah yang harus kita usung dalam menegakkan ekonomi Islam di Indonesia. Memang sampai saat ini perbankan syariah masih belum syariah 100 persen. Namun, itu bukan alasan untuk menyurutkan semangat kita dalam memasyarakatkan ekonomi Islam khususnya di Indonesia.

Selanjutnya, Adiwarman juga memaparkan bagaimana cara memasyarakatkan ekonomi syariah dengan efektif, yaitu dengan mengetahui keadaan sekitar. “Jangan mentang-mentang ekonomi Islam, orang awam kita terangkan pakai bahasa Arab. Nasabahnya bakalan kabur”, ujarnya dengan semangat.Selain itu, kita butuh harmonisasi regulasi. OJK (OtoritasJasaKeuangan) punya aturan sendiri, IAI (IkatanAkuntan Indonesia) juga mengeluarkan aturan, BI (Bank Indonesia) juga punya regulasinya. Kalau bertabrakan semuanya bingung,”jelasnya lagi.

“Di dunia ini Cuma ada dua negara yang sejarah keislamannya selalu di ingat yaitu Andalusia dan Indonesia. Dulu Andalusia terkenal dengan pusat keislaman yang luar biasa dan kini sudah tiada. Sekarang Indonesia yang dulunyamasuklewatpedagangdariHadramautdan Gujarat, berkembangpesat”, paparnyamemberkesimpulandalam seminar(Syarifah Maryana)

- Advertisement -

5 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles